• Home
  • /
  • Alasan Tubuh Terasa Capek Meski Banyak Rebahan dan Duduk

Alasan Tubuh Terasa Capek Meski Banyak Rebahan dan Duduk

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
 Alasan Tubuh Terasa Capek Meski Banyak Rebahan dan Duduk

Halodoc, Jakarta - Di masa karantina dan work from home (WFH) saat ini, sudah pasti kamu banyak menghabiskan waktu di rumah untuk bekerja maupun belajar. Setiap orang dapat memilih area bekerja di rumah agar dapat melaksanakan tugas dengan nyaman. Sebagian besar orang memilih menyelesaikan tugas kantor di atas kasur. Alhasil, posisi ini sangat nyaman untuk mencuri-curi waktu untuk rebahan. 

Mungkin kamu pernah merasakan, meski hanya di rumah, banyak melakukan rebahan, mengambil banyak kesempatan untuk istirahat, dan duduk bekerja, tubuh tetap terasa capek. Kondisi tubuh terasa capek meski kegiatan hanya rebahan ini dinamakan allostatic load dan kondisi ini umum terjadi. 

Respons Fisik Terhadap Akumulasi Stres

Situasi pandemi seperti sekarang ini, kebanyakan orang mengalami stres, sehingga tubuh mengeluarkan respons fisik. Saat ini hampir setiap orang mengalami peningkatan hormon stres. Tubuh mengalami proses adaptasi fisik secara berulang-ulang, setiap kali stres atau khawatir. Seiring berjalannya waktu, stres yang dialami baik secara fisik maupun psikologis akan berakumulasi. 

Baca juga: Hilangkan Stres dengan Meditasi

Akumulasi stres inilah yang disebut sebagai allostatic load, yaitu diartikan sebagai kerusakan tubuh saat selalu stres. Walaupun secara fisik kamu merasa tidak banyak melakukan kegiatan selama WFH, tanpa kamu sadari otak selalu bekerja dan menghadapi banyak kecemasan dan kekhawatiran. Jadi sebenarnya rasa capek yang kamu alami bukan karena tubuh yang bekerja, melainkan otak. 

Meskipun kamu sudah melakukan sikap terbaik untuk di rumah saja dan mempraktikan physical distancing agar tidak terancam dari virus corona, otak tetap “berkeliaran” keluar. Otak mencoba mendeteksi setiap ancaman, satu-satunya cara yang tanpa kamu sadari yaitu membaca berita. Perlu kamu ketahui bahwa membaca pun ternyata menghabiskan banyak tenaga. 

Perlu kamu ketahui bahwa tubuh membutuhkan banyak energi fisik untuk kegiatan kognitif, seperti memahami permasalahan pekerjaan yang sedang kamu selesaikan, menganalisa berita-berita yang beredar, belum lagi kamu jadi banyak khawatir dan memikirkan banyak hal yang mungkin tidak perlu. Semua kegiatan ini menghabiskan energi tubuh. 

Hampir sebagian besar orang mengalami gangguan tidur, kecemasan, depresi dan jadi sering marah-marah di tengah situasi seperti saat ini. Stres akibat karantina dan pandemi ini mungkin masih akan berlanjut entah sampai kapan. Mengetahui belum adanya kepastian dari pihak manapun, ini juga menjadi masalah pada mental setiap orang yang mengakibatkan tubuh terasa capek.

Baca juga: 4 Cara Menjaga Kesehatan Mental Meski Sedang Stres

Perlu Mengelola Stres dan Kesehatan Tubuh Sekaligus

Perlu kamu ketahui bahwa tetap capek meski banyak rebahan ini memiliki dampak kesehatan. Mungkin pernah kamu sadari bahwa tubuh tidak bergerak terlalu banyak, otak mengalami penumpukan beban dan stres. Di sisi lain, kamu juga tidak bijak dalam pilihan dan pola makanan. Maka coba bayangkan apa saja dampak kesehatan yang dapat terjadi. 

Sejumlah gangguan kesehatan yang dapat terjadi pada kondisi ini di antaranya:

  • Gangguan kardiovaskular.
  • Penumpukan Lemak.
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Depresi.
  • Peningkatan risiko pembekuan darah.
  • Hilangnya kepadatan mineral tulang akibat terlalu banyak rebahan.

Bagaimana untuk keluar dari masalah capek rebahan ini? Melihat kondisi fisik ini ada kaitannya dengan kesehatan mental, maka langkah pertama yang perlu dilakukan adalah untuk tidak menyangkal perasaan sendiri dan membebaskan otak dari stres. Tidak perlu menyalahkan diri sendiri dan siapa pun, yang terpenting kamu dapat mengapresiasi diri karena telah melakukan kontribusi terbaik untuk mempraktikan physical distancing dan WFH di tengah situasi seperti ini. 

Baca juga: Wanita Tidak Boleh Stres, Ini Dampaknya

Langkah kedua, mungkin sulit dilakukan jika tingkat energi sedang turun akibat stres, tapi berolahraga, menjalani pola makan sehat, tetap berkegiatan fisik (seperti beres-beres kamar, rumah, dan sebagainya), dan menjaga siklus tidur memiliki manfaat yang luar biasa dan bisa membantu mengatasi masalah ini. 

Mungkin situasi inilah yang membuat orang yang mengidamkan rebahan berlama-lama justru sudah merasa capek rebahan. Karena nyatanya tidak melakukan cukup aktivitas akan berdampak pada kesehatan. Jika kamu mengalami masalah kesehatan lainnya, kamu dapat bertanya pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasinya sekarang!

Referensi:
Science Direct. Diakses pada 2020. Allostatic Load.
Nature. Diakses pada 2020. Allostasis and Allostatic Load: Implications for Neuropsychopharmacology.