• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bukan Sekadar Egois, Ini Cara Mengenali Kepribadian Narsistik

Bukan Sekadar Egois, Ini Cara Mengenali Kepribadian Narsistik

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Dilansir dari laman Help Guide, disebutkan kalau gangguan kepribadian narsistik bukan sekadar egois, tetapi juga berpikir arogan dan perilaku kurang empati, tidak mempertimbangkan perasaan orang lain, dan punya kebutuhan berlebihan akan kekaguman pada diri sendiri. 

Kepribadian narsistik juga digambarkan sebagai orang yang sombong, manipulatif, egois, senang merendahkan, dan menuntut. Pola-pola ini muncul dari interaksi di pekerjaan, pertemanan, keluarga, sampai percintaan. Informasi selengkapnya mengenai cara mengenali kepribadian narsistik bisa dibaca di bawah ini!

Cara Mengenali Kepribadian Narsistik

Orang-orang dengan gangguan kepribadian narsistik juga punya kecenderungan untuk selalu menyalahkan orang lain. Terlebih lagi, mereka sangat sensitif dan bereaksi buruk, bahkan terhadap kritik, pertentangan, atau komentar yang mereka anggap sebagai serangan pribadi. 

Baca juga: 12 Ciri Pengidap Gangguan Kepribadian Narsistik

Jika tidak dituruti, orang-orang dengan kepribadian narsistik akan cenderung marah. Bagaimana cara mengenali kepribadian narsistik? Berikut adalah penjelasannya!

1. Merasa Diri Superioritas 

Orang dengan kepribadian narsistik digolongkan sebagai orang yang lebih dari sekadar sombong. Mereka merasa superioritas yang cenderung tidak realistis. Orang-orang dengan kepribadian narsistik percaya mereka unik atau "istimewa" dan hanya bisa dipahami oleh orang-orang istimewa lainnya. 

Terlebih lagi, mereka merasa terlalu baik untuk “mereka” yang dianggap pun rata-rata atau biasa. Karena itu, mereka hanya ingin bergaul dan dikaitkan dengan orang-orang berstatus tinggi dan keren seperti mereka.

2. Merasa Lebih Baik dari Orang Lain

Orang-orang narsistik juga juga percaya bahwa mereka lebih baik daripada orang lain dan mengharapkan pengakuan seperti itu. Ini bahkan ketika mereka tidak melakukan apa pun untuk mendapatkannya. 

Mereka akan sering membesar-besarkan atau langsung berbohong tentang prestasi dan bakat mereka. Dan ketika mereka berbicara tentang pekerjaan atau hubungan, yang akan keluar dari mulutnya adalah bagaimana mereka berkontribusi, betapa hebatnya mereka, dan betapa beruntungnya orang-orang dalam kehidupan mereka karena memiliki dirinya. 

Baca juga: Seberapa Perlu Psikoterapi pada Pengidap Narsistik?

3. Tinggal di Dunia Khayalannya 

Karena kenyataan tidak mendukung pandangan muluk mereka tentang diri mereka sendiri, para narsistik hidup dalam dunia fantasi yang ditopang oleh distorsi, penipuan diri, dan pemikiran magis. 

Mereka memutar fantasi memuliakan tentang keberhasilan yang tak terbatas, kekuatan, kecemerlangan, daya tarik, dan cinta yang ideal yang membuat mereka merasa istimewa dan terkendali. Fantasi ini melindungi mereka dari perasaan kekosongan batin dan rasa malu, fakta, dan pendapat yang bertentangan dengan yang terjadi sebenarnya. 

4. Membutuhkan Pujian dan Kekaguman yang Konstan

Rasa superioritas seorang narsistik begitu tinggi. Sekali pujian tidak cukup. Orang-orang narsistik membutuhkan “makanan” terus-menerus untuk ego mereka, sehingga mereka mengelilingi dirinya dengan orang-orang yang bersedia memenuhi keinginan obsesif mereka untuk peneguhan. 

Hubungan-hubungan ini sangat sepihak. Ini semua tentang apa yang dapat dilakukan pengagum untuk narsistik, tidak pernah sebaliknya. Dan jika ada gangguan atau pengurangan dalam perhatian dan pujian pengagum, narsisistik memperlakukannya sebagai pengkhianatan.

5. Rasa memiliki Hak

Karena mereka menganggap diri mereka istimewa, para narsisistik mengharapkan perlakuan istimewa sebagai hak mereka. Mereka benar-benar percaya bahwa apa pun yang mereka inginkan, berhak mereka dapatkan. 

Mereka juga berharap orang-orang di sekitar mereka secara otomatis mematuhi setiap keinginan mereka. Itulah satu-satunya nilai mereka. Jika kamu tidak mengantisipasi dan memenuhi setiap kebutuhan mereka, maka kamu dianggap tidak berguna. 

Dan jika kamu memiliki keberanian untuk menentang kehendak mereka atau "egois" meminta sesuatu sebagai balasannya, maka kamu akan mendapatkan kemarahan dari si narsistik. Itulah sebagian tanda narsistik untuk mengenali gangguan kepribadian ini.

Informasi lebih jelas mengenai cara mengenali kepribadian narsistik bisa ditanyakan ke aplikasi Halodoc. Dokter ataupun psikolog yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya, cukup download Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah.



Referensi:
Help Guide. Diakses pada 2020. Narcissistic Personality Disorder.
Psychology Today. Diakses pada 2020. Narcissist or Just Self-Centered? 4 Ways to Tell.