Cara Efektif untuk Cegah Demam Rematik

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Cara Efektif untuk Cegah Demam Rematik

Halodoc, Jakarta - Radang tenggorokan biasanya terjadi karena infeksi virus yang menyerang saat terserang flu. Namun, kamu harus berhati-hati, karena radang tenggorokan bisa terjadi karena infeksi bakteri Streptococcus. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini memicu terjadinya demam rematik. Tidak hanya itu, demam rematik bisa terjadi karena komplikasi dari demam scarlet akibat infeksi bakteri yang sama. 

Demam rematik sering menyerang anak-anak berusia mulai dari 5 hingga 15 tahun, meski tidak menutup kemungkinan orang dewasa dan lansia bisa mengalaminya. Meskipun terjadi karena infeksi bakteri, demam rematik tidak menular ke orang lain. Namun, infeksi bakteri Streptococcus bisa menular dari pengidap yang mengalami radang tenggorokan melalui percikan air liur ketika bersin atau batuk. 

Cara Efektif untuk Mencegah Demam Rematik

Demam rematik bisa menyebabkan terjadinya kerusakan permanen pada katup jantung, dan jika tidak segera mendapatkan pengobatan, kelainan ini bisa menyebabkan seseorang mengalami gagal jantung. Gejala yang muncul berupa badan yang kelelahan, nyeri pada sendi yang menyebar di seluruh tubuh, ruam kemerahan, nyeri pada dada, sesak napas, jantung berdebar, dan pembengkakan pada sendi.

Baca juga: Tes untuk Diagnosis Demam Rematik

Jadi, segera lakukan pengobatan apabila kamu mengalami sakit tenggorokan karena radang. Apalagi kalau kamu juga merasakan gejala seperti kesulitan menelan, nanah muncul pada amandel, pembengkakan kelenjar getah bening pada bagian leher, tidak batuk dan pilek, dan ruam kemerahan pada permukaan kulit. Buat janji langsung dengan dokter di rumah sakit yang paling dekat dengan tempat tinggalmu, supaya pengobatan bisa segera dilakukan. 

Lalu, adakah cara efektif untuk mencegah demam rematik? Tentu saja ada. Paling utama, selalu cuci tangan sampai bersih setelah kamu beraktivitas di luar rumah, menggunakan toilet, dan sebelum makan. Kamu tidak dianjurkan untuk berbagi peralatan makan dan minum kepada orang lain, karena semua orang berisiko membawa infeksi bakteri yang menyebabkan radang tenggorokan. Jangan lupa, kenakan masker ketika berada dekat dengan orang-orang yang sedang batuk atau pilek. 

Baca juga: Adakah Pengobatan Rumahan untuk Demam Rematik?

Faktor Risiko dan Pengobatan Demam Rematik

Tidak hanya infeksi bakteri, masih ada faktor lain yang meningkatkan risiko seseorang terserang batuk rematik, termasuk berada di lingkungan yang padat penduduk dan tidak terjaga kebersihannya, terdapat kelainan genetik yang diwariskan langsung dari orangtua. Terlebih, anak-anak berusia antara 5 sampai 15 tahun. Jadi, menjaga kesehatan itu penting, jangan sampai kamu lalai. 

Pengobatan demam rematik diberikan berdasarkan penyebab yang mendasarinya. Biasanya, pengobatan yang diberikan adalah antibiotik untuk mematikan bakteri yang menyebabkan infeksi, obat antiradang untuk membantu meringankan demam, nyeri dan peradangan, dan obat antikejang jika demam rematik diikuti dengan kejang. 

Sayangnya, demam rematik bisa berlangsung dalam kurun waktu yang lama, bahkan hingga bertahun-tahun. Pada beberapa kasus, demam ini memicu terjadinya komplikasi yang cukup serius, termasuk penyakit jantung rematik dan kerusakan yang bersifat permanen pada jantung. Penyakit jantung rematik memicu terjadinya kondisi seperti penyempitan pada katup jantung, kebocoran pada katup jantung, dan kerusakan otot jantung yang berakhir pada gagal jantung

Baca juga: Pola Hidup untuk Pengidap Demam Rematik



Referensi: 
National Health Service UK. Diakses pada 2019. Rheumatic Fever.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Rheumatic Fever.
Healthline. Diakses pada 2019. Rheumatic Fever.