• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Memilih Ikan Sarden Segar untuk Memaksimalkan Manfaatnya
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Memilih Ikan Sarden Segar untuk Memaksimalkan Manfaatnya

Cara Memilih Ikan Sarden Segar untuk Memaksimalkan Manfaatnya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 03 Desember 2021
Cara Memilih Ikan Sarden Segar untuk Memaksimalkan Manfaatnya

“Jika ingin mengonsumsi ikan sarden segar, ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat memilihnya. Mulai dari bau atau aroma yang tercium, kondisi dan warna mata, insang sarden, hingga kondisi kulitnya. Hindari memilih sarden yang matanya berwarna keruh atau menimbulkan aroma menyengat.”

Halodoc, Jakarta – Ikan sarden merupakan salah satu ikan yang banyak peminatnya di Indonesia. Selain karena harganya yang relatif murah dan mudah didapat, rasanya pun juga lezat. Menariknya lagi, sarden juga kaya akan protein dan beberapa nutrisi penting lainnya, dan rendah akan merkuri. 

Maka dari itu, ikan sarden pun dianggap sebagai makanan sehat yang dianjurkan untuk dikonsumsi. Namun, kebanyakan ikan sarden dijual dalam bentuk kemasan kaleng. Nah, bila kamu ingin mengonsumsi sarden yang masih segar, tentu kamu harus mengetahui cara memilihnya. Yuk ketahui informasinya di sini! 

Ini Cara Memilih Ikan Sarden Segar

Jika ingin mengonsumsi ikan sarden segar, ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat memilihnya, yaitu:

  1. Bau

Ikan sarden segar akan dipenuhi dengan aroma laut. Sementara itu, bila ikan sarden sudah mulai membusuk, maka ikan tersebut akan menimbulkan bau yang menyengat.

  1. Perhatikan Matanya

Dilansir dari Medicine Net, ikan sarden yang segar akan memiliki mata yang melotot, bening dan berkilau. Pastikan untuk menghindari ikan sarden yang matanya sudah berwarna keruh, cekung ke dalam kepala. Sebab, beberapa karakteristik tersebut menunjukkan bahwa sarden sudah basi atau mulai membusuk.

  1. Insang

Salah satu hal yang tidak kalah penting untuk diperhatikan saat memilih sarden segar adalah insangnya. Nah, sarden yang masih segar akan memiliki insang yang basah dan berwarna merah muda cerah atau kemerahan. Apabila insang sudah berlendir atau kering, maka dapat dipastikan ikan sarden sudah tidak segar.  

  1. Kondisi Kulit

Dalam memilih ikan sarden, kamu juga harus benar-benar mengetahui warna kulit asli ikan tersebut. Maka dari itu, pilihlah ikan sarden yang berwarna perak mengkilap, kulitnya pun harus utuh, dan juga halus. Hindari ikan sarden yang memiliki memar pada kulitnya, berubah warna, memiliki kulit yang terkelupas, atau berbau busuk.

Ketahui Kandungan Nutrisi Pada Sarden

Selain kaya protein berikut adalah penjabaran dari kandungan nutrisi tersebut, seperti yang dilansir dari Healthline, yaitu:

  1. Vitamin

Ikan sarden tinggi akan kandungan vitamin B12 yang sangat baik. Vitamin B12 sendiri berperan dalam melancarkan fungsi sistem kardiovaskuler pada tubuh dan memberikan tubuh energi. Selain itu, sarden juga diperkaya vitamin D dalam jumlah yang sehat bagi tubuh. Kedua vitamin tersebut bermanfaat dalam menjaga kesehatan tulang.

  1. Mineral

Salah satu mineral yang terkandung pada sarden adalah adalah kalsium, sehingga sarden cocok dijadikan sumber mineral tersebut. Terutama bagi mereka yang memiliki intoleransi terhadap laktosa atau alergi terhadap susu. Menariknya lagi, sarden juga mengandung berbagai mineral penting lainnya. Contohnya seperti niasin, zat besi, kalium, magnesium, zinc, dan fosfor.

  1. Asam Lemak Omega-3

Sarden merupakan salah satu sumber asam lemak omega-3 yang baik. Nah, asam lemak omega-3 sendiri berperan dalam membantu mencegah penyakit jantung karena sifat anti inflamasi yang dimilikinya. 

Menariknya lagi, asam lemak omega-3 juga terbukti memiliki berbagai manfaat lainnya bagi sistem kardiovaskuler. Contohnya seperti menurunkan kadar kolesterol, mengurangi risiko pembekuan darah, mengurangi aritmia (detak jantung tidak teratur), dan menurunkan tekanan darah.

Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Menyantap Sarden

Agar manfaatnya dapat diperoleh secara maksimal, dianjurkan untuk mengonsumsi setidaknya dua-tiga porsi sarden dalam seminggu. Bagi wanita hamil atau menyusui, dianjurkan untuk mengonsumsi sarden hingga 12 ons setiap minggunya. Sementara itu, bagi anak-anak yang berusia di bawah dua tahun, sarden perlu dikonsumsi sebanyak satu ons sekali atau dua kali dalam seminggu.

Meski begitu, setiap orang akan memiliki porsi yang bervariasi, tergantung kebutuhan protein pada tubuhnya. Oleh sebab itu, sebaiknya konsultasikanlah terlebih dahulu porsi sarden yang sesuai kepada ahli gizi atau dokter spesialis gizi. Di samping itu, cara terbaik untuk mengolah ikan sarden adalah dengan memanggang, merebus atau membakarnya.

Nah, itulah penjelasan mengenai cara memilih sarden segar untuk memaksimalkan manfaat kesehatannya. Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilihnya, yakni warna insang, warna matanya, kondisi kulitnya, serta aroma yang tercium.

Bila kamu ingin mengetahui porsi yang ideal dalam mengonsumsi sarden, tanyakanlah kepada dokter spesialis gizi terlebih dahulu. Melalui aplikasi Halodoc, kamu dapat membuat janji dengan dokter spesialis gizi di rumah sakit pilihanmu. Tentunya tanpa perlu mengantre atau menunggu berlama-lama. Jadi tunggu apa lagi? Yuk download Halodoc sekarang!

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg

Referensi:

MedicineNet. Diakses pada 2021. How Do You Eat Sardines?
Healthline. Diakses pada 2021. Are Sardines Good for You?
Healthline. Diakses pada 2021. 11 Evidence-Based Health Benefits of Eating Fish