• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Mencegah Gangguan Penyalahgunaan Zat pada Remaja

Cara Mencegah Gangguan Penyalahgunaan Zat pada Remaja

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Kata siapa penyalahgunaan zat seperti narkotika, psikotropika, dan zat-zat adiktif (NAPZA) hanya terjadi di kalangan orang dewasa saja? Faktanya, data Badan Narkotika Nasional (BNN) mengatakan prevalensi angka penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar di 13 ibu kota provinsi di Indonesia, mencapai angka 3,2 persen. Angka itu kira-kira setara dengan 2,29 juta orang. Tak sedikit, bukan?

Kira-kira apa sebabnya? Pada kebanyakan kasus, penyalahgunaan narkoba pada remaja karena adanya rasa ingin tahu yang tinggi, yang akhirnya menjadi sebuah kebiasaan. Di samping itu, gangguan penyalahgunaan zat ini juga bisa dipicu oleh masalah dalam hidupnya, atau berteman dengan pecandu narkoba. 

Lantas, bagaimana cara mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja? Nah, berikut ini upaya yang bisa orangtua lakukan. 

Baca juga: Kecanduan Narkoba Berdampak pada Fungsi Otak, Benarkah?

1.Berikan Pengetahuan Dasar tentang Narkoba

Anak-anak yang belajar banyak tentang risiko penyalahgunaan alkohol dan narkoba dari orangtua mereka, 50 persen cenderung lebih rendah untuk menyalahgunakannya. Oleh sebab itu, berikan edukasi dan informasi pada anak sejak dini. Mulai dari bahaya penggunaan narkoba, hingga cara menolak bila orang lain menawarkan obat-obatan terlarang pada dirinya. 

2.Jelaskan Tentang Harapan Orangtua

Orangtua bisa membangun kepercayaan pada anak dengan memiliki aturan yang jelas dan konsisten. Beritahu mereka bahwa menggunakan narkoba tidak boleh karena:

  • Melanggar hukum.
  • Tubuh masih mengalami pertumbuhan dan otak masih terus berkembang pada masa anak-anak atau remaja. Ingatkan bahwa narkoba bisa mengganggu kemampuan mengingat dan merusak otak secara permanen. 
  • Menggunakan narkoba pada masa remaja membuat anak lebih mungkin menjadi kecanduan, bahkan melakukan tindak kejahatan.
  • Pengguna narkoba lebih cenderung membuat keputusan yang buruk saat dalam pengaruh obat-obatan. 

Baca lagiJenis-Jenis Narkoba yang Perlu Diketahui

3.Terlibat Dalam Kehidupan Anak

Anak-anak cenderung menggunakan narkoba ketika mereka kurang diperhatikan oleh orangtuanya. Nah, cobalah agar lebih terlibat dalam kehidupan anak, misalnya dengan: 

  • Dengarkan Si Kecil dan coba tanyakan kepada mereka tentang hal-hal yang mereka sukai.
  • Bersikap empati bila mereka memiliki masalah dengan temannya.
  • Ketika anak tampak marah atau kesal, mulailah percakapan dengan pengamatan seperti "Kamu tampak sedih" atau "Kamu terlihat stres."
  • Makan malam bersama anak setidaknya empat kali seminggu.
  • Kenali teman-teman anak dan orangtua mereka.
  • Ketika anak pergi ke rumah temannya, pastikan ada orang dewasa yang mengawasi mereka di sana. 
  • Ingatkan Si Kecil bahwa mereka bisa menelepon dirimu kapan saja ketika mereka memiliki masalah. 

Selain tiga hal di atas, berikut ini cara mencegah penyalahgunaan narkoba pada remaja, menurut BNN dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). 

  1. Berikan informasi secara hati-hati. Hindari informasi yang sifatnya sensasional dan ambisius. Sebab, hal ini justru akan menarik bagi mereka untuk menguji kebenarannya dan merangsang keberaniannya.
  2. Kenali dengan baik ciri-ciri anak yang mempunyai risiko tinggi untuk menggunakan NAPZA baik yang berada dalam taraf coba-coba, iseng, pemakai tetap maupun yang telah ketinggalan.
  3. Berikan dukungan moril dan penanganan, apabila anak mengalami atau menghadapi masa krisis dalam hidupnya.
  4. Orangtua harus memiliki pengetahuan yang jelas tentang narkoba, agar memberikan pembekalan pada anak tentang ganasnya narkoba dan cara menghindarinya.
  5. Hindari kepercayaan diri yang berlebihan bahwa anaknya adalah anak yang sempurna dan tidak punya masalah.
  6. Jangan segan mengawasi dan mencari penyebab terjadinya perubahan tingkah dan perilaku pada anaknya.
  7. Cek secara berkala kondisi kamar apabila anak memiliki kamar pribadi, pakaian yang habis dipakai, tas sekolah, dan atribut lainnya. Saat melakukannya, orangtua perlu strategi yang baik agar tidak menimbulkan konflik dengan anaknya.
  8. Menjadi model dan contoh yang baik bagi anaknya, sekaligus berperan sebagai sahabatnya. 

Baca juga: Selain Kerusakan Sel, Apa Saja Bahaya Narkoba?

Nah, agar anak terhindar dari bahaya narkoba, tak ada salahnya orangtua menerapkan cara-cara di atas demi kebaikan anak di masa mendatang. Ibu juga bisa bertanya langsung pada psikolog atau dokter ahli mengenai cara mencegah penyalahgunaan narkoba, atau dampak buruk narkoba terhadap kesehatan melalui aplikasi Halodoc

Referensi:
The Partnership for a Drug-Free New Hampshire. Diakses pada 2020. 7 ways to protect your child
BNN. Diakses pada 2020. Pencegahan Penyalahgunaan Napza 
BNN. Diakses pada 2020. Penggunaan Narkotika di Kalangan Remaja Meningkat
BKKBN. Strategi Sederhana Pencegahan Penggunaan Narkoba Melalui Keluarga.