27 September 2018

Bukan Penyakit, Kenapa Rambut Bisa Kutuan?

kutu rambut, penularan kutu rambut

Halodoc, Jakarta – Pernahkah kamu merasa gatal dan sedikit sakit pada bagian kepala? Rasa gatal di bagian tubuh sering membuat seseorang tanpa sadar ingin menggaruknya. Namun setelah menggaruk bagian tersebut, rasa gatal di kepala tak kunjung hilang. Apa yang terjadi?

Rasa gatal yang menyerang bagian kepala bisa jadi tanda bahwa kulit kepala terinfeksi kutu. Kutu rambut merupakan jenis serangga kecil yang hidup dengan cara menempel di rambut manusia, lalu mengisap darah melalui kulit kepala. Sayangnya, kondisi ini sering terlambat diketahui karena gejala infeksi kutu yang muncul terbilang cukup umum.

Selain gejala yang umum, kutu rambut juga cenderung memiliki ukuran yang sangat kecil, hingga sulit dilihat dengan mata. Telur kutu rambut yang menempel di kulit kepala membutuhkan waktu sekitar 8–9 hari untuk menetas. Setelahnya, kutu akan tumbuh dan mencapai ukuran dewasa dalam 9–12 hari. Setelah memasuki masa dewasa, kutu akan hidup hingga setidaknya empat minggu sebelum akhirnya mati.

Salah satu penyebab seseorang bisa mengalami “kutuan” adalah tertular dari orang lain. Memang, kutu rambut merupakan serangga yang bisa menular dari satu orang ke orang lain. Namun perlu diingat, kutu rambut hanya diidap manusia, dan hanya bisa menular di antara manusia. Artinya, tidak mungkin seseorang tertular kutu dari hewan peliharaan atau dari objek lain selain manusia.

Bagaimana Cara Penularan Kutu Rambut?

Penularan kutu rambut bisa terjadi melalui dua cara, yaitu penularan dengan kontak langsung dan penularan kontak tidak langsung. Maksudnya, penularan kutu rambut bisa saja terjadi karena adanya kontak langsung dengan orang yang sudah memiliki kutu sebelumnya. Cara penularan ini terjadi saat rambut seseorang bersentuhan dengan rambut orang yang memiliki kutu.

Setelah mengalami kontak langsung, ada kemungkinan kutu yang ada merayap dan berpindah tempat ke rambut yang sebelumnya tidak dihinggapi kutu. Jika ini yang terjadi, artinya penularan kutu terjadi karena kontak langsung.

Selain itu, kutu rambut juga bisa menular sekalipun tidak melalui kontak langsung dengan “pemiliknya”. Penularan tanpa kontak langsung terjadi melalui perantara atau barang yang sudah terkontaminasi kutu. Misalnya, saat kamu meminjam sisir dari orang yang memiliki kutu rambut maka risiko untuk tertular akan menjadi lebih tinggi.

Sebab, bisa jadi sisir atau barang-barang pribadi tersebut sudah terkontaminasi kutu atau telur kutu. Jika dipakai bersama-sama, penularan kutu akan semakin mudah terjadi dan menginfeksi kulit kepala.

Terinfeksi Kutu Rambut, Berbahayakah?

Meskipun tidak tergolong sebagai penyakit, tetapi kutu rambut tetap harus diwaspadai. Pasalnya, terinfeksi kutu rambut bisa memicu terjadinya berbagai gangguan, termasuk gangguan kesehatan. Apa saja masalah yang bisa ditimbulkan kutu rambut?

1. Ruam Gatal

Salah satu dampak infeksi kutu rambut adalah munculnya ruam gatal di bagian belakang leher dan telinga. Ruam yang muncul tersebut merupakan reaksi kulit terhadap kotoran yang berasal dari kutu rambut.

2. Risiko Iritasi

Salah satu gejala infeksi kutu adalah kulit kepala yang terasa sangat gatal. Saat menghadapi rasa gatal, kamu mungkin merasa sangat ingin menggaruk, padahal kebiasaan itu bisa memicu terjadinya iritasi, lho. Menggaruk kulit kepala yang gatal bisa menyebabkan terjadinya iritasi dan luka, bahkan infeksi dibagian kepala.

3. Kurang Tidur

Keberadaan kutu rambut ternyata juga bisa memicu gangguan tidur di malam hari alias insomnia.  Pasalnya, kutu rambut cenderung lebih aktif bergerak di malam hari dan di dalam suasana gelap. Hal itu bisa mendorong pengidapnya untuk terus menggaruk yang pada akhirnya mengganggu kualitas tidur di malam hari.

Selain itu, kutu yang tidak segera ditangani juga bisa berkembang biak dan semakin banyak. Jika kamu ragu dan butuh saran dokter dalam menangani kutu rambut, pakai aplikasi Halodoc saja. Sampaikan keluhan seputar kutu rambut atau masalah kesehatan lain melalui Video/Voice Call dan Chat. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play!

Baca juga: