Bumil, Penuhi 4 Nutrisi Ini Saat Puasa

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Bumil, Penuhi 4 Nutrisi Ini Saat Puasa

Halodoc, Jakarta – Walaupun sedang menjalani puasa, tapi sangat penting untuk mendengarkan tubuh ketika ibu hamil merasa lapar. Kondisi kehamilan setiap orang berbeda-beda, ketika sebagian ibu hamil yang menjalankan puasa tidak menunjukkan efek samping pada kesehatan ibu dan bayi, sedangkan yang lain memiliki persalinan prematur, bayi dengan berat lahir rendah atau bertubuh lebih pendek.

Secara nutrisi, risiko dehidrasi lebih tinggi pada ibu hamil yang menjalani puasa di cuaca panas untuk periode waktu yang lebih lama (> 12 jam). Sangat penting untuk tetap terhidrasi beberapa hari sebelum ibu hamil berencana untuk berpuasa dan meningkatkan asupan makanan kadar air tinggi, seperti buah-buahan dan sayuran. Saat berbuka puasa, memiliki beberapa buah kering (seperti 2–4 kurma) dapat membantu proses rehidrasi.

Namun, ibu hamil dengan beberapa kondisi tertentu sebaiknya memang tidak berpuasa. Beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko kesehatan ibu hamil, yaitu:

Baca juga: Sedang Hamil, Ini Trimester yang Aman untuk Berpuasa

  1. Anemia

  2. Tekanan darah tidak normal (rendah atau tinggi)

  3. Diabetes (gestasional atau pra-gestasional)

  4. Infeksi aktif, seperti gastroenteritis atau infeksi saluran kemih

  5. Kelemahan atau kelelahan

  6. Berat badan tidak mencukupi

  7. Mual/muntah kehamilan atau hiperemesis gravidarum

  8. Kehamilan kembar pada trimester kedua dan ketiga

  9. Riwayat kelahiran prematur atau kontraksi prematur saat ini

  10. Sejarah pembatasan pertumbuhan

  11. Riwayat gangguan makan

Kehamilan adalah waktu yang cukup berat bagi tubuh dalam hal nutrisi dan cairan yang dibutuhkannya. Jika ibu hamil mempertimbangkan untuk mengambil bagian dalam bulan puasa selama kehamilan, pastikan ibu hamil berkonsultasi dengan dokter ataupun ahli nutrisi. Itu untuk mendapatkan rekomendasi dan informasi mengenai kemampuan fisik ibu hamil.  Supaya dokter dapat memberikan beberapa saran dan melakukan pemeriksaan kesehatan yang diperlukan.

Jika ibu hamil memutuskan untuk berpuasa selama bulan Ramadhan, ibu mungkin perlu mempertimbangkan untuk berpuasa pada beberapa hari, tapi tidak semua hari dalam sebulan, misalnya. Berpuasa pada hari-hari alternatif atau di akhir pekan untuk mencoba dan membuatnya sedikit lebih mudah dikelola.

Baca juga: Bolehkah Ibu Hamil Trimester Awal Puasa?

Ketika puasa menjadi pilihan, ibu hamil harus memenuhi asupan nutrisi penting supaya kesehatan janin dan tubuh tetap terjaga. Asupan nutrisi tersebut, meliputi:

  1. Makanan dengan kalsium setiap hari (yogurt, susu, keju, sayuran berdaun hijau, almond)

  2. Sumber makanan kaya energi pada setiap makanan dan makanan ringan (100% produk gandum, sayuran bertepung, buah-buahan, susu/yogurt, kacang/lentil, quinoa, barley, biji-bijian)

  3. 5-9 porsi sayuran dan buah-buahan (bertujuan untuk berbagai warna)

  4. Protein tanpa lemak pada setiap hidangan dan camilan dengan lemak sehat (ikan 2x / minggu, telur, kacang/lentil, unggas, tahu, daging tanpa lemak, kacang-kacangan, alpukat, minyak nabati)

Saat ibu hamil menjalani puasa, maka harus memastikan untuk sering beristirahat sepanjang hari, dan juga memastikan bahwa mendapatkan nutrisi dan kalori yang tepat ketika berbuka puasa setiap malam.

Baca juga: Aktivitas Ngabuburit Seru untuk Ibu Hamil

Ibu hamil juga harus memastikan untuk mengonsumsi hingga tiga liter air di saat sahur dan setelah berbuka. Plus menghindari permen dan makanan ringan bergula lainnya yang biasanya dikonsumsi setelah berbuka puasa.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai tips berpuasa saat hamil serta nutrisi yang diperlukan supaya kesehatan dan stamina tetap terjaga, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untuk ibu hamil. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor ,ibu hamil bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.