• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bullying Memicu Gangguan Kecemasan, Ketahui Faktanya

Bullying Memicu Gangguan Kecemasan, Ketahui Faktanya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Bullying Memicu Gangguan Kecemasan, Ketahui Faktanya

Halodoc, Jakarta – Bullying bisa mengakibatkan pengalaman traumatis yang memicu gangguan kecemasan. Korban bullying bisa mengalami stress, depresi, gangguan makan, bahkan berpikir untuk melakukan tindakan bunuh diri.

Terkait dengan bullying dan gangguan kecemasan, ada empat gangguan kecemasan yang paling sering dialami oleh korban bullying. Itu termasuk gangguan stres pascatrauma, gangguan kecemasan umum, serangan panik, dan gangguan kecemasan sosial. Informasi selengkapnya mengenai bullying dan gangguan kecemasan bisa dibaca di sini!

Baca juga: 5 Kondisi yang Bisa Sebabkan Gangguan Kecemasan

Fakta Bullying dan Gangguan Kecemasan

Kebanyakan anak yang mengalami bullying tidak memberi tahu siapa pun kalau dia mengalami penindasan. Memendam perasaan tertekan, sedih, amarah, dan ketidakmampuan membuat anak mengalami perubahan perilaku dan emosi. 

Efek jangka panjang dari bullying k dapat mencakup masalah harga diri dan kecemasan. Bullying dapat meningkatkan hormon stres yang dapat menyebabkan penurunan perilaku sosial. Berikut adalah gangguan kecemasan yang diakibatkan oleh perilaku bullying:

1. Gangguan Stres Pascatrauma (PTSD)

PTSD terjadi setelah peristiwa traumatis atau mengancam jiwa, seperti kecelakaan mobil yang parah atau kehilangan kerabat dekat, termasuk juga bullying. Jika anak mengalami bullying dalam waktu lama, ada kemungkinan anak dapat mengembangkan PTSD.

2. Gangguan Kecemasan Umum 

Anak-anak dengan gangguan kecemasan umum sering diliputi oleh kekhawatiran dan ketakutan yang mengalihkan mereka dari aktivitas sehari-hari. Misalnya, mereka mungkin diliputi kekhawatiran kalau sesuatu yang buruk akan terjadi. 

3. Serangan Panik

Bullying juga bisa membuat anak mengalami serangan panik. Pengalaman buruk akibat bullying akan membuat seseorang diliputi rasa takut, sehingga merasa cemas dengan gejala berkeringat, nyeri dada, dan detak jantung yang cepat atau tidak teratur.

Jika tidak diobati, serangan panik dapat membuat pengidapnya menghindari pergi keluar atau melakukan hal-hal yang dulu mereka sukai. Mereka khawatir akan mengalami serangan lain. 

Baca juga: Ini 5 Efek Bullying Bagi Kesehatan Anak

4. Gangguan Kecemasan Sosial

Ketika seseorang takut dipermalukan atau dilihat secara negatif oleh orang lain, mereka mungkin mengalami gangguan kecemasan sosial. Pengalaman bullying membuat seseorang merasa khawatir berinteraksi dengan orang lain. Ada ketakutan kalau dia akan dihakimi karena penampilannya atau perkataannya. 

Dalam kasus yang parah, orang dengan gangguan kecemasan sosial menghindari pertemuan sosial sama sekali. Tidaklah mengherankan jika korban bullying akan mengembangkan gangguan kecemasan sosial, terutama jika mereka berulang kali dipermalukan di depan umum. Kalau kamu mengalami gangguan kecemasan atau kondisi psikologi lainnya, jangan dibiarkan, segera bicarakan dengan psikolog atau psikiater di Halodoc, ya!

Penanganan Gangguan Kecemasan

Jika kamu sedang mengalami masalah kecemasan, ada beberapa strategi yang bisa efektif dilakukan. Misalnya, beberapa orang menemukan bahwa menggambar, melukis, atau menuliskan kekhawatiran mereka bisa membantu meredakan kecemasan. 

Latihan ini tidak hanya membantu melepaskan stres dan kecemasan, tetapi juga mengarahkan pikiran untuk menggunakan penyaluran kreatif untuk emosi yang sangat nyata. Pilihan lain yang bisa dilakukan untuk penanganan dan pengobatan gangguan kecemasan adalah olahraga.

Baca juga: Mengalami Perundungan di Dunia Maya, Apa Dampaknya?

Jika kamu atau orang terdekat mengalami bullying, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk meredakan situasi yang terjadi. 

1. Bersikaplah terbuka untuk mendiskusikan bullying dan jangan mengkritik cara anak atau orang terdekatmu menangani situasi tersebut selama ini.

2. Beri tahu pihak terkait atau yang berwenang mengenai bullying. Jika bullying terjadi di sekolah, beritahu guru. Jika bullying terjadi di kantor, informasikan atasan atau HRD mengenai hal ini. 

3. Dorong orang terdekat untuk mengembangkan persahabatan di lingkungannya. 

Jika kamu tidak memiliki teman bicara untuk mengungkapkan perasaanmu, coba curhat ke psikolog di Halodoc. Tanpa perlu repot, kamu bisa berbicara dengan psikolog kapan dan di mana saja. Mudah bukan? Ayo, download aplikasinya sekarang di App Store atau Google Play!

Referensi:
Very Well Mind. Diakses pada 2021. Effects of Bullying on a Child With Social Anxiety.
Very Well Family. Diakses pada 2021. The Connection Between Bullying and Anxiety Disorders.