• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cegah Virus Corona dengan Berjemur, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Cegah Virus Corona dengan Berjemur, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Per hari ini, Senin (30/03) jumlah positif korban virus corona berada di angka 1.285, dengan total kesembuhan 64 orang, dan kematian 144 orang. Angka kematian yang lebih tinggi menandakan tubuh pengidap tidak mampu melawan gejala yang muncul dengan sendirinya. Masing-masing orang mengalami serangkaian gejala yang berbeda, bahkan banyak dari pengidap yang justru tidak menampakkan gejalanya sama sekali.

Perlu diketahui bahwa sistem kekebalan tubuh memainkan peran penting saat gejala muncul, baik dalam intensitas yang ringan, atau parah. Sistem kekebalan tubuh dari masing-masing pengidap yang akhirnya menentukan apakah mereka dapat pulih, atau justru kehilangan nyawanya. Faktanya adalah, sebagian besar kematian yang disebabkan oleh virus corona disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang rusak, tapi bukan disebabkan oleh virus itu sendiri.

Baca juga: 6 Cara Mudah untuk Tingkatkan Sistem Imun

Bunuh Virus Jadi Salah Satu Manfaat Berjemur

Belakangan ini, berjemur menjadi tren yang “katanya” ampuh dalam melawan virus corona. Virus yang menyerang sistem pernapasan ini sangat mudah menular melalui kontak langsung. Bagi seseorang yang memiliki sistem imunitas yang rendah, mereka akan memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terpapar virus. Dengan memiliki sistem imunitas yang tinggi, tubuh dapat secara langsung mencegah dan melawan virus dalam tubuh.

Salah satu cara yang sering dipakai belakangan ini adalah berjemur. Paparan sinar matahari langsung dapat merangsang produksi vitamin D, yang penting dalam penyerapan kalsium dan fosfor dari makanan. Selain itu, vitamin D berperan penting dalam fungsi kekebalan tubuh, serta pembentukan sel darah. Untuk menjaga kadar vitamin D dalam tubuh, kamu cukup berjemur selama 5-15 menit perhari. 

Baca juga: Inilah 10 Makanan Sehat Terbaik untuk Menurunkan Berat Badan (Bagian 3)

Selain meningkatkan sistem kekebalan tubuh, manfaat berjemur di pagi hari membantu menekan sistem imun tubuh yang terlalu aktif. Dengan berjemur, sel darah putih mengalami peningkatan, sehingga dengan sendirinya mampu mengatasi penyakit dan mencegah infeksi.

Bukan hanya memperkuat sistem imunitas tubuh saja, ini sejumlah manfaat berjemur di pagi hari, yaitu:

  • Mengatasi Kelainan Kulit

Paparan sinar matahari di pagi hari mampu membantu penyembuhan kelainan kulit, seperti jerawat, eksim, penyakit kuning, serta infeksi jamur. Namun, untuk mencegah efek samping negatif dari radiasi paparan sinar UV, usahakan untuk berjemur dalam waktu dan durasi yang tepat, ya!

  • Meningkatkan Fungsi Otak

Manfaat berjemur selanjutnya adalah meningkatkan fungsi otak. Faktanya, fungsi kognitif akan semakin berkurang saat tingkat vitamin D dalam tubuh berada dalam angka yang rendah. Selain itu, sinar matahari memicu pertumbuhan sel saraf di hippocampus, yaitu bagian otak yang bertanggung jawab dalam membentuk, mengatur, dan menyimpan ingatan.

  • Menurunkan Tekanan Darah

Saat berjemur, tubuh melepas senyawa nitric oxide ke dalam pembuluh darah. Senyawa ini berfungsi dalam membantu menurunkan tekanan darah. Dengan tekanan darah yang stabil, kamu akan terhindar dari penyakit berbahaya, seperti stroke dan serangan jantung.

  • Meningkatkan Kesehatan Tulang

Manfaat berjemur selanjutnya, yaitu meningkatkan kesehatan tulang. Vitamin D akan merangsang penyerapan kalsium dan fosfor dalam makanan yang berfungsi untuk menguatkan tulang. Selain itu, sinar matahari meningkatkan kandungan vitamin D3 dalam tubuh yang memiliki peran penting dalam membentuk kepadatan tulang. 

Baca juga: Ingin Usus Sehat? Konsumsi Makanan Sehat Ini

Selain berjemur, kamu perlu menerapkan pola hidup sehat, seperti konsumsi makanan sehat bergizi seimbang, berolahraga secara teratur, kelola stres dengan baik, serta rutin berolahraga.

Kamu juga dapat mengonsumsi suplemen dan multivitamin tambahan guna meningkatkan daya tahan tubuh. Untuk memperolehnya, kamu bisa langsung memesan dengan men-download aplikasi Halodoc, ya! Jaga selalu kesehatan tubuhmu!

Referensi:

WHO. Diakses pada 2020. The Known Health Effects of UV.
NCBI. Diakses pada 2020. Sunlight Effects on Immune System: Is There Something Else in addition to UV-Induced Immunosuppression?
Healthline. Diakses pada 2020. Is Sunbathing Good for You? Benefits, Side Effects, and Precautions.
Life Hack. Diakses pada 2020. 10 Amazing Health Benefits of Sun Exposure.