• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Calon Bumil Wajib Tahu, Ini Siklus Menstruasi dan Kehamilan
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Calon Bumil Wajib Tahu, Ini Siklus Menstruasi dan Kehamilan

Calon Bumil Wajib Tahu, Ini Siklus Menstruasi dan Kehamilan

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 06 Desember 2022

“Ovulasi biasanya terjadi 12 hingga 14 hari sebelum periode haid berikutnya dimulai. Masa ini merupakan waktu di bulan ketika seorang wanita memiliki peluang besar untuk hamil.”

Calon Bumil Wajib Tahu, Ini Siklus Menstruasi dan KehamilanCalon Bumil Wajib Tahu, Ini Siklus Menstruasi dan Kehamilan

Halodoc, Jakarta – Bagi mereka yang sedang merencanakan kehamilan, tentunya siklus haid adalah hal yang penting untuk diperhatikan. Sebab, siklus menstruasi dan kehamilan adalah dua faktor yang saling berkaitan. Sebagai contoh, salah satu tanda kehamilan yang paling utama adalah siklus haid yang terlambat. 

Selain itu, siklus haid juga bermanfaat dalam mengetahui kapan masa subur seorang perempuan. Nah, perlu diingat bahwa masa subur memiliki peluang terbesar akan terjadinya pembuahan untuk menimbulkan kehamilan. Yuk, ketahui lebih mendalam mengenai siklus menstruasi dan kehamilan.

Siklus Menstruasi dan Kehamilan

Perlu diingat bahwa menstruasi adalah keluarnya darah dari vagina yang terjadi sebagai dampak dari siklus bulanan. Siklus ini secara alami menjadi bagian dari proses organ reproduksi wanita dalam mempersiapkan kehamilan. 

Sementara itu, siklus menstruasi diketahui dikendalikan oleh hormon dalam tubuh wanita. Ketika kadar hormon estrogen dalam tubuh meningkat, indung telur akan mengeluarkan sel telur (ovulasi). Pada paruh kedua siklus, kadar hormon progesteron akan meningkat dan ini membuat rahim siap untuk hamil. 

Jika kehamilan tidak terjadi, kadar estrogen dan progesteron akan turun. Perubahan hormonal ini menyebabkan lapisan rahim luruh yang menyebabkan menstruasi. Panjang siklus menstruasi dapat bervariasi dari orang ke orang. Menstruasi biasanya datang setiap 28 hari, tetapi normal jika lebih lama atau lebih pendek dari itu. Nah, jadwal itu dapat memprediksi secara akurat kapan haid dimulai.

Sementara itu itu, perlu diketahui kalau masa paling subur seorang wanita adalah pada saat ovulasi (saat sel telur dilepaskan dari indung telur). Ovulasi biasanya terjadi 12 hingga 14 hari sebelum periode haid berikutnya dimulai. Telur tersebut akan hidup selama 24 jam setelah ovulasi. Masa ini merupakan waktu di bulan ketika seorang wanita memiliki peluang besar untuk hamil. 

Penting untuk Senantiasa Melacak Siklus Menstruasi

Nah, bagi kamu yang sedang merencanakan kehamilan, penting untuk mulai mencatat siklus menstruasi untuk melacaknya. Hal ini bermanfaat untuk mengetahui apakah menstruasi teratur atau tidak. Selain itu, hal ini juga bertujuan agar kamu bisa mengetahui kapan waktu subur yang tepat untuk berhubungan intim. Berikut adalah beberapa hal yang dapat dicatat, antara lain: 

  • Tanggal akhir. Berapa lama periode haid biasanya berlangsung, apakah lebih panjang atau lebih pendek dari biasanya. 
  • Aliran darah. Catat berat atau ringannya aliran darah yang keluar ketika haid terjadi. Selain itu, kamu juga dapat mencatat seberapa sering kamu perlu mengganti pembalut, atau apakah ada gumpalan darah. 
  • Rasa sakit. Jelaskan rasa sakit yang terkait dengan menstruasi dan apakah rasa sakitnya terasa lebih buruk dari biasanya. 
  • Perubahan lainnya. Kamu juga perlu mencatat apakah ada perubahan suasana hati atau perilaku. Sebab, bisa saja perubahan keduanya dapat bervariasi pada setiap siklus haid. 

Telat Haid Tidak Selalu Menunjukkan Kehamilan

Menstruasi yang terlewat memang menjadi salah satu gejala awal kehamilan (dan mungkin yang paling klasik). Namun, telat datang bulan belum tentu berarti kamu hamil, apalagi jika siklus  cenderung tidak teratur. 

Ada banyak kondisi kesehatan selain kehamilan yang bisa menyebabkan terlambat atau tidak datang bulan. Salah satunya adalah faktor stres yang tinggi, sehingga memicu ketidakseimbangan hormon pada tubuh. Karena itu, bagi kamu yang sedang merencanakan kehamilan, selain melacak siklus menstruasi, kamu juga perlu rutin memeriksakan kondisi kesehatanmu. 

Itulah penjelasan mengenai hubungan antara siklus menstruasi dan kehamilan. Jika saat ini kamu ingin merencanakan kehamilan, tapi haid tidak teratur, segeralah periksakan kondisi kesehatanmu. 

Nah, melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa membuat janji medis untuk memeriksakan kondisi. Tentunya tanpa perlu mengantre atau menunggu berlama-lama. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga! 

Referensi: 
NHS Inform. Diakses pada 2022. Periods and pregnancy. 
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Menstrual cycle: What’s normal, what’s not. 
Healthline. Diakses pada 2022. What Do You Want to Know About Pregnancy?