Cara Atasi Mabuk Perjalanan saat Arus Balik Mudik

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Cara Atasi Mabuk Perjalanan saat Arus Balik Mudik

Halodoc, Jakarta – Lebaran usai, pemudik bersiap menghadapi arus balik. Jauhnya jarak yang ditempuh dan lamanya waktu perjalanan bisa meningkatkan risiko pemudik mengalami mabuk perjalanan. Apa itu?

Mabuk perjalanan merupakan satu kondisi yang bisa menyebabkan seseorang merasa tidak nyaman. Kondisi ini biasanya dialami saat bepergian dengan kendaraan, seperti mobil, kereta api, kapal laut, bus, ataupun pesawat terbang. Seringnya, mabuk perjalanan dialami oleh anak-anak, wanita hamil, serta orang berusia lanjut alias lansia.

Meski bukan kondisi yang berbahaya, tapi mabuk perjalanan bisa sangat mengganggu dan membuat tidak nyaman. Pasalnya, kondisi ini bisa menyebabkan seseorang merasa mual hingga muntah. Selain itu, masih ada banyak gejala lain yang biasa dirasakan orang yang mengalami kondisi ini.

Baca juga: 6 Tips Mudik Sehat dan Selamat Sampai Tujuan

Mabuk perjalanan bisa menyebabkan pengidapnya mengalami pusing, wajah pucat, rasa tidak nyaman pada bagian perut, lemas, hingga mengeluarkan keringat dingin. Kondisi ini juga bisa menyebabkan produksi air liur meningkat, hingga membuat pengidapnya kehilangan keseimbangan.

Penyebab dan Cara Mengatasi Mabuk Perjalanan

Mabuk perjalanan adalah kondisi yang bisa menyerang siapa saja. Kondisi ini terjadi akibat ketidakmampuan otak dalam menerima campuran sinyal dari beberapa anggota tubuh.

Selama berada dalam perjalanan, seluruh bagian tubuh memang akan merasakan “pengalaman” yang sama. Mata bisa melihat ke arah berbeda dengan yang dirasakan otot dan sendi.

Selain itu, telinga bagian dalam yang berisi cairan juga mengalami goncangan selama kendaraan melaju. Sinyal-sinyal berbeda inilah yang dikirim ke otak, tapi otak tidak dapat memproses sinyal yang berbeda tersebut.

Baca juga: Menahan BAK saat Mudik Tingkatkan Risiko Infeksi Saluran Kemih

Hal itu kemudian membuat kerja otak menjadi kacau dan tidak normal. Alhasil, timbul keluhan mabuk perjalanan dengan gejala-gejala yang khas, terutama mual dan muntah. Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko mabuk perjalanan, mulai dari kurang beristirahat, perubahan hormonal, mengalami kondisi tertentu, seperti kehamilan dan menstruasi. Melakukan multitasking, misalnya bermain gadget dan membaca buku di dalam kendaraan juga bisa meningkatkan risiko mabuk perjalanan.

Mengatasi mabuk perjalanan bisa dilakukan dengan konsumsi obat antimabuk. Konsumsi obat ini bisa dilakukan sebelum atau sesudah gejala muncul. Namun agar lebih ampuh, sebaiknya konsumsi obat ini 1–2 jam sebelum perjalanan, terutama jika kamu memiliki riwayat mabuk perjalanan.

Meski efektif meredakan mabuk perjalanan, tapi sebaiknya jangan konsumsi obat ini jika kamu menyetir sendiri. Sebab, umumnya obat antimabuk memiliki efek samping berupa rasa kantuk.

Cara terbaik agar perjalanan mudik nyaman adalah hindari mabuk perjalanan terjadi. Ada 4 cara yang bisa dilakukan untuk mencegah kondisi ini terjadi.

  • Atur Pola Makan

Sebelum melakukan perjalanan, hindari mengonsumsi makanan berat karena bisa meningkatkan risiko mabuk perjalanan. Sebagai gantinya, pilihlah camilan untuk mengisi perut.

  • Posisi Duduk yang Tepat

Hindari mabuk perjalanan dengan memilih posisi duduk yang tepat. Pilih posisi duduk yang membuat mata leluasa memandang lurus searah jalan dan posisi duduk yang minim guncangan.

  • Cukup Istirahat

Istirahat yang cukup merupakan satu kunci agar perjalanan mudik nyaman. Maka dari itu, pastikan untuk cukup beristirahat sebelum melakukan perjalanan jauh.

  • Hindari Multitasking

Agar tidak mabuk di perjalanan, hindari melakukan multitasking, seperti bermain gadget dan membaca buku. Hal ini bisa semakin mengacaukan sinyal otak, sehingga risiko mabuk perjalanan semakin tinggi.

Baca juga: Ini Aturan Aman Berkendara saat Arus Balik Mudik

Punya masalah kesehatan selama perjalanan mudik? Hubungi dokter di aplikasi Halodoc saja. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!