• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Cepat Mengetahui Masa Subur Ibu agar Cepat Hamil

Cara Cepat Mengetahui Masa Subur Ibu agar Cepat Hamil

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Terdapat beragam cara bagi wanita untuk segera mendapatkan momongan atau keturunan. Salah satunya dengan mengetahui waktu masa subur. Masa subur ibu penting diketahui untuk menentukan waktu yang tepat untuk berhubungan seks bersama pasangan. 

Masa subur ibu atau ovulasi terjadi ketika indung telur (ovarium) melepaskan sel yang siap dibuahi oleh sperma. Pertanyaannya, bagaimana sih cara mengetahui masa subur ibu agar cepat hamil?

Baca juga: Bagaimana Cara Menghitung Masa Subur Wanita

1.Perubahan pada Cairan Serviks

Cara mengetahui masa subur ibu juga bisa dengan memerhatikan perubahan pada cairan serviks. Menurut American Pregnancy Association (APA), cairan serviks yang menyerupai "putih telur" adalah tanda bahwa ibu mendekati ovulasi atau sedang berovulasi.

Setiap wanita bisa mengalami jenis cairan serviksnya sendiri. Dengan kata lain, saat mendekati masa subur cairan serviks wanita bisa berbeda-berbeda. Masih menurut APA, masa subur ibu atau ovulasi terjadi di hari ketika jumlah cairan serviks basah terbanyak. 

2.Suhu Basal Tubuh Meningkat

Cara mengetahui masa subur ibu juga bisa dengan memperhatikan suhu basal tubuh (suhu tubuh ketika bangun di pagi hari). Bagi kebanyakan wanita, biasanya mereka memiliki suhu basal yang agak konsisten sebelum ovulasi atau masa subur.

Masih menurut APA, ketika mendekati masa subur, menurut APA biasanya wanita akan mengalami sedikit penurunan, dan diikuti peningkatan suhu basal yang tajam setelah ovulasi.

Kenaikan suhu menjadi tanda bahwa ovulasi baru saja terjadi. Nah, dengan melacak suhu basal tubuh secara akurat selama beberapa bulan, dapat membantu ibu memprediksi kapan ovulasi akan terjadi.

Baca juga: Inilah Pentingnya Mengetahui Ovulasi dan Masa Subur

3.Perubahan pada Serviks

Selain dua hal di atas, cara mengetahui masa subur ibu juga bisa dengan memperhatikan perubahan posisi atau kekencangan serviks. Menurut APA, serviks akan mengalami banyak perubahan saat seorang wanita berovulasi. Selama ovulasi, serviks akan menjadi lunak (lembut), tinggi, terbuka dan basah. 

Bagi kebanyakan wanita, perlu beberapa waktu untuk dapat membedakan antara apa yang biasanya terasa pada serviks mereka, dan perubahan yang dialaminya selama ovulasi atau masa subur.

4/Merasa Seksi dan Lebih Bergairah

Banyak wanita mengatakan bahwa mereka merasa lebih seksi di sekitar masa subur. Bahkan, ada penelitian yang menunjukkan bahwa perubahan hormon dapat membantu membuat wanita merasa lebih diinginkan, atau bersosialisasi pada hari-hari tertentu daripada hari-hari lainnya. Satu penelitian kecil bahkan menemukan kalau wanita lebih tertarik untuk mengenakan pakaian yang bagus atau menggoda di sekitar waktu ovulasi.

Meski begitu, tidak ada bukti yang kuat untuk memastikan studi di atas. Jadi, seberapa seksi dirimu, bukan cara pasti yang dapat diandalkan untuk mengetahui apakah ibu sedang memasuki masa subur atau tidak.

Baca juga: Mitos tentang Perencanaan Kehamilan yang Sering Salah Kaprah

5.Kenali Tanda Lainnya

Selain empat hal di atas, menurut APA masa subur ibu juga dikenali dengan beberapa tanda (tanda sekunder) lainnya, seperti: 

  • Bercak ringan.
  • Kram ringan atau nyeri di satu sisi panggul.
  • Nyeri payudara.
  • Perut kembung.
  • Peningkatan gairah seks.
  • Indra penciuman, rasa, atau penglihatan yang makin sensitif.

Nah, itulah cara untuk mengetahui masa subur ibu. Bagi ibu yang mau tahu lebih jauh mengenai hal di atas, ibu dapat bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Tidak perlu keluar rumah, kamu bisa menghubungi dokter ahli kapan saja dan di mana saja. Praktis, kan? 



Referensi:
American Pregnancy Association. Diakses pada 2021. Ovulation Symptoms.
Parents. Diakses pada 2021. Signs of Ovulation to Know If You're Trying to Get Pregnant
Baby Centre UK. Diakses pada 201. Ovulation.