• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Aman Mengobati Sakit Gigi saat Menyusui

Cara Aman Mengobati Sakit Gigi saat Menyusui

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Sakit gigi yang muncul selama masa menyusui dapat membuat ibu kebingungan. Pasalnya, sebagai ibu menyusui, ibu khawatir mengonsumsi obat sakit gigi memengaruhi kesehatan bayi. Namun, bila tidak diobati, sakit gigi dapat membuat ibu merasa terganggu dan tidak nyaman. Karena itu, ketahui cara aman untuk mengobati sakit gigi saat menyusui di sini.

Saat mengalami sakit gigi, cara paling baik yang bisa dilakukan ibu menyusui adalah menemui dokter gigi untuk mendapatkan perawatan. Namun, sebelum menjalani perawatan, penting bagi ibu untuk memberitahu terlebih dahulu pada dokter bahwa ibu sedang dalam masa menyusui.

Dengan begitu, dokter dapat memberikan jenis perawatan yang tepat. Bila ingin mengonsumsi obat sakit gigi atau obat penghilang rasa sakit, atau obat herbal sekalipun, ibu menyusui dianjurkan untuk membicarakannya terlebih dahulu pada dokter, untuk menjamin keamanannya untuk kesehatan Si Kecil. 

Baca juga: Alami Sakit Gigi, Kapan Sebaiknya ke Dokter?

Perawatan Sakit Gigi yang Aman untuk Ibu Menyusui

Bila ibu menyusui mengalami sakit gigi yang parah atau kerusakan gigi, kemungkian besar dokter gigi akan menyarankan ibu untuk melakukan perawatan gigi, seperti tambalan atau saluran akar. Dokter gigi mungkin juga akan meresepkan obat penghilang rasa sakit dan antibiotik tertentu yang membantu meredakan gejala infeksi gigi atau gusi.

Pada dasarnya, kebanyakan prosedur perawatan gigi aman untuk ibu menyusui. Namun, dokter gigi mungkin akan menyarankan ibu untuk berhenti menyusui untuk sementara waktu saat mengonsumsi obat tersebut untuk mencegah efek samping.

Berikut ini prosedur perawatan gigi yang dinilai aman untuk ibu menyusui:

  • Prosedur Gigi

Dokter gigi akan menggunakan agen penghilang rasa seperti lidocaine sebagai anestesi lokal selama prosedur perawatan gigi. Obat bius ini tidak memengaruhi kuantitas atau kualitas ASI ibu. Dokter gigi mungkin menggunakan berbagai jenis prosedur anestesi bila ibu menjalani perawatan saat menyusui. Meskipun harus menjalani prosedur pencabutan gigi, ibu tidak perlu berhenti menyusui sama sekali. Ibu dapat dengan aman menyusui bayi segera setelah pulih dari anestesi dan nyeri operasi.

  • Sedasi dan Nitrous Oxide

Bila dokter gigi memberikan valium (zat dalam obat penenang), ibu menyusui dapat lanjut menyusui segera setelah ibu sadarkan diri dari obat penenang. Ibu dapat menyusui bayi sebelum masuk atau setelah meninggalkan ruang operasi. Sebagian besar obat yang digunakan untuk sedasi selama perawatan gigi aman untuk ibu menyusui.

Nitrous oksida, yaitu gas penenang yang digunakan dalam perawatan gigi juga tidak masuk ke dalam aliran darah ibu, melainkan segera keluar dari tubuh dan tidak meresap ke dalam ASI.

  • Tes Diagnostik Gigi

Tes diagnostik untuk memeriksa tingkat kerusakan gigi, seperti sinar X dan aspirasi jarum halus, dan lain-lain, semuanya juga tidak dapat memengaruhi produksi ASI secara negatif. Karena itu, ibu dapat terus menyusui Si Kecil dengan aman setelah menjalani prosedur tersebut.

  • Menggunakan Produk Gigi

Ibu menyusui juga dapat dengan aman menggunakan gel mulut, obat kumur atau produk gigi lainnya untuk membantu mengatasi sakit gigi. Obat kumur biasanya mengandung senyawa alami, seperti menthol, yang memberikan sensasi dingin dan meredakan rasa nyeri. Selain itu, obat kumur antiseptik juga membantu membunuh kuman dan bakteri yang ada pada gigi ibu, sehingga peradangan yang disebabkan olehnya berkurang.

Baca juga: Jenis-Jenis Sakit Gigi yang Sering Dirasakan Ibu Hamil

Obat Sakit Gigi yang Aman untuk Ibu Menyusui

Sebagian besar obat sakit gigi juga aman dikonsumsi saat menyusui. Namun ingat, sebelum minum obat apa pun, selalu bicarakan dengan dokter atau dokter gigi terlebih dahulu. Berikut ini jenis antibiotik paling umum yang mungkin akan ibu terima untuk mengobati sakit gigi:

  • Amoksilin

Dikenal juga sebagai penisilin, obat ini diresepkan untuk berbagai prosedur gigi guna mencegah infeksi. Amoksilin aman dikonsumsi saat menyusui dan diperkirakan tidak akan menimbulkan efek buruk pada bayi.

  • Obat Kumur Lidocaine

Obat kumur lidocaine tidak dapat memberi dampak apa pun pada bayi. Namun, bila diminum dengan obat lain, seperti anestesi atau analgesik, dapat mengganggu proses menyusui. Karena itu, bicarakan pada dokter gigi bila ibu diberi resep obat kumur lidocaine dan beritahu bahwa ibu sedang menyusui agar dokter dapat menentukan resep obat yang paling cocok untuk ibu.

  • Eritromisin

Antibiotik ini biasanya diresepkan bila ibu memiliki alergi terhadap penisilin atau amoksilin. Eritromisin juga tidak dapat memberikan efek buruk pada bayi, tapi penting untuk mewaspadai efek samping yang bisa dialami oleh Si Kecil yang baru lahir, seperti diare dan ruam popok.

Selain antibiotik, ibu menyusui juga dapat mengonsumsi obat penghilang rasa nyeri untuk mengobati sakit gigi. Banyak obat pereda nyeri, terutama jenis yang dijual bebas, masuk ke dalam ASI dalam kadar yang sangat rendah.

Pilihan obat pereda nyeri yang aman untuk ibu menyusui, antara lain acetaminophen, ibuprofen, dan naproxen (hanya untuk penggunaan jangka pendek). Ibu menyusui dapat mengonsumsi acetaminophen atau ibuprofen hingga dosis maksimum harian.

Baca juga: Jangan Asal Pilih Obat Sakit Gigi, Bisa Berbahaya

Nah, ibu bisa membeli obat-obatan yang dibutuhkan dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Enggak usah repot-repot keluar rumah, tinggal order melalui aplikasi dan obat pesanan ibu akan diantarkan dalam waktu satu jam. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga ya di App Store dan Google Play.

Referensi:
Mom Junction. Diakses pada 2020. Is It Safe To Undergo Dental Treatment While Breastfeeding?
Blue Hills Dental. Diakses pada 2020. Q&A: Dental Care Guide for When You’re Breastfeeding.
Healthline. Diakses pada 2020. Is It Safe to Take Ibuprofen (Advil, Motrin) While Breastfeeding?