Bumil Alami Hidronefrosis, Begini Cara Atasinya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Bumil Alami Hidronefrosis, Begini Cara Atasinya

Halodoc, Jakarta – Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh Journal of Obstetrics and Gynaecology disebutkan kalau hidronefrosis ringan adalah kondisi yang normal dialami, bahkan 90 persen ibu hamil mengalaminya. 

Hidronefrosis adalah pembengkakan ginjal karena penumpukan urine. Ini terjadi ketika urine tidak dapat mengalir keluar dari ginjal ke kandung kemih karena penyempitan atau penyumbatan. Lantas, bagaimana penanganan untuk bumil dengan hidronefrosis? 

Terjadinya Hidronefrosis

Fungsi utama saluran kemih adalah untuk menghilangkan limbah dan cairan dari tubuh. Saluran kemih memiliki empat bagian, yaitu ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. Urine terbentuk ketika ginjal menyaring darah dan membuang sisa bahan dan cairan. 

Urine terkumpul menjadi bagian dari ginjal yang disebut pelvis ginjal. Dari pelvis renalis, urine mengalir melalui tabung sempit yang disebut ureter ke dalam kandung kemih. Kandung kemih perlahan terisi dengan urine yang bermuara dari tubuh melalui tabung kecil lain yang disebut uretra. 

Baca juga: 6 Makanan Wajib Bumil di Trimester Pertama

Hidronefrosis terjadi ketika ada penyumbatan aliran urine atau aliran balik urine yang sudah ada dalam kandung kemih (disebut refluks), sehingga menyebabkan pelvis ginjal membesar. Gejala utama dari kondisi ini adalah rasa sakit, baik di samping maupun belakang (dikenal sebagai nyeri panggul), perut, atau pangkal paha. 

Gejala lain termasuk rasa sakit saat buang air kecil, masalah lain dengan buang air kecil (peningkatan atau frekuensi keinginan, buang air kecil tersendat, inkontinensia), mual, dan demam. 

Perawatan Hidronefrosis

Untuk bumil dengan retensi urine dan kandung kemih yang membesar sebagai penyebab hidronefrosis, kateterisasi kandung kemih biasanya diperlukan ketika perawatan awal. Sedangkan bila terdapat batu yang sulit dihilangkan, seorang ahli urologi dapat menempatkan stent ke dalam ureter yang melewati sumbatan, sehingga memungkinkan urine mengalir dari ginjal. 

Dengan menggunakan lingkup serat optik yang dimasukkan melalui uretra ke dalam kandung kemih, ahli urologi dapat mengetahui posisi ureter untuk memasukkan stent melalui ureter ke dalam pelvis ginjal untuk mengatasi penyumbatan.

Baca juga: Makin Cantik, Ini Alasan Wanita Hamil Terlihat Menarik

Alternatif lainnya dengan memasukkan tabung nefrostomi. Seorang ahli urologi atau ahli radiologi intervensi akan menggunakan fluoroskopi untuk memasukkan tabung melalui panggul langsung ke ginjal untuk memungkinkan urine mengalir.

Terapi steroid, operasi atau laparoskopi dapat menjadi pilihan pengobatan untuk mengatasi hidronefrosis. Butuh informasi lebih lengkap mengenai cara mengatasi hidronefrosis pada bumil dapat ditanyakan langsung di Halodoc.  

Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor ibu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat kapan dan di mana saja.

Kehamilan dan Hidronefrosis

Kenapa kehamilan memicu hidronefrosis? Tidak lain dikarenakan kehamilan menyebabkan dorongan pada rahim, sehingga menghalangi tabung yang menghubungkan kandung kemih dan ginjal. 

Hidronefrosis yang disebabkan oleh kehamilan biasanya hilang tanpa pengobatan begitu kelahiran. Namun, jika kondisinya parah atau bahkan sampai mengalami komplikasi ini bisa jadi mengakibatkan kerusakan ginjal permanen atau bahkan gagal ginjal. Gagal ginjal berarti ginjal tidak berfungsi lagi.

Jika kedua ginjal mengalami kondisi ini, bisa-bisa pengidapnya membutuhkan transplantasi atau dialisis. Dialisis adalah proses di mana darah disaring menggunakan mesin di luar tubuh. Jika diobati sedini mungkin, hidronefrosis biasanya tidak akan menyebabkan masalah medis yang berkepanjangan.

Referensi:

MedicineNet. Diakses pada 2020. Hydronephrosis.
National Kidney Foundation. Diakses pada 2020. Hydronephrosis.
Medical News Today. Diakses pada 2020. What causes hydronephrosis?