• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bumil Harus Bed Rest, Perhatikan Hal Ini

Bumil Harus Bed Rest, Perhatikan Hal Ini

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
undefined

Halodoc, Jakarta – Saat hamil, kadang melakukan beberapa aktivitas terasa melelahkan sehingga ibu hamil harus banyak beristirahat. Pada kondisi yang lebih parah, beberapa bumil membutuhkan istirahat total atau bed rest agar aktivitas dapat dibatasi. Tujuannya, agar risiko keguguran akan berkurang dan kesehatan janin tetap terjaga.

Baca juga: Ketika Sakit, Bed Rest atau Olahraga?

Dilansir dari American Pregnancy Association, bed rest sangat diperlukan untuk ibu hamil yang mengalami gangguan saat kehamilan. Nah, beberapa kondisi yang memaksa bumil harus bed rest seperti, bumil mengalami tekanan darah tinggi, menjalani kehamilan kembar, memiliki masalah pada mulut rahim, alami perdarahan, pertumbuhan janin yang terhambat, dan bumil yang memiliki riwayat persalinan prematur.

Manfaat Bed Rest

Meskipun terdengar membosankan, apalagi bagi ibu yang biasa aktif beraktivitas, bed rest wajib dilakukan apabila ibu ingin anak lahir dengan selamat. Manfaat bed rest pada bumil, yaitu:

  • Bed rest mengurangi kepekaan rahim dan menghentikan kontraksi rahim dengan menjaga berat bayi dari leher rahim. Terlalu lama berdiri, dapat membuat gravitasi menarik berat bayi mendekati serviks. Bagi bumil yang memiliki serviks yang lemah, hal ini bisa memicu kelahiran prematur.
  • Bed rest mengurangi kinerja beberapa organ tubuh ibu, sehingga tubuh akan berkonsentrasi pada kebutuhan bayi.

Baca juga: Ibu Hamil Jangan Menangis, Ini Dampaknya untuk Janin

 

Ibu, Lakukan Ini Saat Bed Rest

Demi kesehatan bayi dalam kandungan, ada beberapa hal yang perlu bumil perhatikan saat melakukan bed rest, yaitu:

  1. Hal yang Boleh Dilakukan saat Bed Rest

Ibu, saat sedang melakukan bed rest, perhatikan setiap pergerakan yang dilakukan. Ibu dapat mengubah posisi setiap 30 menit untuk mencegah tekanan pada satu bagian tubuh yang sama. Ada baiknya agar ibu membicarakan terlebih dahulu dengan dokter untuk posisi yang aman dilakukan. Selain itu, mengonsumsi makanan bergizi seperti buah, sayur, ikan, daging, dan telur sangat dianjurkan. Jangan lupa untuk minum cukup air dan makanan berserat agar terhindar dari sembelit.

Dilansir dari Cleveland Clinic, ibu diperbolehkan untuk berjalan atau berdiri namun tidak lebih dari setengah jam. Hindari melakukan aktivitas rutinitas, seperti menyapu atau membersihkan rumah.

Saat menjalani bed rest, mungkin ibu hamil merasa stres atau sedikit depresi memikirkan kondisi bayi di dalam kandungan. Cara untuk meringankan hal ini, ibu hamil dapat menceritakan isi hati ibu hamil kepada suami atau keluarga di rumah.

  1. Hal yang Tidak Boleh Dilakukan saat Bed Rest

Ibu sebaiknya mengetahui beberapa hal yang tidak boleh dilakukan saat bed rest. Hindari mampir ke tempat umum, seperti pusat perbelanjaan atau rumah teman usai menemui dokter di rumah sakit atau klinik.

Usahakan segera pulang dan segeralah berbaring di tempat tidur setelah tiba di rumah. Hindari juga mengonsumsi junk food dan camilan lain yang kurang bergizi, karena menyebabkan berat badan berlebih.

Dikutip dari Cleveland Clinic, saat melakukan bed rest sebaiknya hindari melakukan aktivitas yang terlalu berat atau mengangkat sesuatu. Hindari juga melakukan hubungan intim untuk sementara waktu. Tidak ada salahnya untuk menghubungi dokter kandungan secara langsung terkait kondisi ini.

Baca juga: 5 Kondisi yang Membahayakan Janin

Ketika bed rest ibu hamil harus berpikir dua kali untuk pergi keluar rumah, maka ibu bisa berbicara dengan dokter kandungan melalui Halodoc. Caranya mudah, tinggal menggunakan smartphone dan ibu bisa menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja.

 

Referensi:
American Pregnancy Association. Diakses pada 2020. Bed Rest
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Pregnancy Bed Rest
Web MD. Diakses pada 2020. Does Bed Rest During Pregnancy Really Help?
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Bed Rest During Pregnancy