• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Memilih Obat yang Tepat untuk Mengatasi Kurap

Cara Memilih Obat yang Tepat untuk Mengatasi Kurap

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Cara Memilih Obat yang Tepat untuk Mengatasi Kurap

“Kurap merupakan penyakit kulit yang terjadi karena infeksi jamur (tinea). Munculnya bercak berwarna kemerahan, kulit menjadi bersisik, dan gatal menjadi gejala khas saat kulit terinfeksi kurap.”

Halodoc, Jakarta – Kurap bisa terjadi pada siapa saja, bahkan penyakit kulit ini akan cepat menular pada orang-orang dengan kondisi imun yang terbilang lemah, sering berbagi penggunaan benda-benda pribadi kepada orang lain, dan tidak menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Tentu saja, kurap harus segera ditangani agar tidak menular atau menyebar ke bagian tubuh lainnya. Namun, sebaiknya kamu tidak sembarangan memilih obat kurap, berikut pedoman yang bisa kamu perhatikan. 

Memilih Obat untuk Mengatasi Kurap

Kurap bisa ditangani dengan pengobatan medis dari dokter. Obat yang diresepkan biasanya bergantung pada seberapa parah infeksi yang terjadi pada kulit dan gejala yang kamu rasakan. 

Agar kamu mendapatkan obat yang tepat, pastikan kamu sudah bertanya terlebih dahulu pada dokter. Lebih mudah kalau kamu pakai aplikasi Halodoc. Cukup download aplikasinya di ponsel, kamu bisa tanya jawab kapan saja dengan dokter. Resep obat yang diberikan dokter pun bisa segera kamu dapatkan tanpa harus repot ke apotek karena adanya fitur pharmacy delivery.

Baca juga: Haruskah Kurap Diperiksakan ke Dokter Spesialis Kulit?

Jika infeksi kurap muncul pada kaki atau bagian selangkangan, obat yang bisa kamu gunakan biasanya berjenis topikal yang termasuk kelompok antijamur. Obat tersebut akan bekerja secara efektif dalam menghambat kerja enzim jamur dan ergosterol, yaitu komponen utama yang memiliki peran penting pada terbentuknya dinding sel jamur. Bentuk obat tersebut bisa berupa bedak, losion, gel, atau krim dengan cara penggunaan dioles. 

Cara penggunaannya yaitu mengoleskan obat tersebut pada area kulit yang terinfeksi sekaligus sedikit area kulit di sekitarnya. Umumnya, dosis penggunaan obat ini adalah dua kali sehari dalam jangka waktu antara dua hingga empat minggu. Kemudian, penggunaan akan dilanjutkan antara satu sampai dua minggu setelah gejala berkurang. 

Ada pula jenis obat topikal yang hadir dalam bentuk sampo, biasanya akan diresepkan untuk kurap yang menyerang bagian kulit kepala. Tentu saja bahan yang terkandung dalam sampo tersebut tidak sama dengan sampo biasa, dan penggunaannya pun harus berdasarkan anjuran. 

Baca juga: Penyebab Orang yang Alami Obesitas Rentan Terkena Kurap

Beberapa kondisi kurap juga membutuhkan obat minum atau oral. Biasanya, obat minum akan diresepkan pada pengidap kurap wajah atau area tubuh yang berambut seperti dagu atau kepala. Selain itu, obat kurap minum juga diberikan apabila kurap tidak sembuh setelah menggunakan pengobatan topikal. 

Beberapa jenis obat antijamur oral ini bekerja dengan menghentikan terjadinya pembelahan jamur, meski tidak sepenuhnya membunuh jamur tersebut. Obat jenis ini akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menghilangkan kurap. Ada pula yang bekerja dengan mengikat enzim jamur sekaligus menghentikan terbentuknya ergosterol. 

Baca juga: Jangan Tertukar, Ini Bedanya Kurap dengan Kudis pada Kulit

Akan tetapi, obat-obat antijamur oral ini tidak disarankan untuk dikonsumsi wanita hamil. Pasalnya, dampak yang ditimbulkan terbilang cukup berbahaya, salah satunya adalah mengakibatkan cacat lahir. Jadi, kalau kamu sedang dalam kondisi hamil, pastikan kamu memberi tahu dokter agar diberikan obat yang lebih aman untuk kondisi tersebut. 

Obat Kurap Alami

Selain obat medis, kurap juga bisa diatasi dengan memanfaatkan bahan-bahan alami yang bisa didapat dengan mudah di rumah. Beberapa di antaranya, yaitu:

  • Lidah buaya.
  • Cuka apel.
  • Kunyit.
  • Minyak kelapa.
  • Oregano.
  • Minyak pohon teh.

Masing-masing memiliki kandungan tertentu yang bisa membantu mengurangi gejala kurap secara alami. Namun, pada beberapa kondisi, kurap tidak bisa ditangani sama sekali dengan menggunakan obat alami. Jika memang demikian, kamu harus segera membuat janji dengan dokter spesialis kulit untuk mendapatkan pengobatan.

Referensi:

DermNet NZ. Diakses pada 2021. Topical Antifungal Medication.

Harvard Health Publishing. Diakses pada 2021. Ringworm (Tinea). 

American Academy and Dermatology. Diakses pada 2021. Ringworm Diagnosis and Treatment.