Cara Mencegah Delirium Tremens yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
cara-mencegah-delirium-tremens-yang-perlu-diketahui-halodoc

Halodoc, Jakarta – Seperti yang sudah kita semua ketahui, minum-minuman beralkohol merupakan kebiasaan tidak baik yang bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Apalagi bila minuman beralkohol dikonsumsi dalam jumlah yang banyak dan sering. Namun, menghilangkan kebiasaan buruk tersebut tidaklah mudah. 

Selain itu, kamu yang sudah terbiasa minum minuman beralkohol dalam jumlah banyak juga sebaiknya membicarakannya terlebih dahulu pada dokter bila ingin berhenti minum. Pasalnya, berhenti minum secara tiba-tiba bisa membuat kamu berisiko mengalami delirium tremens, yaitu kondisi detoksifikasi alkohol yang parah. Karena itu, yuk baca cara mencegahnya di bawah ini.

Apa Itu Delirium Tremens?

Delirium tremens (DT) merupakan bentuk penarikan diri dari alkohol yang paling parah. Kondisi ini terjadi ketika seseorang yang memiliki kebiasaan minum-minuman beralkohol dalam jumlah banyak, berhenti minum sama sekali secara tiba-tiba. Delirium Tremens bisa menyebabkan masalah yang serius pada otak dan sistem saraf pengidapnya, seperti kebingungan parah dan menjadi sangat hiperaktif yang dapat berakibat pada gangguan jantung dan pembuluh darah.

Diperkirakan 50 persen orang yang memiliki kecanduan alkohol akan mengalami gejala penarikan bila mereka berhenti  minum secara tiba-tiba. Dari 50 persen tersebut, 3–5 persen di antaranya akan mengalami gejala delirium tremens, seperti kejang dan kebingungan yang parah.

Baca juga: Ini Dampak Negatif Kecanduan Alkohol pada Tubuh

Penyebab Delirium Tremens

Delirium Tremens hanya terjadi pada peminum alkohol berat. Mengonsumsi alkohol secara berlebihan dapat menstimulasi dan mengiritasi sistem saraf. Bila kamu meminumnya setiap hari, tubuh akan menjadi semakin tergantung pada alkohol dari waktu ke waktu. Ketika kondisi ini terjadi, sistem saraf pusat sudah tidak dapat lagi beradaptasi dengan pengurangan alkohol.

Alkohol dapat memengaruhi neurotransmitter otak seseorang. Neurotransmitter adalah bahan kimia yang berperan sebagai pembawa pesan otak ke bagian lain dari otak dan sistem saraf. Ketika kamu mengonsumsinya, alkohol dapat menekan neurotransmiter tertentu di otak kamu. Hal inilah yang menyebabkan kamu merasa rileks saat minum. Namun, ketika kamu berhenti minum, maka tidak ada lagi tekanan pada neurotransmitter. Perubahan ini bisa membuat neurotransmitter bekerja secara berlebihan, hingga pada tahap terlalu aktif. Kondisi inilah yang menyebabkan kamu akan mengalami gejala penarikan alkohol saat tiba-tiba berhenti minum.

Delirium tremens akan terjadi pada peminum berat yang:

  • Tiba-tiba berhenti minum.

  • Mengurangi konsumsi alkohol terlalu cepat.

  • Tidak makan cukup saat mengurangi konsumsi alkohol.

  • Mengalami cedera kepala.

  • Sedang sakit atau mengalami infeksi.

Faktor Risiko Delirium Tremens

Delirium tremens biasanya dialami oleh peminum alkohol berat dan dalam jangka waktu yang lama, atau peminum yang memiliki riwayat sindrom alcohol withdrawal atau delirium. Menurut Pusat Pengendalian Penyakit dan Pencegahan, ukuran konsumsi alkohol yang berat adalah 15 minuman dalam seminggu untuk pria dan delapan minuman dalam seminggu untuk wanita. 

Selain itu, memiliki riwayat gangguan kejang atau kerusakan otak lainnya juga dapat membuat seseorang berisiko mengalami delirium tremens.

Baca juga: 7 Gejala Delirium Tremens yang Wajib Diwaspadai

Cara Mencegah Delirium Tremens

Karena dapat menimbulkan dampak yang serius bahkan membahayakan nyawa pengidap, delirium tremens perlu diwaspadai. Cara terbaik untuk mencegah delirium tremens sebenarnya adalah dengan mengonsumsi alkohol secukupnya atau malah tidak sama sekali. Bicaralah pada dokter bila kamu sudah mulai kecanduan untuk minum alkohol dalam jumlah banyak. Dokter dapat membantu kamu untuk berhenti minum secara aman dan mencegah terjadinya gejala penarikan alkohol.

Sedangkan bagi kamu yang sudah menjadi peminum berat, sebaiknya bicarakan terlebih dulu pada dokter ketika memutuskan untuk berhenti minum. Sebaiknya minta bantuan ahli medis untuk mengatasi kecanduan alkohol daripada mencobanya sendiri. 

Baca juga: Pengobatan Delirium Tremens yang Bisa Dilakukan

Kamu juga bisa meminta saran medis dari dokter dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Hubungi dokter kapan dan di mana saja melalui Video/Voice Call dan Chat untuk berdiskusi seputar masalah kesehatan dan pengobatan yang sesuai. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Alcohol Withdrawal Delirium.