Ini Cara-Cara Ampuh Cegah Keracunan Makanan

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Ini Cara-Cara Ampuh Cegah Keracunan Makanan

Halodoc, Jakarta - Meski tak terdapat angka pasti mengenai angka keracunan makanan di negara kita, tapi jauh di benua sana, keracunan makanan menjadi masalah medis yang cukup serius. Di Amerika Serikat, menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sekitar 19.000 orang harus masuk rumah sakit akibat keracunan makanan tiap tahunnya. 

Dari angka tersebut, bakteri salmonella merupakan penyebab umum dari keracunan makanan. Bakteri inilah yang akan memengaruhi saluran usus, sehingga menyebabkan masalah serius. Pertanyaannya, adakah cara untuk mencegah keracunan makanan?

Baca juga: Langkah Awal Atasi Keracunan Makanan Saat Traveling

1. Pastikan Bersih dan Matang Sempurna

Cobalah masak bahan makanan hingga matang sempurna, terutama daging atau unggas. Bagi kamu yang gemar mengonsumsi unggas, pastikan untuk memasaknya hingga benar-benar matang. Kata ahli bakteriologi dari University of Glasgow, United Kingdom, setengah dari ayam mentah menghasilkan bakteri Campylobacter, penyebab lebih dari 500.000 kasus keracunan makanan di Inggris Raya. 

Menurut ahli di atas, setidaknya empat dari lima kasus keracunan makanan berasal dari unggas yang kurang matang dan terkontaminasi. Bila masih ragu dengan tingkat kematangannya, gunakanlah termometer makanan untuk mengukur suhunya. Untuk daging ayam perlu dimasak hingga mencapai 165 derajat Celsius. Sedangkan daging steak, setidaknya 145 derajat Celsius. 

Selain itu, jangan pula lupa mencuci tangan setelah memegang daging unggas mentah. Tujuannya untuk menghindari risiko sisa daging tersebut memasuki tubuhmu. 

2. Waspada dengan Makanan Mentah

Makanan mentah memang cukup menggoda untuk sebagian orang. Akan tetapi, makanan ini mengandung bakteri yang bisa membahayakan tubuh. Selain makanan mentah, hindari pula makanan mentah yang tidak dipasteurisasi (proses pemanasan makanan untuk membunuh organisme merugikan, seperti bakteri). Misalnya, telur setengah matang atau susu segar. 

Bagi dirimu yang ingin mengonsumsi sayuran segar untuk dijadikan salad, sebaiknya bersihkan sayuran tersebut dengan benar. Lalu, potonglah di talenan yang terpisah dengan talenan daging atau unggas.

Baca juga: Atasi Keracunan Makanan dengan Tips Ini

3. Teliti saat Berbelanja

Cara mencegah keracunan makanan bisa diawali dengan cermat saat berbelanja. Menurut ahli dari advokasi konsumen di Washington, Amerika Serikat, hal pertama yang bisa kamu lakukan agar terhindar dari keracunan makanan dimulai dari saat membelinya. Singkatnya, pilihlah makanan dengan sangat hati-hati. Misalnya, perhatikan tanggal kadaluarsa hingga cara penyimpanannya. 

4. Masak atau Panaskan Kembali

Menurut para ahli, makanan yang ditinggalkan pada suhu ruang selama berjam-jam (di rumah, pesta, restoran) bisa menjadi biang keladi dari keracunan makanan. Singkatnya, jangan biarkan makanan dalam suhu ruangan lebih dari tiga jam. Sebab, spora dan racun yang dikeluarkan bakteri biasa ditemukan pada makanan yang dibiarkan lebih dari tiga jam di suhu ruang. 

Nah, bila kamu ingin mengonsumsi makanan tersebut, sebaiknya masak kembali atau panaskan (di atas 60 derajat Celsius) sebelum memakannya. Kata ahli diet dari University of Maryland Medical Center, Amerika Serikat, spora dapat berkembang di “zona berbahaya”, yakni 5–60 derajat Celsius.

Baca juga: Hindari Keracunan Makanan karena Salah Simpan

5. Cuci Buah dan Sayur

Bagi kamu yang abai dengan tips ini, rasanya perlu harap-harap cemas. Menurut studi yang dilakukan para ahli di CDC, sekitar 46 persen dari penyebab keracunan makanan di luar Amerika Serikat, disebabkan oleh buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan. Misalnya, sayuran berdaun menjadi penyebab sakit paling banyak karena terdapat bakteri, seperti E. coli

Singkatnya, banyak bakteri yang bisa ditemukan pada permukaan atau kulit buah dan sayuran. Oleh sebab itu, kamu diharuskan untuk mencucinya hingga bersih dengan air mengalir sebelum mengonsumsinya. Ingat, hal ini berlaku untuk sebuah jenis buah. Baik yang kulitnya dimakan maupun buah yang berkulit tebal.

Segera hubungi dokter apabila merasakan gejala-gejala di atas. Penanganan yang tepat dapat meminimalkan dampak, sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan kamu di sini. Mudah, kan? Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play! Mudah, kan?