• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Bangkit dari Kesedihan setelah Mengalami Keguguran

Cara Bangkit dari Kesedihan setelah Mengalami Keguguran

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Bagi wanita yang sedang menjalankan program hamil, keguguran mungkin menjadi masa-masa yang sangat emosional dan seringkali traumatis. Selain mengalami kesedihan yang luar biasa atas kematian bayi yang didambakan, ada dampak fisik dari keguguran, dan sering kali hal ini juga berdampak pada hubungan dengan pasangan.

Meskipun tidak ada yang dapat menggantikan calon bayi yang seharusnya bisa tumbuh sehat, ada beberapa langkah yang dapat diambil baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang untuk membantu bangkit dari kesedihan setelah mengalami keguguran. 

Baca juga: Ini 5 Penyebab Keguguran dan Cara Menghindarinya

Kehancuran Emosional karena Keguguran

Awalnya, dampak emosional dari keguguran bisa sangat merusak. Setiap orang juga bisa memproses kehilangan secara berbeda, dan rentang emosi tersebut dapat mencakup beberapa hal seperti:

  • Kesedihan.
  • Keputusasaan.
  • Kesedihan.
  • Amarah.
  • Kecemburuan.
  • Perasaan kesepian yang intens (terutama jika ada banyak orang tua di lingkaran sosial).

Banyak yang merasa sulit untuk membicarakan kehilangan mereka. American College of Obstetricians and Gynecologists mencatat bahwa keguguran dini terjadi setidaknya pada 10 persen kehamilan. Meskipun mengetahui bahwa banyak orang tua lain yang mengalami keguguran, ini tidak akan menghapus rasa sakit emosional. Namun, ini dapat membantu agar terasa lebih nyaman untuk bisa berbagi cerita dan membantu mengelola rasa kehilangan ini. 

Baca juga: Bisakah Terjadi Keguguran Tanpa Alami Pendarahan?

Langkah-Langkah Jangka Pendek Setelah Keguguran

Segera setelah keguguran, wanita yang mengalaminya pasti ingin tetap merawat diri sendiri agar segera pulih sambil membiarkan diri berduka. Berikut adalah beberapa langkah yang mungkin ingin bisa dilakukan:

Biarkan Diri Mengekspresikan Emosi

Keguguran rasanya seperti kehilangan orang yang dicintai, yang disertai dengan emosi yang berputar-putar mulai dari kesedihan hingga keputusasaan. Namun, tidak seperti jenis kematian lainnya, keguguran dapat menyebabkan jenis kemarahan yang berbeda.

Wanita yang mengalaminya mungkin merasa marah karena tidak mendapatkan kesempatan untuk bertemu bayi di luar rahim. Ia mungkin merasa marah pada dunia karena kehamilan lain yang berhasil. Penting bagi mereka untuk mengungkapkan semua perasaan. Merasa seperti ini dan merupakan bagian alami dari proses berduka dan merupakan hal yang wajar. Jangan merasa malu untuk berduka.

Andalkan Bantuan Teman dan Orang yang Dicintai

Saat berduka atas keguguran, seorang wanita mungkin tidak dapat mengikuti jadwal normal. Mintalah bantuan teman dan orang yang ia cintai untuk membantunya dengan pekerjaan rumah, atau dalam merawat keluarga. Ia juga membutuhkan teman cerita untuk bisa mengekspresikan emosinya.

Temukan Kelompok Pendukung

Keguguran tidak jarang terjadi, jadi ada banyak kelompok dukungan tatap muka dan online yang tersedia untuk jenis kondisi ini. Meskipun teman dan keluarga akan selalu ada, metode ini juga dapat membantu untuk terhubung dengan orang lain yang telah mengalami kehilangan yang sama persis.

Carilah Bimbingan Spiritual

Jika seorang wanita yang baru saja keguguran merupakan pribadi yang religius, mungkin juga akan membantu untuk berbicara dengan pemuka agama atau guru spiritual. Menghadiri acara ibadah juga bisa menjadi cara tepat. 

Bicaralah dengan Terapis

Seorang konselor duka dapat membantu mengatasi keguguran dan membantu pulih dengan lebih efektif. Bergantung pada kebutuhan, seseorang mungkin juga bisa pergi ke konseling pasangan dengan pasangan. 

Kamu bisa buat janji di rumah sakit untuk bertemu psikolog yang ahli akan masalah ini. Kemudian buatlah janji di Halodoc supaya lebih praktis. Dengan begini, kamu bisa datang ke psikolog tanpa perlu antre lagi.

Baca juga: Lama Hamil setelah Keguguran, Apa Penyebabnya?

Pemulihan Jangka Panjang setelah Keguguran

Pemulihan jangka panjang dari keguguran sangat bergantung pada kesehatan mental dan kesejahteraan emosional secara keseluruhan. Meskipun tubuh akan pulih dari gejala fisik keguguran, sepertinya kamu tidak akan pernah lupa proses kehilangan ini. 

Penting untuk mendedikasikan waktu yang cukup untuk berduka, tetapi sama pentingnya untuk mengetahui kapan dan bagaimana cara melanjutkan hidup. Transisi ini sering terjadi selama proses perawatan diri, yang memberikan waktu untuk menyembuhkan dan memelihara tubuh dan pikiran.

Coba tetap aktif dalam kelompok pendukung, karena bisa saja suatu hari nanti, peran mungkin terbalik. Seseorang bisa mendukung orang tua lain yang pernah mengalami keguguran.

Penting juga untuk tidak terburu-buru hamil dalam jangka waktu tertentu. Dokter kehamilan pasti akan memberi tahu saat tepat untuk mencoba program hamil kembali. 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. Pregnancy Loss: Processing the Pain of Miscarriage.
Very Well Family. Diakses pada 2021. 10 Things to Stop Thinking and Doing After a Miscarriage.
What to Expect. Diakses pada 2021. After a Miscarriage: What Happens and How to Cope.