• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Melatih Anjing Berdampak pada Ikatan dengan Pemiliknya

Cara Melatih Anjing Berdampak pada Ikatan dengan Pemiliknya

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
undefined

Halodoc, Jakarta - Memiliki hewan peliharaan, dalam hal ini anjing, bisa menjadi teman terbaik sekaligus penyembuh jiwa bagi sebagian orang. Tak heran jika kamu mendapati anjing-anjing yang terlatih. Sebenarnya, melatih anjing memang diperlukan, karena sahabat manusia satu ini juga harus beradaptasi dan merespons berbagai keadaan yang mereka hadapi nantinya. 

Namun, bagaimana cara pemilik melatih anjing peliharaan mereka yang masih saja menjadi perdebatan. Beberapa beranggapan bahwa anjing perlu dilatih dengan disiplin dan diberi hukuman agar bisa berperilaku sesuai dengan keinginan alias penurut, sementara itu ada pula yang memilih untuk melatih anjing dengan metode penguatan positif, yaitu memberikan rewards untuk setiap sikap dan perilaku yang tepat. 

Cara Melatih Anjing Berdampak pada Ikatan dengan Pemiliknya

Sebenarnya, melatih anjing dengan cara yang disiplin atau memberikan hukuman telah digunakan sejak lama. Namun, tahukah kamu jika cara melatih anjing akan memberikan dampak terhadap ikatan dengan pemiliknya? Melalui studi yang diterbitkan dalam Applied Animal Behavior Science, dijelaskan bahwa metode pelatihan yang berbeda memengaruhi keterikatan emosional anjing dengan pemiliknya.

Baca juga: Anjing Kesayangan Pilih-Pilih Makanan, Ini Tips Mengatasinya

Studi ini mengamati sebanyak 34 anjing dari enam sekolah yang berbeda. Tiga sekolah menerapkan cara melatih dengan penguatan positif, sementara itu tiga lainnya menggunakan metode disiplin. Guna menguji keterikatan anjing dengan pemilik, peneliti menggunakan metode yang dinamakan dengan Tes Kondisi. Kehadiran dan keabsenan pemilik dengan anjing di sebuah ruangan dimanipulasi dalam episode yang berbeda. 

Lalu, perilaku anjing akan dianalisis untuk mengetahui berbagai hal yang terkait dengan keterikatan terhadap pemiliknya. Studi ini menemukan bahwa anjing yang dilatih menggunakan metode penguatan positif memiliki keterikatan lebih tinggi dengan pemiliknya. Pun, ditemukan bahwa anjing yang dilatih dengan metode berbasis pemberian rewards lebih ceria di hadapan pemiliknya, dibandingkan dengan orang asing dan menyapa pemiliknya lebih antusias.

Sebenarnya, cara melatih anjing ini akan memberikan dampak pada emosi dari anjing. Jika kamu memberikan pelatihan disiplin yang erat dengan hukuman, anjing akan merasakan emosi yang menyakitkan ketika kamu mengulurkan tangan atau melihat hal maupun benda yang berhubungan dengan latihannya. Sebaliknya, melatih dengan memberikan rewards atau penguatan positif akan memberikan dampak emosi yang menyenangkan karena tidak adanya hukuman. 

Baca juga: Fakta Seputar Vitamin dan Suplemen untuk Anjing

Berteriak pada Anjing dan Memberinya Hukuman

Studi lain yang dipublikasikan dalam PLoS ONE pun menyatakan hal serupa. Ada dampak emosi yang negatif pada anjing jika kamu sering berteriak dan memberinya hukuman. Studi ini membuktikan bahwa anjing-anjing yang diberikan hukuman akan menunjukkan tingkat stres yang lebih tinggi dibandingkan dengan anjing yang diberikan rewards oleh pemiliknya.

Tingkat stres ini dilihat dengan perilaku anjing yang lebih sering menjilat bibirnya dan menguap. Pun, ketika diamati, kadar kortisol anjing peliharaan yang dilatih dengan metode hukuman terbilang lebih tinggi. Hormon kortisol sendiri adalah hormon yang dikeluarkan tubuh sebagai respons terhadap stres yang dihadapi. Berbeda dengan anjing dengan pelatihan penguatan positif yang memiliki kadar hormon kortisol yang lebih rendah. 

Baca juga: 9 Manfaat Memelihara Anjing untuk Kesehatan Anak

Jadi, jika kamu ingin membangun kekuatan dan ikatan yang positif dengan anjing peliharaanmu, berilah ia latihan dengan cara yang menyenangkan. Hindari memberikan hukuman atau berteriak saat ia melakukan kesalahan. Tidak boleh lupa, amati pula kondisi kesehatan anjingmu. Jika ada gejala yang tidak biasa, langsung saja tanyakan pada dokter hewan di aplikasi Halodoc agar anjingmu bisa segera mendapatkan penanganan. 



Referensi:
Anna Catarina, et al. 2020. Diakses pada 2021. Does training method matter? Evidence for the negative impact of aversive-based methods on companion dog welfare. PLoS ONE 15(12): e0225023.
Anna Catarina, et al. 2019. Diakses pada 2021. Carrots versus sticks: The relationship between training methods and dog-owner attachment. Applied Animal Behavior Science 219.
PetMD. Diakses pada 2021. Can Dog Training Methods Affect How a Dog Bonds With Their Owner? Study Says Yes.