• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Mendeteksi 9 Tanda Gangguan Kepribadian Narsistik

Cara Mendeteksi 9 Tanda Gangguan Kepribadian Narsistik

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Cara Mendeteksi 9 Tanda Gangguan Kepribadian Narsistik

Halodoc, Jakarta – Gangguan kepribadian narsistik bisa ditandai dengan beberapa gejala khas. Sebelumnya perlu diketahui, narsistik merupakan jenis gangguan mental dan bisa membuat seseorang terlihat “menyebalkan” karena sering membanggakan diri sendiri. Sebenarnya, narsis atau ingin membanggakan diri sendiri adalah sifat yang mungkin dimiliki semua orang. 

Namun hati-hati, narsis yang berlebihan bisa menjadi tanda ada gangguan kepribadian. Gangguan kepribadian narsistik masuk dalam jenis gangguan mental yang bisa terjadi pada siapa saja. Dalam jangka panjang, gangguan ini disebut bisa memengaruhi kesehatan fisik dan mental. Lantas, apa saja tanda seseorang mengidap gangguan kepribadian narsistik?

Baca juga: Dampak yang Terjadi saat Memiliki Pasangan Narsistik

Gejala Khas Gangguan Kepribadian Narsistik

Gangguan kepribadian narsistik bisa terjadi pada siapa saja. Sayangnya, hingga kini masih belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab kondisi ini bisa muncul. Namun, kepribadian narsistik diduga berkaitan dengan kemampuan pengidapnya dalam mengelola pikiran dan stres. Ada beragam gejala yang bisa diperhatikan dan menjadi tanda gangguan narsistik, di antaranya: 

  1. Marah saat dikritik, hal ini mengindikasikan orang tersebut narsis atau sudah merasa hebat sehingga marah saat dikritik.
  2. Berperilaku arogan.
  3. Merasa butuh dikagumi orang lain secara terus-menerus. 
  4. Iri terhadap pencapaian orang lain.
  5. Percaya bahwa dirinya adalah yang terbaik. 
  6. Ingin selalu dikenal dan menjadi pusat perhatian. 
  7. Merasa hebat padahal bisa jadi tidak memiliki pencapaian yang mendukung.
  8. Melebih-lebihkan kemampuan sendiri. 
  9. Berharap dilayani oleh orang lain. 

Secara umum, orang yang mengidap gangguan ini akan merasa bahwa dirinya berada jauh lebih baik dibanding orang lain. Hal itu kemudian menyebabkan orang tersebut menjadi susah untuk mendengar kritik atau masukan dari orang lain, bahkan menjadi marah saat kritik yang didengar tidak sesuai dengan harapan. 

Baca juga: Begini Cara Menghadapi Seseorang dengan Kepribadian Narsistik

Selain itu, gangguan ini juga menyebabkan pengidapnya memiliki empati yang sangat rendah terhadap sesama. Kabar buruknya, rasa percaya diri yang berlebihan pada pengidap gangguan ini cenderung berlebihan dan tidak sehat. Hal itu yang kemudian membuat orang dengan gangguan ini mungkin akan dianggap mengganggu. 

Pasalnya, gangguan mental ini juga menyebabkan pengidapnya sibuk dengan kepercayaan semu tentang kehebatan diri sendiri. Selain itu, kelainan ini juga membuat pengidapnya sibuk berfantasi tentang kesuksesan, ketenaran, kekuasaan, kecantikan, kecerdasan, atau pasangan yang sempurna. Tak jarang, hal ini menyebabkan pengidap gangguan ini merasa ketakutan terhadap standar yang ada. 

Secara mental, kepribadian narsistik bisa menyebabkan pengidapnya kesulitan untuk bersosialisasi. Sebab, kebiasaan-kebiasaan yang dimilikinya bisa membuat orang tersebut dijauhi dan tidak diterima oleh lingkungan sekitar. Jika narsistik sudah ekstrem atau berlebihan, dianjurkan untuk menjalani psikoterapi atau terapi dengan ahli. 

Baca juga: Marah Dikritik, Benarkah Jadi Tanda Kepribadian Narsistik?

Jika masih ragu dan butuh saran atau informasi seputar gangguan kepribadian narsistik, kamu bisa menanyakan pada ahlinya melalui aplikasi Halodoc. Kamu juga bisa menghubungi psikolog atau psikiater melalui Video/Voice Call dan Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Dapatkan informasi seputar kesehatan mental dan gejala apa saja yang muncul dari ahlinya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Narcissistic personality disorder.
Web MD. Diakses pada 2020. Narcissistic Personality Disorder.