• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Atasi Inkontinensia Urine saat Masa Menopause

Cara Atasi Inkontinensia Urine saat Masa Menopause

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Saat mengalami menopause, mengontrol kandung kemih menjadi lebih sulit dan termasuk masalah yang umum terjadi. Saat menopause, ovarium berhenti membuat estrogen, yang sangat penting bagi wanita saat ia memasuki masa pubertas. Pasalnya, hormon tersebut berfungsi untuk mengontrol siklus menstruasi. 

Ketika menstruasi terhenti, tubuh akan berhenti bekerja pada semua tahapannya. Perubahan ini disertai dengan hot flash, keringat malam, dan perubahan suasana hati. Selain itu, beberapa perubahan lain dapat menyebabkan masalah kontrol kandung kemih atau inkontinensia urine bagi beberapa wanita. 

Baca juga: Inilah Alasan Wanita Lebih Rentan Inkontinensia Urine

Cara Mengatasi Inkontinensia saat Menopause

Lapisan uretra, tabung yang mengosongkan kandung kemih dari urine mulai menipis. Dasar panggul, kelompok otot yang mendukung kandung kemih jadi melemah. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi inkontinensia urine. Tingkat keberhasilannya tergantung pada jenis inkontinensia yang kamu miliki. Namun, cara ini dapat membantu kamu mendapatkan kembali kontrol otot kandung kemih. 

  • Mengencangkan otot panggul. Latihan kegel melibatkan pengencangan berulang dan pelepasan otot-otot dasar panggul selama beberapa detik. Kamu bisa melakukannya dengan menghentikan air seni, tapi jangan lakukan itu secara rutin. Jika kamu memblokir aliran kencing, itu dapat menyebabkan infeksi. Lakukan setidaknya tiga set (10 gerakan kegel) setiap hari. 

  • Perhatikan apa yang diminum. Kopi, teh, soda, dan minuman beralkohol dapat menyebabkan kandung kemih cepat terisi lalu bocor. 

  • Batasi asupan cairan di malam hari. Jika kamu biasanya bangun di malam hari untuk buang air kecil, sebaiknya kurangi jumlah cairan yang kamu minum pada malam hari. 

  • Jaga berat badan sehat. Berat badan berlebih memberi tekanan lebih pada kandung kemih. 

  • Atur waktu ke kamar mandi. Jika kamu ke kamar mandi dengan jadwal yang telah ditentukan, misalnya setiap jam, ini dapat membantu kamu mendapatkan kembali atas otot kandung kemih. Setelah ada peningkatan, cobalah secara perlahan memperpanjang waktu menuju toilet. 

Baca juga: Kenali 5 Penyebab Sering Buang Air Kecil

Upaya tersebut dapat kamu lakukan di rumah. Namun, jika telah melakukan semua cara tersebut dan inkontinensia urine tidak juga membaik, sebaiknya segera bicarakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Biasanya, dokter akan merekomendasikan pilihan perawatan berikut:

1. Obat-obatan

Obat-obatan tertentu dapat membantu mengurangi gejala dan mengobati beberapa jenis inkontinensia urine. Contohnya, dokter mungkin meresepkan antikolinergik untuk menenangkan kandung kemih jika terlalu aktif. Produk estrogen topik juga dapat membantu mengencangkan uretra dan area vagina. 

2. Stimulasi Saraf

Stimulasi listrik dari otot-otot panggul dapat membantu kamu mendapatkan kembali kontrol dari kandung kemih jika inkontinensia terkait dengan gangguan saraf. 

3. Dengan Perangkat Khusus

Sejumlah perangkat tersedia untuk merawat wanita dengan inkontinensia urine. Alat pencegah kehamilan adalah alat yang paling umum digunakan untuk pengobatan inkontinensia stres. Alat ini semacam cincin yang dimasukkan ke dalam vagina untuk membantu memosisikan ulang uretra untuk mengurangi kebocoran. Dokter juga mungkin meresepkan uretra, alat kecil sekali pakai yang dapat kamu masukkan ke dalam uretra untuk mencegah kebocoran. 

Baca juga: Komplikasi yang Dapat Terjadi Akibat Inkontinensia Alvi

4. Biofeedback

Kamu dapat berdiskusi dengan terapis untuk lebih memahami bagaimana tubuh bekerja. Dalam biofeedback, kawat dihubungkan ke tambalan listrik di atas kandung kemih dan otot uretra. Ini untuk mengirimkan sinyal ke monitor yang dapat memberitahumu ketika otot berkontraksi. Dengan mempelajari kapan otot berkontraksi, kamu mungkin bisa mendapatkan kontrol yang lebih baik. 

5. Operasi

Pembedahan dapat dilakukan untuk memperbaiki dan mengangkat kandung kemih ke posisi yang lebih baik. Ini sering kali jadi pilihan terakhir untuk perawatan inkontinensia urine. 

Referensi;
Healthline. Diakses pada 2020. Menopause and Urinary Incontinence
WebMD. Diakses pada 2020. Menopause and Bladder Control Management