• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Mencegah Komplikasi Hematoma pada Ibu Hamil

Cara Mencegah Komplikasi Hematoma pada Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Cara Mencegah Komplikasi Hematoma pada Ibu Hamil

Halodoc, Jakarta - Perdarahan selama kehamilan memang sangat mengkhawatirkan, tetapi ini tidak selalu merupakan tanda keguguran. Terkadang perdarahan adalah gejala dari jenis bekuan darah yang cukup umum yang disebut hematoma, dan dalam kasus ibu hamil jenis yang paling umum adalah hematoma subchorionic. 

Hematoma subchorionic adalah kondisi yang terjadi akibat penumpukan darah yang tidak normal antara plasenta dan dinding rahim. Sayangnya, belum ada penjelasan pasti mengapa kondisi ini bisa terjadi, tetapi ada beberapa kemungkinan penyebabnya. Dalam banyak kasus, kondisi ini bahkan tidak memerlukan perawatan. Wanita yang mengembangkan hematoma subchorionic bahkan bisa menikmati kehamilan normal dan kemudian memiliki bayi yang sehat. 

Baca juga: Penyebab Terjadinya Hematoma pada Ibu Hamil


Kemungkinan Komplikasi Hematoma Subchronic

Hematoma yang ditemukan pada awal trimester pertama cenderung tidak terlalu bermasalah dibandingkan yang ditemukan pada trimester setelahnya. Selain itu, secara umum hematoma kecil di permukaan plasenta jauh lebih tidak memprihatinkan dibandingkan yang berkembang di bawah plasenta atau di belakang selaput janin.

Hematoma yang tidak berkembang juga tidak terlalu mengkhawatirkan, tetapi jika kondisi ini sering terjadi, ini dapat menyebabkan plasenta menarik diri dari tempat perlekatannya di rahim. Jika lebih dari 30 persen plasenta terlepas, hal itu dapat menyebabkan hematoma membesar. Ini dapat memicu efek domino di mana selaput (kantung ketuban) pecah sebelum waktunya, yang menyebabkan aborsi spontan.

Faktanya, penelitian telah menemukan bahwa hematoma subchorionic dapat meningkatkan risiko berbagai komplikasi kehamilan, termasuk keguguran, persalinan prematur, solusio plasenta, dan ketuban pecah dini.

Untuk mendiagnosis penyebab perdarahan, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin melakukan tes darah. Mereka mungkin juga menyarankan pemeriksaan USG.

Untuk mencegah komplikasi, kebanyakan dokter akan merekomendasikan wanita hamil untuk membatasi beberapa aktivitas, seperti hubungan seksual, dan perbanyak istirahat. Seorang dokter dan anggota lain dari tim perawatan kesehatan juga akan memantau sampai pendarahan berhenti, atau hingga sembuh sendiri.

Jika saat hamil kamu mengalami perdarahan, sebaiknya jangan menganggap sepele kondisi ini. Segera buat janji ke rumah sakit untuk mengetahui penyebabnya. Kamu bisa buat janji dengan dokter kehamilan di rumah sakit langsung menggunakan aplikasi Halodoc

Baca juga: Ibu Hamil Harus Tahu 7 Gejala Solusio Plasenta


Lantas, Apa Penyebab Hematoma Subchronic?

Penyebab hematoma subchorionic tidak sepenuhnya dipahami. Diduga dalam beberapa kasus, perdarahan dapat terjadi ketika plasenta terlepas seluruhnya atau sebagian dari dinding rahim. Kemungkinan lain adalah ketika sel telur yang telah dibuahi ditanamkan ke dalam dinding rahim, tetapi mengalami perlekatan yang tidak normal. 

Selain itu, ada beberapa penyebab perdarahan atau bercak pada awal kehamilan, misalnya: 


  • Hubungan seksual.
  • Infeksi.
  • Perdarahan implantasi.
  • Perubahan pada serviks.


Dan ada juga penyebab perdarahan lain yang lebih serius dan mungkin terjadi pada awal kehamilan, misalnya:


  • Keguguran.
  • Kehamilan ektopik, yaitu saat sel telur yang telah dibuahi ditanamkan di tempat lain selain rahim.
  • Kehamilan mola, yaitu massa jaringan langka yang terbentuk di dalam rahim, bukan di janin.


Baca juga: Ibu Hamil, Wajib Tahu Penyebab dan Tanda Keguguran


Perawatan untuk Atasi Hematoma

Setelah hematoma subchorionic terbentuk, tidak ada yang dapat dilakukan dokter untuk mengatasinya. Namun, kondisi ini bisa dikelola. Jika kamu mengalaminya, tergantung pada lokasi dan ukuran hematoma, dokter mungkin menyarankan kamu untuk datang guna pemeriksaan lanjutan rutin.

Kamu juga akan disarankan untuk menghindari aktivitas berat, angkat berat, atau olahraga berlebihan. Ibu hamil juga mungkin perlu sering istirahat untuk mencegah peningkatan tekanan darah. Tetap terhidrasi dengan baik dapat membantu mencegah sembelit dan ketegangan berikutnya yang dapat memicu pendarahan.

Dalam kasus yang jarang terjadi, dokter mungkin merekomendasikan pengencer darah untuk mengeluarkan bekuan darah. Jika kemungkinan keguguran tinggi, beberapa dokter akan menggunakan estrogen dan progesteron untuk memperlambat atau mencegah pendarahan lebih lanjut.



Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Subchorionic Bleeding in Pregnancy: Should I Be Worried?
Medical News Today. Diakses pada 2020. What to Know About Subchorionic Bleeding.
Very Well Family. Diakses pada 2020. Subchorionic Hematoma and Pregnancy Risks.