• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Mengatasi Neurodermatitis yang Bisa Dilakukan di Rumah

Cara Mengatasi Neurodermatitis yang Bisa Dilakukan di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Pernahkah mendengar tentang penyakit neurodermatitis? Neurodermatitis adalah jenis penyakit kulit yang ditandai dengan munculnya bercak pada kulit yang terasa sangat gatal. Nah, bercak-bercak akan terasa semakin gatal saat digaruk. Neurodermatitis bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.

Bercak neurodermatitis memiliki ciri tekstur yang tebal dan kasar. Menurut American Academy of Dermatology, bercak ini biasanya muncul di area belakang leher, pergelangan tangan, lengan, atau kaki. Bercak ini juga muncul di daerah genital dan anus. Meskipun menimbulkan rasa gatal yang amat hebat, neurodermatitis tidak menular dan tidak mengancam jiwa. 

Baca juga: Mengidap Neurodermatitis, Ini Dampaknya pada Tubuh

Perawatan Neurodermatitis di Rumah

Neurodermatitis biasanya diobati dengan obat-obatan yang diresepkan oleh dokter. Selain obat-obatan, ada perawatan rumahan lain yang bisa dilakukan untuk meringankan rasa gatal. Melansir dari Mayo Clinic, berikut perawatan rumahan untuk atasi neurodermatitis, yaitu:

  • Berhenti menggosok dan menggaruk. Rasa gatal yang dialami mungkin semakin intens dan mengganggu. Sebaiknya kamu jangan menggosok dan menggaruknya karena rasa gatal bisa memburuk. 
  • Kompres dingin dan basah. Kompres dingin mampu menenangkan kulit dan menghilangkan rasa gatal sementara. Tempelkan kompres dingin dan basah pada kulit yang terkena selama beberapa menit sebelum kamu mengoleskan krim obat. Nah, cara ini juga membantu krim agar lebih meresap ke dalam kulit.
  • Gunakan obat-obatan. Krim atau lotion anti-gatal yang dijual bebas, seperti hidrokortison biasanya efektif untuk mengatasi gatal-gatal neurodermatitis. Jika gatal-gatal semakin parah sampai menyulitkan kamu tidur, konsumsi antihistamin oral, seperti diphenhydramine.
  • Tutupi area kulit yang terkena. Perban atau pembalut membantu melindungi kulit dan mencegah goresan. Hal ini berguna jika kamu sering menggaruk saat tidur.
  • Potong kuku. Kuku yang pendek mengurangi kerusakan kulit, terutama jika kamu cenderung menggaruk saat tidur.
  • Mandi air hangat. Cobalah mandi dengan air hangat, bukan air panas. Gunakan sabun ringan tanpa pewarna atau parfum dan jangan mandi terlalu lama
  • Pakai pelembap. Setelah mandi, tepuk-tepuk kulit sampai kering dan oleskan pelembab tanpa pewangi.
  • Hindari pemicu. Perhatikan apa yang dapat memicu neurodermatitis maupun rasa gatal. 

Baca juga: Hati-Hati, Ini Komplikasi Akibat Neurodermatitis

Jika kamu mengalami neurodermatitis, sebaiknya hubungi dokter melalui aplikasi Halodoc terkait perawatan yang tepat. Kamu perlu bertanya ke dokter Halodoc terlebih dahulu sebelum menggunakan obat-obatan bebas untuk atasi neurodermatitis. Melalui aplikasi, kamu bisa menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call.

Apa yang Bisa Menyebabkan Neurodermatitis?

Neurodermatitis umumnya disebabkan oleh kondisi yang memicu kamu untuk menggosok dan menggaruk terus-menerus. Kondisi ini bisa karena iritasi kulit akibat pemakaian pakaian ketat atau gigitan serangga. Ketika kamu menggosok atau menggaruk daerah yang mengalami iritasi, maka kulit menjadi gatal. Semakin banyak digaruk, akan terasa semakin gatal.

Pada beberapa kasus, neurodermatitis dikaitkan dengan kondisi kulit kronis, seperti kulit kering, eksim, atau psoriasis. Stres dan kecemasan juga bisa memicu rasa gatal. Bukan itu saja, ada sejumlah faktor-faktor yang memicu dermatitis, seperti usia atau riwayat penyakit tertentu. 

Baca juga: Adakah Komplikasi yang Disebabkan Neurodermatitis?

Dibandingkan pria, wanita diketahui lebih berisiko mengembangkan neurodermatitis. Kondisi ini juga kerap dialami oleh orang berusia 30-50 tahun. Selain itu, orang-orang yang punya riwayat pribadi atau keluarga mengidap dermatitis, eksim, psoriasis atau kondisi kulit serupa juga berpeluang mengembangkan neurodermatitis.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Neurodermatitis. 
American Academy of Dermatology. Diakses pada 2020. Neurodermatitis