• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Aman Traveling Agar Terhindar dari Virus Corona

Cara Aman Traveling Agar Terhindar dari Virus Corona

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Mau tahu berapa jumlah orang yang terjangkit virus corona (korona) penyebab COVID-19? Menurut data yang Halodoc Himpun dari Johns Hopkins CSSE Senin (9/3) pukul 11:14 WIB, sebanyak 110,041 masyarakat global terinfeksi virus corona terbaru, SARS-CoV-2. 

Hal yang meresahkan, 3,825 orang mesti kehilangan nyawa akibat serangan virus misterius ini. Namun, kabar baiknya sebanyak 61,977 orang berhasil pulih dari ancaman mematikan COVID-19. 

Menyikapi hal ini, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan Badan Kesehatan Dunia (WHO), merekomendasikan agar tidak melakukan perjalanan yang tidak penting. Apalagi ke negara-negara yang banyak terdapat kasus infeksi COVID-19

Namun, andaikan perjalanan dinas atau lainnya tak bisa dihindarkan, ada beberapa upaya yang perlu kamu lakukan. Tujuannya jelas, untuk menghindari serangan virus korona. Lalu, seperti apa sih tips traveling aman agar terhindar dari virus corona? 

Baca juga: 10 Fakta Virus Corona yang Wajib Diketahui

Strateginya seperti Flu, Jangan Sentuh Wajah! 

Pertama-tama ingatlah kalau kuman dan virus bisa bersembunyi di tiap sudut. Dengan penyebaran virus corona yang begitu cepat, mungkin kamu merasa tak berdaya ketika dikelilingi oleh banyak orang. Akan tetapi, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan kok. 

Kabar baiknya, segala sesuatu yang kamu sudah lakukan selama musim flu, merupakan langkah yang bisa kamu lakukan kembali untuk mencegah ancaman virus corona. Nah, dengan kata lain, meski kita tak bisa mengontrol di mana virus ini berada, tetapi kita memiliki kontrol untuk mencegah virus masuk ke dalam tubuh.

Flu dan COVID-19 memiliki satu persamaan, virus penyebabnya sama-sama menyerang saluran pernapasan. Lalu, bagaimana mencegahnya? Simpel, jangan sekali-kali melakukan tindakan yang bisa menginfeksi sistem pernapasan kita. 

Hal yang perlu ditegaskan, virus corona bukan cuma menular lewat droplet (percikan bersin atau batuk) dari pengidapnya saja. Virus corona terbaru ini juga bisa menular lewat sentuhan benda yang terkontaminasi. Ketika menyentuh benda yang terkontaminasi virus, kemudian menyentuh wajah, virus ini bisa menjangkiti tubuh kita. 

Mau tahu berapa banyaknya rata-rata orang menyentuh wajahnya? Menurut penelitian, setiap orang menyentuh wajahnya sekitar 23 kali dalam satu jam saja. Dengan kata lain, hampir 400 peluang yang kita berikan pada virus corona masuk ke dalam tubuh di saat kita terjaga. 

Oleh sebab itu, jangan sekali-kali menyentuh wajahmu, termasuk mata, hidung, dan mulut sebelum mencuci tangan. 

Baca juga: Cegah COVID-19, Orang Sehat Tidak Perlu Pakai Masker?

Tangan Harus Higienis

Mau tahu cara tersimpel mencegah virus corona? Cucilah tangan secara rutin. Cucilah tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer setidaknya selama 20 detik, beberapa kali sehari. Gunakan sabun dan air atau pembersih tangan dengan alkohol setidaknya 60 persen. Kapan waktu yang tepat mencuci tangan? 

  • Sebelum memasak atau makan.

  • Setelah menggunakan kamar mandi.

  • Setelah menutup hidung saat batuk atau bersin.

Hal yang perlu diingat, jangan asal-asalan saat mencuci tangan. Gosok tangan sampai kering dan bersihkan sela-sela jari tangan.

Setelah dibilas, keringkan tangan dengan baik untuk membantu menyingkirkan kuman dan virus. Ingat kuman dan virus hidup lebih baik di lingkungan yang lembab.

