Bukan Tanaman Mistis, Tanaman Bajakah Bisa Sembuhkan Kanker?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Bukan Tanaman Mistis, Tanaman Bajakah Bisa Sembuhkan Kanker?

Halodoc, Jakarta - Meraih juara dunia dalam bidang matematika, fisika, dan kimia di ajang Olimpiade, rasanya bukan hal yang baru bagi siswa-siswi Indonesia. Namun, bagaimana jika yang diraih gelar juara dunia life sains atas temuan obat penyembuh kanker? 

Beberapa waktu lalu tiga siswa SMAN 2 Palangkaraya, Kalimantan Tengah, menyabet medali emas di ajang World Invention Creativity Olympic (WICO) di Seoul, Korea Selatan. Siswa tersebut menelisik khasiat akar tanaman bajakah yang diduga mampu menyembuhkan kanker.

Lewat temuannya, ketiga siswa tersebut menyingkirkan peserta lainnya dari 22 negara yang turut berkompetisi dengan temuan obat herbalnya. Hebat, bukan?

Nah, berikut ini fakta seputar akar tanaman bajakah yang dihimpun dari berbagai sumber. 

Baca juga: Mulai Dilirik untuk Pengobatan, Apakah Herbal Aman? 

Obat Turun Temurun yang Dikira Mistis

Temuan dari ketiga siswa ini membuat nama tanaman bajakah “naik daun”. Akar tanaman bajakah ini diklaim mampu menyembuhkan kanker secara total. Padahal, sebelum kejadian ini bajakah hanyalah tanaman yang tumbuh dalam jumlah terbatas. Bahkah, tanaman ini disebut sebagai tanaman mistis. 

Alasannya sederhana, enggak ada penelitian ilmiah terhadap bajakah yang sudah menjadi obat kanker secara turun-temurun, di masyarakat Suku Dayak, khususnya Kalimantan Tengah. Nah, karena belum terbukti secara ilmiah, masyarakat di sana kerap mengaitkan khasiat bajakah dengan hal-hal berbau mistis. 

Akan tetapi, belakangan anggapan mistis ini mulai ditepis. Populernya bajakah membuat beberapa ahli melakukan uji laboratorium untuk menelisik kandungan bajakah. 

Lantas, apa istimewanya bajakah sampai-sampai diklaim sebagai tanaman penyembuh kanker? 

Antioksidannya Ribuan Kali Lipat

Lewat uji laboratorium, kandungan bajakah kini diketahui dengan jelas. Tanaman yang mampu menyembuhkan seorang wanita dari kanker payudara stadium empat ini, ternyata mengandung banyak antioksidan. Enggak tanggung-tanggung, kandungannya ribuan kali lipat dibandingkan dengan jenis tanaman lainnya. 

Keistimewaan bajakah tak terhenti di situ saja, tanaman ini juga mengandung 40 zat yang bisa mematikan sel-sel kanker dalam tubuh. Contohnya, saponin, fenolik, steroid, terpenoid, tannin, alkonoid, dan terpenoid. Nah, kandungan-kandungan inilah yang diduga menjadi zat-zat super yang bisa menyembuhkan penyakit kanker.

Di samping itu, menurut peneliti dari Universitas Lambung Mangkurat, bajakah juga mengandung tanin, flavonoid dan senyawa sehat fitokimia lain, seperti steroid dan sejenisnya. 

Dari banyaknya zat-zat yang terkandung, fitokimia atau fitonutrien yang cukup menarik perhatian. Zat ini punya banyak fungsi bagi tubuh, mulai dari sebagai antioksidan, memaksimalkan kerja sistem imun, memperbaiki DNA yang rusak, hingga mematikan sel-sel kanker. Tak cuma itu, fitonutrien juga bisa mendetoksifikasi karsinogen dari tubuh. Tuh, sungguh istimewa bukan? 

Baca juga: Perlu Tahu, Ini Prosedur Uji Klinik Obat Herbal

Sayangnya, kemungkinan besar tanaman bajakah enggak bisa dibudidayakan. Alasannya, kandungan bajakah budidaya diduga akan berbeda dengan bajakah yang tumbuh di habitat aslinya. Bajakah sendiri cuma hidup di lokasi hutan yang rimbun dan minim sinar matahari. 

Pertanyaan selanjutnya, bisakah tanaman bajakah diberi gelar “Tanaman Penyembuh Kanker”?

Lika-Liku Perjalanan Panjang Bajakah

Menurut Koordinator Klinik Saintifikasi Jamu Hortus Medicus Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT), sebaiknya kita tak terburu-buru mengklaim khasiat dari tanaman herbal. Sebab, membuktikan obat herbal seperti bajakah, memerlukan uji ilmiah terlebih dahulu. 

Uji ini meliputi uji laboratorium terhadap hewan dan manusia. Andaikan tanaman obat terbukti aman dan berkhasiat pada hewan coba, maka riset boleh dilanjut ke tahap selanjutnya, yaitu uji klinik pada manusia. 

Nah, uji klinik pada manusia ini punya empat fase. Uji klinis fase 1, uji klinis fase 2, uji klinis fase tiga, dan post, marketing, surveillance. Tahap terakhir ini memastikan obat yang beredar di masyarakat tak berbahaya. 

Lantas, butuh berapa lama untuk bisa mengklaim kalau akar tanaman bajakah mampu menyembuhkan kanker? Menurut ahli di B2P2TOOT, setidaknya butuh 3 sampai 20 tahun untuk melewati uji laboratorium terhadap hewan dan manusia. 

Nah, cukup panjang bukan perjalanan bajakah?

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!