• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 7 Cara Hadapi Pasangan Gangguan Kepribadian Narsistik

7 Cara Hadapi Pasangan Gangguan Kepribadian Narsistik

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Setiap orang memiliki kecenderungan narsisme dengan kadar yang sedikit maupun banyak. Namun, terkadang seseorang tidak mengetahui apakah kadar kepribadian narsistik orang lain atau dirinya sendiri sangat tinggi. Terutama di dalam kualitas hubungan berpasangan. 

Mungkin kamu pernah menyadari bahwa tingkat kenarsisan pasangan sudah dalam taraf yang mengganggu. Namun, hanya karena pasangan kamu memiliki kepribadian narsis, bukan berarti dia tidak pantas dicintai. Kamu hanya perlu melakukan beberapa cara dalam menghadapi pasangan dengan kepribadian narsistik. Berikut upaya yang dapat kamu lakukan. 

1. Ketahui Seperti Apa Kadar Narsis Pasanganmu

Orang yang memiliki kepribadian narsis biasanya rentan tidak merasa nyaman dengan diri mereka sendiri. Sehingga, kamu mungkin tidak menyadari ketika pasangan meremehkan atau menghalangi jalan kamu. Jika kamu benar-benar menempatkan dia sebagai pasangan yang kamu sayangi, dengan kepribadian narsisnya mungkin kalian bisa jadi pasangan yang baik. Syaratnya adalah kamu dapat membuat sang pasangan sebagai tujuan dari hubungan kalian. 

Baca juga: Sering Berbohong, Bisa Jadi Alami Gangguan Kepribadian

2. Akui Kesalahanmu Jika Ada

Seseorang dengan kepribadian narsis bisa menjadi antagonis. Jika kamu dan pasangan sedang bertengkar, ia pasti akan selalu menyela pembelaanmu. Ia juga mungkin akan selalu mencoba menunjukkan apa yang menyebabkan ia frustasi dan marah. Maka sebaiknya akui saja jika itu memang kesalahanmu. 

3. Hargai Asal Kepribadian Narsistik itu Muncul

Orang narsistik rentan untuk perlu membuat diri mereka merasa lebih baik tentang diri mereka sendiri, karena mereka sering merasa tidak aman. Itulah sebabnya terkadang ia bisa menjadi licik. Jika kamu menyadari bahwa kepribadian narsis itu datang dari perasaan tidak aman, kamu dapat memberikannya jaminan untuk membuat pasangan tenang dan fokus pada apa yang perlu dilakukan. 

4. Bicarakan Masalah pada Pasangan

Jika kepribadian narsistik pasangan sudah sangat mengganggu ketenangan batin, kamu perlu berbicara pada pasangan. Beri tahu pasangan mengenai bagaimana setiap perkataan dan perilakunya sangat memengaruhi hidup kamu. Namun, tetaplah spesifik dan konsisten tentang perilaku dan perkataan seperti apa yang tidak dapat kamu terima dan bagaimana kamu ingin diperlakukan. Hanya saja kamu perlu mempersiapkan diri bahwa mungkin mereka tidak mengerti atau tidak peduli. 

Baca juga: Tak Bisa Hidup Mandiri, Kenali Gejala Gangguan Kepribadian Dependen

5. Tetapkan Batas yang Jelas

Seseorang dengan kepribadian narsistik sering kali lebih mementingkan dirinya sendiri. Mereka mungkin berpikir bahwa mereka berhak pergi ke tempat yang mereka inginkan, mengintip barang-barang pribadi kamu, atau memberitahumu tentang bagaimana perasaannya. 

Terkadang pasangan mungkin memberimu nasihat yang tidak diminta dan menghargai hal-hal yang sudah kamu lakukan. Dia mungkin tidak memiliki ruang pribadi, sehingga cenderung melewati batas dalam tindakannya terhadap kamu sebagai pasangannya. Itulah sebabnya kamu harus jelas memberi batas-batas penting. 

6. Pahami Bahwa Pasangan yang Narsis Mungkin Butuh Bantuan Profesional

Orang dengan kepribadian narsistik mungkin tidak melihat adanya masalah dalam dirinya sendiri. Akibatnya, kecil kemungkinan mereka akan mencari konseling profesional. Sebagai pasangannya, kamu dapat menyarankan dia untuk mendapatkan bantuan profesional. Namun, tindakan ini sepenuhnya tanggung jawab pasangan, kamu tidak bisa memaksakannya. Ingatlah bahwa kepribadian narsistik adalah kondisi kesehatan mental. Jadi, itu tidak bisa dijadikan sebagai alasan untuk memperlakukan pasangan yang narsis dengan buruk atau kasar. 

Baca juga: Apakah Olahraga Dapat Meminimalisir Gangguan Kepribadian?

7. Kenali saat Kamu Juga Membutuhkan Bantuan

Berhadapan dengan seseorang yang memiliki kepribadian narsis secara teratur dapat merusak kesehatan mental dan fisik kamu. Jika kamu mulai memiliki gejala kecemasan, depresi, atau penyakit fisik yang tidak dapat dijelaskan, sebaiknya bicarakan pada psikolog melalui aplikasi Halodoc terlebih dulu. Usahakan juga untuk tetap menjangkau komunikasi dengan keluarga dan teman-teman, atau support system lainnya. Ingatlah, jangan memendam masalah ini sendirian.

Itulah setidaknya beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghadapi pasangan dengan kepribadian narsistik. Jika mengalami masalah, jangan ragu untuk segera mendiskusikannya dengan profesional untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. 10 Tips for Dealing with a Narcissistic Personality.
Psychology Today. Diakses pada 2020. 8 Ways to Handle a Narcissist.