• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Campak Bisa Menyebabkan Kematian, Mitos atau Fakta?

Campak Bisa Menyebabkan Kematian, Mitos atau Fakta?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Campak Bisa Menyebabkan Kematian, Mitos atau Fakta?

Halodoc, Jakarta – Campak adalah kondisi yang tidak boleh disepelekan. Pasalnya, kondisi ini bisa memicu munculnya komplikasi. Apakah penyakit ini bisa menyebabkan kematian? Jawabannya bisa. 

Campak ditandai dengan munculnya rumah kemerahan di seluruh tubuh. Penyakit ini terjadi akibat infeksi virus. Kabar buruknya, virus penyebab campak bisa dengan sangat mudah menular dan menyebabkan komplikasi serius, terutama pada bayi dan anak-anak. Biar lebih jelas, simak pembahasan seputar campak dan komplikasi yang bisa muncul di artikel ini! 

Baca juga: Inilah Gejala Umum yang Dialami Pengidap Campak

Campak dan Hal-hal yang Perlu Diketahui 

Virus penyebab campak bisa dengan mudah menular melalui percikan air liur dari orang yang sebelumnya sudah terinfeksi. Biasanya, penularan virus terjadi saat pengidap campak bersin atau batuk. Penularan virus penyebab campak juga bisa terjadi saat seseorang memegang hidung atau mulut, setelah sebelumnya menyentuh benda yang terpercik air liur atau sudah terkontaminasi virus. Maka dari itu, penting untuk selalu menjaga kebersihan dengan rutin mencuci tangan menggunakan sabun. 

Risiko komplikasi campak menjadi lebih tinggi pada anak-anak di bawah usia 5 tahun dan bisa sangat berbahaya. Anak-anak yang tidak mendapatkan vaksin memiliki risiko sangat tinggi mengalami penyakit. Risiko komplikasi berbahaya, termasuk kematian, juga meningkat pada anak yang tidak mendapat vaksin campak. Wanita hamil yang tidak divaksin dan orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah juga rentan terserang virus penyebab campak dan berisiko tinggi mengalami komplikasi fatal. 

Risiko komplikasi campak menjadi lebih tinggi jika penyakit ini tidak segera ditangani. Sayangnya, campak sering kali tidak disertai dengan gejala yang jelas. Pada beberapa kasus, gejala campak sering terlihat menyerupai penyakit flu, yaitu demam tinggi, batuk, dan pilek. Namun, seiring waktu gejala penyakit ini biasanya akan terlihat semakin parah. Semakin lama, gejala juga disertai dengan munculnya ruam merah di permukaan kulit. 

Baca juga: Ibu, Kenali 14 Gejala Awal Penyakit Campak pada Anak

Ruam campak terlihat seperti benjolan kecil, berwarna merah, dan tersebar luas di seluruh tubuh. Infeksi campak bisa menyebabkan sejumlah komplikasi, mulai dari yang bersifat ringan atau parah. Komplikasi yang muncul juga bisa bersifat sementara atau seumur hidup. Beberapa komplikasi campak yang bisa muncul adalah: 

  • Komplikasi Akut 

Campak bisa memicu komplikasi akut, seperti diare, dehidrasi, infeksi mata, dan infeksi telinga. 

  • Komplikasi Parah

Komplikasi campak yang parah termasuk kelahiran prematur pada ibu hamil yang terinfeksi, ensefalitis, pneumonia, dan gangguan pendengaran. 

  • Komplikasi Jangka Panjang

Infeksi campak bisa menyebabkan cacat intelektual atau perkembangan pada bayi dan anak-anak. 

  • Komplikasi Neurologis 

Komplikasi neurologis seperti subacute sclerosing panencephalitis (SSPE) yang langka juga mungkin terjadi pada perkembangan terkait campak. Diperkirakan ada sekitar 3 dari setiap 1.000 anak yang mengalami campak akan meninggal akibat komplikasi pernapasan dan neurologis.

Namun perlu diingat, risiko komplikasi parah akibat campak meningkat pada anak yang belum pernah menerima vaksin atau tidak lengkap menerima vaksin. Pada kebanyakan kasus, campak biasanya akan sembuh setelah beberapa hari. Anak-anak atau ibu hamil yang tidak mendapat vaksin atau memiliki sistem kekebalan tubuh lemah harus mewaspadai penyakit campak.

Baca juga: Penyebab Campak Bisa Meningkatkan Risiko Alami Pneumonia

Jika pengidap campak menunjukkan kondisi yang parah atau dicurigai mengalami komplikasi, sebaiknya segera bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis segera. Biar lebih mudah, pakai aplikasi Halodoc untuk mencari daftar rumah sakit terdekat dan sesuai kebutuhan. Ayo, download aplikasi Halodoc di App Store dan Google Play!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. Can You Die From Measles?
WHO. Diakses pada 2021. More than 140,000 die from measles as cases surge worldwide.