• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Membaca Hasil Tes Mantoux
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Membaca Hasil Tes Mantoux

Cara Membaca Hasil Tes Mantoux

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 03 Oktober 2022

“Tes mantoux adalah prosedur yang dilakukan dengan menyuntikkan bakteri penyebab tuberkulosis (TBC). Jika muncul benjolan lebih dari 5 milimeter, ini bisa menjadi indikasi dari TBC.”

Cara Membaca Hasil Tes MantouxCara Membaca Hasil Tes Mantoux

Halodoc, Jakarta – Tes mantoux adalah pemeriksaan yang bertujuan untuk mengetahui adanya kuman penyebab tuberkulosis. Caranya dilakukan dengan menyuntikkan cairan PPD tuberculin di lengan.

Benjolan kecil di permukaan kulit akan terbentuk setelah penyuntikan. Kemudian, benjolan ini ditandai dengan spidol dan dipantau guna mengetahui ada atau tidaknya perubahan pada ukurannya.

Proses pemantauan berlangsung dalam waktu 48 hingga 72 jam. Jika terjadi perubahan ukuran benjolan lebih dari 5 milimeter, ini bisa menjadi indikasi bahwa pasien mengidap tuberkulosis.

Mengartikan Hasil Tes Mantoux

Hasil pemeriksaan tergantung pada seberapa besar benjolan yang muncul setelah penyuntikan cairan PPD tuberculin.

  • Tidak ada benjolan. Hasil pemeriksaan adalah negatif atau tubuh tidak ditemukan kuman penyebab TBC di dalam tubuh.
  • Benjolan lebih dari 5 milimeter. Hasil pemeriksaan adalah positif jika disertai dengan penurunan kekebalan tubuh. Dinyatakan negatif pada anak yang sehat. 
  • Benjolan lebih dari 10 milimeter. Hasil pemeriksaan adalah positif. Artinya, ditemukan kuman penyebab TBC di dalam tubuh atau pernah terpapar kuman TBC sebelumnya.

Hasil terkadang tidak akurat atau negatif palsu. Artinya, pasien sebenarnya terinfeksi kuman penyebab TBC, tapi pemeriksaan menunjukkan hasil negatif. Ini bisa terjadi jika:

  • Tubuh tidak bereaksi dengan tes mantoux karena daya tahan tubuh yang rendah.
  • Sudah terinfeksi kuman penyebab TBC dalam waktu bertahun-tahun.
  • Sedang terinfeksi campak atau cacar.
  • Pasca melakukan vaksinasi campak atau cacar.
  • Teknik penyuntikan cairan PPD tuberculin tidak tepat.
  • Mengidap penyakit yang melemahkan kekebalan tubuh, seperti HIV/AIDS atau kanker.

Hasil juga bisa menunjukkan positif palsu. Artinya, dinyatakan terinfeksi, padahal sebenarnya tidak. Ini bisa terjadi jika:

  • Pasca melakukan vaksin BCG untuk mencegah TBC.
  • Teknik penyuntikan cairan PPD tuberculin tidak tepat.
  • Terinfeksi bakteri Mycobacterium, tapi bukan jenis TBC.

Pada anak, hasilnya akan dipertimbangkan melalui:

  • Penurunan berat badan.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Mengalami batuk lebih dari 3 minggu.
  • Demam yang muncul tiba-tiba.
  • Pembengkakan di area sendi.

Jika hasil perolehannya positif, maka pasien harus melakukan pengobatan selama 2 bulan. Mereka wajib mengonsumsi obat anti TB (OAT). Selama proses pengobatan berlangsung, dokter akan melakukan pemantauan guna mengetahui respons tubuh terhadap obat-obatan.

Pasca Prosedur Tes Mantoux

Pasien diperbolehkan melanjutkan kembali aktivitasnya. Adapun beberapa kondisi yang perlu dihindari, antara lain:

  • Menggaruk atau menggosok bagian bekas suntikan.
  • Menutupi bagian bekas suntikan dengan plester, perban atau salep. Biarkan tetap terbuka.

Jika muncul benjolan di bekas suntikan yang menimbulkan rasa nyeri atau tidak nyaman bahkan bengkak, kompres dengan air dingin. Lakukan cara ini sesering mungkin untuk meredakan efek samping pasca suntikan.

Tes mantoux bersifat aman dan jarang menimbulkan efek samping serius. Efek samping yang disebutkan sebelumnya hanya berlangsung sementara dan akan membaik seiring waktu.

Jika mengalami gejala TBC berupa batuk kronis, nyeri dada saat bernapas, berkeringat di malam hari dan kelelahan, disarankan untuk melakukan tes mantoux. Segera buat janji rumah sakit untuk melakukan prosedur.

Langkah deteksi sedini mungkin bisa meminimalisir risiko komplikasi dan perburukan gejala yang dialami. Jika membutuhkan informasi lain seputar kesehatan, gaya hidup dan pola hidup sehat lainnya, silakan download Halodoc sekarang juga.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2022. PPD Skin Test (Tuberculosis Test).
MedicineNet. Diakses pada 2022. Tuberculosis Skin Test (PPD Skin Test).
WebMD. Diakses pada 2022. TB (Tuberculosis) Tests.