• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Ajarkan Anak Membela Diri saat Di-bully
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Ajarkan Anak Membela Diri saat Di-bully

Cara Ajarkan Anak Membela Diri saat Di-bully

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 22 September 2022

“Bullying atau perundungan dapat merusak mental dan fisik anak. Oleh sebab itu, orang tua perlu mengajari anak cara pertahanan diri untuk mencegah maupun menghadapi situasi ini.”

Cara Ajarkan Anak Membela Diri saat Di-bullyCara Ajarkan Anak Membela Diri saat Di-bully

Halodoc, Jakarta – Berita soal bullying atau perundungan seolah tak ada habisnya. Pelaku seakan tidak jera meski sudah tahu konsekuensi ketika tindakannya diketahui.  Namun, fokus utama dari masalah bullying ini bukanlah hukuman untuk para pelaku, melainkan dampak negatif yang diterima oleh korban. 

Pasalnya, dampak perundungan bisa menyasar fisik dan mental korban. Paling fatal, korban bisa memilih mengakhiri hidup karena tidak mampu menanggung depresi. Anak-anak adalah kelompok individu yang rentan mengalami perundungan. Orang tua perlu mengajarkan strategi pertahanan diri supaya anak mampu membela dirinya saat di-bully.

Tips Mengajarkan Anak Membela Diri saat Di-Bully

Melansir dari Verywell Family, berikut cara mengajarkan anak agar terhindar dari peristiwa bullying:

1. Ajari bahasa tubuh yang percaya diri

Salah satu cara terbaik untuk mencegah perundungan adalah memproyeksikan kepercayaan diri lewat bahasa tubuh. Anak-anak yang membungkuk dan mengalihkan pandangannya cenderung terlihat lemah dan menjadi sasaran empuk pelaku perundungan. Berikut cara-cara yang bisa diajarkan:

  • Berjalan langsung ke arah yang ingin dituju secara tegas. Ajari anak berjalan dengan bahu ke belakang dan mata menghadap ke atas bukan ke bawah.
  • Lakukan kontak mata dengan cara yang netral (tidak agresif) dengan orang-orang di sekitar.
  • Tersenyum pada orang lain untuk meningkatkan harga diri. 
  • Bicara dengan suara yang netral dan tenang. Tidak perlu menanggapi komentar yang tidak baik. 

2. Dorong anak untuk selalu berkelompok

Pelaku perundungan umumnya tidak menargetkan sekelompok anak. Oleh sebab itu, pastikan Si Kecil selalu berkelompok bersama teman-temannya. Jika anak tidak memiliki sekelompok teman, dorong mereka untuk berteman. Bahkan satu teman dekat saja bisa membantu mencegah bullying

3. Ajari anak untuk peka terhadap lingkungan sekitar

Insting terkadang tidak pernah bohong. Beri tahu anak untuk segera menjauhi atau meninggalkan area jika instingnya merasa tidak beres. Jika terpaksa untuk melewati area tersebut, lakukan keterampilan seperti bahasa tubuh yang percaya diri, suara yang tegas, dan berbicara dengan orang lain. 

4. Tinggalkan, bukan berkelahi

Yakinkan anak bahwa mereka tidak lantas menjadi pengecut saat memutuskan lari dari situasi perundungan. Tekankan kepada mereka bahwa lebih penting lari dari situasi sebelum menjadi tidak terkendali. Perkelahian dapat memicu kekerasan dan menyebabkan cedera. Untuk menghindari hal tersebut, sebaiknya tinggalkan dan segera memberitahu orang dewasa atas situasi yang telah terjadi.

5. Mengikuti kelas bela diri

Ayah dan ibu juga bisa mempertimbangkan kelas bela diri untuk anak, seperti pencak silat atau taekwondo. Selain mengajarkan anak pertahanan diri, seni bela diri juga mengajarkan kepercayaan diri dan pengendalian diri anak. Setelah menjalani kelas bela diri, anak diharapkan mampu menerapkan teknik pertahanan diri sebagai langkah perlindungan saat diserang.

6. Menjadi lebih baik

Pelaku bullying umumnya memiliki kekurangan, seperti kurang pandai, memiliki penampilan yang di bawah standar, dan masih banyak lagi. Dorong anak untuk memperbaiki penampilannya atau belajar lebih giat lagi untuk menjadi siswa berprestasi. Dengan cara ini, mereka akan semakin panik melihat kesuksesan Si Kecil dan semakin ragu untuk melakukan perundungan.

Si Kecil juga butuh vitamin dan suplemen untuk menjaga daya tahan tubuhnya. Segera cek kebutuhan vitamin dan suplemen di toko kesehatan Halodoc sekarang juga. Jangan tunggu anak sakit untuk minum vitamin, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Verywell Family. Diakses pada 2022. 8 Self-Defense Strategies to Ward Off Bullying.
Understood. Diakses pada 2022. How to defend kids from bullies.