21 February 2019

Bukan Kanker, Ini 4 Penyebab Lain Benjolan Payudara

bukan kanker ini 4 penyebab lain benjolan payudara

Halodoc, Jakarta – Menemukan benjolan di payudara bisa membuat wanita menjadi panik. Pasalnya, benjolan di bagian tubuh tersebut bisa jadi pertanda dari kanker payudara. Tapi nyatanya, enggak semua benjolan payudara pasti adalah kanker kok. Ada beberapa kondisi medis lainnya yang bisa menimbulkan gejala tersebut. Yuk, cari tahu apa saja penyebab benjolan payudara selain kanker di sini agar kamu bisa melakukan penanganan yang tepat.

Kabar baiknya, hasil dari penelitian menunjukkan bahwa 80 persen kasus benjolan payudara bukanlah kanker. Meski demikian, bukan berarti kamu boleh menyepelekan kondisi tersebut. Berikut beberapa kondisi non-kanker yang ditandai dengan benjolan payudara:

1. Kista Payudara

Benjolan yang muncul di payudara bisa jadi adalah kista payudara. Biasanya, kondisi medis ini paling sering ditemukan pada wanita berusia di antara 35–50 tahun. Kista payudara adalah kantong berisi cairan dalam jaringan payudara yang menimbulkan benjolan yang terasa lunak.

Benjolan karena kista bisa terjadi pada salah satu atau kedua payudara dan ukurannya berbeda-beda. Tapi, ketika pengidap sedang mengalami siklus menstruasi, ukuran kista bisa membesar dengan cepat karena merespons hormon.

Kista payudara biasanya tidak membutuhkan penanganan khusus, seperti operasi. Kondisi ini bisa ditangani dengan prosedur aspirasi jarum halus untuk mengeluarkan cairan. Bila benjolan benar terjadi karena kista, maka ia akan menyusut dengan sendirinya setelah penyedotan cairan.

2. Payudara Fibrokistik

Payudara fibrokistik adalah perubahan yang terjadi di payudara karena hormon yang tidak stabil selama siklus menstruasi. Perubahan tersebut bisa menimbulkan benjolan di payudara yang terasa nyeri. Selain itu, puting susu juga akan lebih sensitif. Tapi, payudara fibrokistik bukanlah penyakit.

Biasanya gejala berupa benjolan payudara akan muncul ketika pra-menstruasi dan membaik ketika berlangsung atau berakhirnya siklus menstruasi. Tapi, sebaiknya segera periksakan ke dokter bila benjolan masih ada setelah selesai menstruasi.

3. Fibroadenoma

Fibroadenoma adalah salah satu jenis tumor jinak yang paling umum dialami wanita berusia 20–30 tahun. Tumor ini bisa menimbulkan benjolan padat akibat adanya kelebihan pembentukan kelenjar penghasil susu atau lobulus dan jaringan di sekitar payudara. Ciri-ciri benjolan fibroadenoma adalah berbentuk bulat, kenyal, tidak terasa sakit, serta mudah bergeser saat disentuh. Penyebab fibroadenoma belum diketahui secara pasti, namun diduga karena pengaruh hormon kesuburan.

Baca juga: Cara Diagnosis Fibroadenoma, Penyebab Munculnya Benjolan Payudara

4. Infeksi Payudara

Benjolan payudara juga sering dialami ibu hamil. Biasanya kondisi tersebut disebabkan oleh infeksi payudara atau dikenal juga sebagai mastitis. Benjolan karena infeksi biasanya terasa nyeri.

Infeksi payudara bisa terjadi karena bakteri dari permukaan kulit ibu atau dari mulut bayi masuk ke saluran susu melalui puting. Selain itu, tertutupnya saluran susu juga bisa menjadi penyebab lain infeksi payudara. Ini terjadi ketika ibu sudah berhenti menyusui, padahal susu di payudara belum habis. Akibatnya, susu akan kembali lagi ke saluran, sehingga memicu infeksi dan menimbulkan benjolan.

Mastitis bisa membuat ibu menjadi tersiksa saat menyusui karena payudara terasa, seperti terbakar. Tapi, ibu masih tetap bisa menyusui Si Kecil. Bicarakan kondisi ini dengan dokter, biasanya dokter akan memberikan antibiotik dan obat pereda nyeri untuk mengatasi mastitis yang ibu alami.

Baca juga: 7 Tips Mengatasi Penyebab Mastitis Si Pengganggu Ibu Menyusui

Kenali Juga Benjolan Kanker Payudara

Benjolan di payudara seringkali juga menjadi pertanda kanker payudara. Kanker terjadi ketika ada pertumbuhan sel-sel abnormal dalam payudara. Sel kanker ini kemudian berkembang lebih cepat dari sel normal dan menimbulkan benjolan. Berikut gejala-gejala benjolan payudara karena kanker:

  • Bentuk dan ukuran payudara berubah

  • Puting susu tertarik ke bagian dalam

  • Terkadang puting susu juga bisa mengeluarkan cairan yang mengandung darah

  • Muncul bintik-bintik merah di sekitar puting susu yang terlihat, seperti eksim

  • Terjadi penebalan kulit di beberapa area payudara.

Baca juga: Deteksi Dini Kanker Payudara dengan Cara Ini

Jadi, sebaiknya periksakanlah diri ke dokter bila kamu menemukan benjolan payudara untuk mengetahui penyebab pastinya. Kamu juga bisa bertanya-tanya seputar perubahan payudara yang kamu alami dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Lewat Video/Voice Call dan Chat, kamu bisa menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.