Cara Mencegah Kematian Akibat Rabies

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Cara Mencegah Kematian Akibat Rabies

Halodoc, Jakarta - Memiliki hewan peliharan pasti menyenangkan, ya. Kehadiran mereka bisa menjadi teman terbaik di kala sedih atau sedang dilanda stres. Hewan peliharaan seperti anjing dan kucing baik dipelihara kalau kamu punya kecenderungan sering stres. Mereka sangat lucu dan menggemaskan, bukan? Namun, waspada terhadap bahaya rabies yang mengintai, ya!

Rabies termasuk ke dalam kategori penyakit mematikan, dan dapat menular dari hewan ke manusia atau bisa disebut penyakit zoonosis. Jika kamu terinfeksi penyakit ini, risiko yang mengikuti sangat besar, bahkan kematian jika kamu tidak segera mendapatkan pengobatan. Lalu, bagaimana caranya mencegah kematian yang terjadi akibat rabies ini?

Mencegah Kematian Akibat Rabies yang Mematikan

Rabies terjadi karena peran serta virus yang menginfeksi tubuh melalui cakaran maupun gigitan hewan yang terkontaminasi. Virus jenis RNA yang berasal dari famili rhabdovirus ini menyerang bagian sistem saraf pusat setelah masuk ke tubuh sebelum berpindah ke bagian otak. Ketika sudah memasuki dan menyerang bagian saraf, maka terjadi peradangan pada otak yang menyebabkan kematian jika tidak ditangani. 

Baca juga: Tak Hanya Anjing, Hewan Ini Juga Bisa Sebabkan Rabies

Tidak hanya menyerang bagian saraf, virus rabies bisa membelah diri dan menyerang jaringan pada otot. Jika itu terjadi, sudah pasti kamu akan mengalami kelumpuhan. Virus ini dapat dijumpai pada air liur hewan. Apabila air liur yang terkontaminasi ini masuk ke tubuh melalui luka cakaran atau gigitan, kamu bisa berisiko mengalami rabies. 

Lalu, bagaimana cara mencegah kematian yang terjadi akibat infeksi virus rabies yang begitu membahayakan? Berikut beberapa cara yang dicoba, yaitu: 

  • Vaksin Hewan Peliharan

Hewan-hewan berdarah panas berisiko mengalami rabies. Namun, kelelawar, rubah, kucing, dan anjing memiliki risiko yang lebih tinggi. Oleh karena itu, tindakan pencegahan yang bisa dilakukan tentu saja memvaksin hewan peliharaanmu. Terutama kalau kamu memelihara anjing dan kucing dan kamu membiarkannya bermain di luar rumah. Vaksin ini perlu diulang agar virus benar-benar mati. 

Kalau kamu ingin tahu apa saja penanganan yang bisa kamu lakukan untuk mengobati rabies, kamu bisa langsung bertanya pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Fitur Tanya Dokter di aplikasi ini membantu kalau kamu punya masalah kesehatan dan ingin tahu jawabannya langsung dari pakarnya. 

Baca juga: 4 Fakta Tentang Rabies pada Manusia

  • Pastikan Tidak Sembarang Memelihara Hewan Liar

Rasa iba membuat kamu memutuskan untuk memelihara kucing atau anjing yang terbiasa hidup di jalanan. Kalau kamu berniat memelihara mereka, pastikan pilih hewan yang sehat, ya! Jika perlu, mandikan hewan dan berikan vaksin untuk memastikan ia benar-benar sehat dan tidak membawa virus penyakit yang membahayakan. 

  • Hindari Kontak Langsung

Hewan liar memang sangat berisiko mengalami rabies. Nah, supaya kamu tidak tergigit atau tercakar, hindari kontak langsung dengannya. Kalau ingin memberi makan, berikanlah tanpa menakuti atau menyentuhnya. Mereka bisa saja bereaksi spontan dengan mencakar atau menggigit jika merasa terancam. 

Baca juga: 3 Gejala Rabies pada Manusia

  • Biarkan Hewan Peliharaan Tetap di Rumah

Demi keamanan, jangan biarkan hewan kesayangan bermain-main di luar rumah. Pasalnya, mereka bisa saja berinteraksi dengan hewan lain yang sudah terkontaminasi rabies tanpa kamu ketahui. Jika ingin mengeluarkannya, temani saja hewan tersebut bermain di luar, sehingga kamu masih bisa memberikan pengawasan. 

Referensi: 

Healthline. Diakses pada 2019. What You Need to Know About Rabies.
Medical News Today. Diakses pada 2019. Rabies Prevention.
American Human. Diakses pada 2019. Rabies Facts and Prevention Tips.