Nah, setelah mencuci tangan, lakukan semua yang kamu bisa untuk tidak mengontaminasi ulang tangan. Setelah tangan bersih, jangan menyentuh apapun yang tidak perlu. Gunakan tisu untuk membuka pintu atau dorong dengan siku atau bahu, alih-alih menggunakan tangan. 

Baca juga: Virus Corona Masuk ke Indonesia, 2 Orang Positif di Depok!

Awasi Benda-Benda yang Mungkin Terkontaminasi

Ketika tangan sudah bersih, bagaimana dengan benda-benda lainnya yang mungkin telah terkontaminasi virus? Bila kamu menggunakan pesawat untuk bepergian, bersihkanlah sandaran tangan, baki (tempat menyajikan makanan), ventilasi di atas kepala, media screen, dan hal lainnya yang mungkin tanganmu sentuh.

Ingat, satu pesawat bisa terbang beberapa kali (sekitar 5 kali) dalam satu hari. Dengan begitu, banyak kesempatan kuman dan virus mencemari isi pesawat. 

Contoh, setelah seseorang batuk atau bersin (tanpa menutup hidung dan mulutnya) virus yang keluar bisa hidup selama 48 jam di permukaan benda. Bahkan, menurut penelitian terbaru menunjukkan virus corona dapat bertahan setidaknya 48 jam, atau berhari-hari bergantung pada suhu dan tingkat kelembapan. 

Nah, inilah saatnya untuk mengeluarkan tisu desinfektan. Bersihkan seluruh benda-benda di atas dengan baik. Jangan pelit menggunakan tisu disinfektan, sebab membutuhkan lebih dari satu tisu untuk membersihkan benda-benda di atas. 

Pindah Posisi atau Beri Tahu Kru Pesawat

Bagaimana jadinya bila kita duduk di sebelah seseorang yang tampaknya sedang sakit? Mengingat situasi COVID-19 saat ini, semoga kru penerbangan sadar untuk memastikan penumpang tidak berisiko bagi orang lain. Oleh sebab itu, tak ada salahnya untuk meminta kru kapal memindahkan dirimu atau orang yang sedang sakit. 

Hal yang perlu ditegaskan, mintalah bantuan kru kapal dengan bijak. Biarkan mereka yang menilai situasi di dalam pesawat. Jika orang tersebut mengalami demam dan gejala-gejala, seperti batuk, sulit bernapas, atau keluhan lainnya, mereka dapat memilih untuk mengeluarkan orang tersebut dari penerbangan. 

Jika orang tersebut tidak demam dan risikonya rendah, pilihan lain adalah dengan memberikannya masker untuk mencegah penyebaran virus. 

Bersihkan Benda di Kamar Hotel

Saat tiba di tempat tujuan atau hotel, lakukan hal yang seperti benda-benda di dalam pesawat. Bersihkan segala benda di kamar hotel yang mungkin akan kamu sentuh menggunakan tangan. Mulai dari remote tv, remote ac, telepon kamar, meja, saklar lampu, dan lain-lain. 

Selain itu, ada satu hal yang perlu diperhatikan. Petimbangkanlah untuk mengambil langkah pencegahan ekstra. Contohnya, menghindari tempat keramaian bila sedang sakit atau berusia di atas 60 tahun (lansia). Menurut riset dari pemerintah Tiongkok, lansia dan pengidap penyakit kronis, memiliki risiko yang lebih tinggi terserang virus corona. 

Setelah kembali dari perjalanan dinas atau liburan dari negara terdampak, temuilah dokter atau petugas kesehatan untuk bila dirimu mengalami keluhan kesehatan. Kamu juga bisa melakukan pemantauan secara mandiri selama 14 hari terhadap gejala yang timbul. Ukurlah suhu tubuh 2 kali sehari.

Mau tahu lebih jauh mengenai virus corona atau COVID-19? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter lewat fitur Chat dan Voice/Video Call atau buat janji dengan dokter di rumah sakit rujukan COVID-19 yang dekat tempat tinggalmu melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Web MD. Diakses pada 2020. Avoiding the Coronavirus While Traveling.
Web MD. Diakses pada 2020. Preparing for Coronavirus: Dos and Don’ts.