• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Butuh Berapa Lama Waktu Penyembuhan Corona

Butuh Berapa Lama Waktu Penyembuhan Corona

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Butuh Berapa Lama Waktu Penyembuhan Corona

Halodoc, Jakarta - Virus corona merupakan penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya melalui sistem imunitas tubuh yang kuat. Selasa (21/3) kemarin, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang divonis mengidap corona dua minggu lalu, kini kabarnya kian membaik. Penyebaran virus yang begitu cepat memang tidak memandang usia dan jenis kelamin.


Dalam masa penyembuhan virus corona sendiri akan tergantung pada banyak faktor. Salah satunya adalah sistem kekebalan tubuh masing-masing pengidap. Saat ini, (1/4) jumlah total pengidap positif adalah sebanyak 1.528 orang, dengan total kesembuhan 81 orang, dan kematian 136 orang. Pertanyaannya adalah, perlu waktu berapa lama waktu penyembuhan virus corona?

Baca juga: Ini Alasan Physical Distancing Lebih Baik dari Social Distancing

Lama Waktu yang Diperlukan Selama Masa Penyembuhan

Dilansir dari WHO, 80 persen total kasus virus corona yang muncul menimbulkan gejala ringan. Artinya, kasus-kasus yang muncul melibatkan gejala ringan, seperti demam, batuk, atau sesak napas yang dapat sembuh dengan sendirinya. Selain tidak menimbulkan gejala yang berarti, maka akan semakin besar pula peluang untuk bisa sembuh dengan lebih cepat.

Bagi pengidap positif dengan gejala ringan yang muncul, mereka akan membutuhkan waktu pemulihan selama dua minggu lamanya. Sedangkan gejala dengan intensitas sedang hingga kritis, akan membutuhkan waktu lebih lama lagi, yaitu antara 3-6 minggu masa penyembuhan. Berikut kategori gejala berdasarkan intensitas keparahannya:

  • Gejala Ringan

Saat pengidap mengalami serangkaian gejala ringan, maka proses penyembuhan dapat lebih cepat dilakukan, yaitu selama tujuh hari. Gejalanya sendiri meliputi demam, sesak napas yang hilang dengan sendirinya, sakit dan nyeri, serta batuk kering. Saat mengalami gejala ringan, tidak perlu panik, karena proses penyembuhannya sendiri dapat kamu lakukan secara mandiri di rumah.

Pada intensitas yang ringan seperti ini, virus corona yang menginfeksi tubuh umumnya tidak berbahaya, tapi pada orang-orang lansia, anak-anak, atau seseorang dengan riwayat penyakit, mereka akan membutuhkan cairan infus guna mencegah terjadinya dehidrasi.

Berarti, gejala dengan intensitas ringan tersebut dapat sembuh dengan banyak mengonsumsi air putih, istirahat yang cukup, serta obat penurun demam. Saat sejumlah langkah pemulihan tersebut dipraktikkan dengan baik, dalam waktu satu minggu gejala akan mereda, karena sistem kekebalan tubuh sendiri yang akan membunuh virus.

  • Gejala Sedang

Pada intensitas yang sedang, gejala meliputi sesak napas, batuk, demam tinggi, menggigil, serta tidak dapat beranjak dari tempat tidur karena badan terasa lemas dan nyeri. Saat kondisi tersebut terjadi, pengobatan yang dilakukan akan tergantung pada seberapa parah gejala muncul dan riwayat kesehatan pengidap sendiri.

Jika sesak napas muncul dan tidak mereda dengan sendirinya, periksakan diri segera di rumah sakit terdekat, karena hal tersebut menandakan rendahnya kadar oksigen dalam darah. Jika sudah terjadi, kehilangan nyawa merupakan komplikasi paling parah yang bisa saja terjadi.

Pada pengidap dengan gejala berintensitas sedang, mereka tidak memerlukan prosedur rawat inap, kecuali dalam keadaan kesulitan bernapas atau dehidrasi yang ditandai dengan rasa haus yang luar biasa, mulut kering, penurunan jumlah urine, urine berwarna gelap dan kental, pusing, serta kulit kering.

Jika gejala yang muncul bertambah parah, hal tersebut terjadi karena sistem kekebalan tubuh yang bereaksi secara berlebihan terhadap virus. Akibatnya, sinyal kimiawi tersebar ke seluruh tubuh, sehingga menimbulkan peradangan dan kerusakan pada area yang terkena.

  • Gejala Kritis

Meskipun mengalami gejala kritis, gejala dapat sembuh dengan sendirinya, terutama pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang baik. Namun, pada beberapa orang dengan riwayat pneumonia, gejala kritis yang muncul akan mengancam nyawa, terutama jika sistem kekebalan tubuh mereka rendah.

Pada pengidap gejala kritis, perawatan dilakukan dengan menggunakan respirator guna membantu pernapasan. Jika tidak, kehilangan nyawa merupakan risiko yang dapat terjadi. Saat virus berkembang, virus akan memasuki sel-sel dalam paru-paru dan membunuhnya secara perlahan.

Lalu, apa yang dilakukan oleh sistem kekebalan tubuh saat hal tersebut terjadi? Sistem kekebalan tubuh mengambil justru dapat menghancurkan jaringan paru-paru, bahkan membuat pneumonia semakin parah. Lebih dari itu, sistem kekebalan tubuh bahkan dapat menghalau pasokan oksigen dalam darah. Akibatnya, kegagalan fungsi organ dapat terjadi karena oksigen yang tidak cukup. 

Baca juga: Ini yang Harus Diperhatikan saat Isolasi di Rumah Terkait Virus Corona

Hingga saat ini, belum ada langkah pengobatan khusus pada pengidap virus corona, baik dalam intensitas ringan maupun kritis. Langkah penyembuhan sendiri akan fokus pada kondisi klinis pengidap, serta menjaga dan meningkatkan sistem imunitas tubuh masing-masing pengidap, agar dapat melawan virus dengan sendirinya. 

Kamu bisa buat janji tes COVID-19 baik PCR maupun Swab Antigen, membeli paket suplemen Isolman, hingga konsultasi kesehatan dengan dokter tepercaya melalui Halodoc. Pembayarannya pun gampang banget, kamu bisa menggunakan GoPay. Dengan membayar dengan GoPay, kamu bisa lebih hemat hingga Rp50,000, lho!

Referensi:
WHO. Diakses pada 2020. Q&A on Coronaviruses (COVID-19).
Detik.com. Diakses pada 2020. Kondisi Menhub Membaik, Butuh Berapa Lama untuk Sembuh dari Corona?
Click on Detroit. Diakses pada 2020. How Long Does It Take to Recover from Coronavirus? When Are You Considered Healthy?
UAE. Diakses pada 2020. Coronavirus: How Long Does It Take to Recover?