• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Mengatasi Sikap Apatis yang Bisa Dicoba
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Mengatasi Sikap Apatis yang Bisa Dicoba

Cara Mengatasi Sikap Apatis yang Bisa Dicoba

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 28 Oktober 2021
Cara Mengatasi Sikap Apatis yang Bisa Dicoba

“Sikap apatis seseorang ternyata bisa diatasi dengan cara tertentu. Kamu bisa mulai dengan mendorong diri sendiri untuk menghabiskan waktu dengan teman, melakukan hobi, ikuti kelas terapi, berbagi tugas dengan orang lain dan menghadiahi diri sendiri.”

Halodoc, Jakarta – Pernahkah kamu bertemu dengan orang yang apatis? Menghadapi orang yang apatis terkadang bikin geleng kepala. Sebab, seseorang yang apatis bersikap acuh tak acuh alias tidak peduli dengan apa yang terjadi di sekitarnya. Namun, tahukah kamu kalau sikap apatis ini juga bisa menjadi salah satu gejala masalah kesehatan? Pengidap penyakit Parkinson dan Alzheimer misalnya, karena kondisi kesehatannya mereka menjadi bersikap apatis terhadap sekitarnya. 

Kendati demikian, tak sedikit pula orang yang bersikap apatis meski tidak mengidap penyakit apa pun. Jika terus dibiarkan, sikap apatis ini tentunya dapat memengaruhi hubungan, pekerjaan, dan kemampuan seseorang untuk menjalani hidup. 

Kabar baiknya  ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi sikap apatis lo. Begini tips mengatasi sikap apatis yang perlu kamu ketahui.

Baca juga: 5 Tanda Gangguan Kepribadian, Hati-Hati Terkena Salah Satunya

Cara Mengatasi Sikap Apatis

Jika kamu merasa punya sikap apatis atau seseorang yang cintai bersikap apatis, melansir dari Web MD coba beberapa tips berikut untuk mengatasinya:

  • Dorong diri sendiri untuk keluar dan menghabiskan waktu bersama teman-teman, meskipun kamu enggan pergi.
  • Lakukan hobi atau hal-hal yang kamu sukai bersama teman atau keluarga.
  • Ikuti kelas terapi musik atau seni, yang terbukti membantu mengatasi sikap apatis.
  • Cobalah untuk berolahraga setiap hari.
  • Berbagi tugas-tugas besar dengan orang lain untuk meringankan beban kerja kamu.
  • Hadiahi diri sendiri setiap kali menyelesaikan suatu aktivitas.
  • Dapatkan waktu tidur yang berkualitas.
  • Bergabunglah dengan kelompok pendukung untuk orang-orang dengan sikap apatis.

Apabila sikap apatis disebabkan oleh penyakit tertentu, maka penanganannya adalah mengobati penyakit penyertanya. Misalnya, beberapa pengidap Alzheimer merasa lebih termotivasi ketika mereka menggunakan obat yang disebut inhibitor kolinesterase, seperti donepezil, galantamine, atau rivastigmine. Penggunaan antidepresan tampaknya tidak membantu dan bahkan dapat memperburuk sikap apatis.

Baca juga: Kurang Empati pada Orang Lain Bisa Jadi Gangguan Narsistik

Seperti Apa Tanda Orang yang Bersikap Apatis?

Salah satu tanda sikap apatis yang paling menonjol adalah kurangnya ketertarikan atau keterlibatan dengan lingkungan sekitarnya. Selain itu, orang yang apatis biasanya kurang berusaha atau tidak mau menggunakan energinya untuk melakukan aktivitas tertentu. Selain itu, berikut beberapa tanda-tanda lainnya:

  • Cenderung bergantung pada orang lain dalam merencanakan atau mengerjakan sesuatu.
  • Tidak punya keinginan untuk mempelajari hal baru, bertemu orang baru, atau memiliki pengalaman baru. 
  • Saat orang lain tertimpa masalah, mereka tidak akan peduli. 
  • Seseorang yang apatis bisa tidak merasakan emosi ketika hal baik atau buruk terjadi. 

Untuk dikategorikan sebagai apatis, gejala yang muncul harus cukup parah atau cukup sering terjadi sampai memengaruhi kehidupan sosial, pekerjaan, atau kehidupan orang tersebut. Perlu diketahui juga kalau sikap apatis bukan disebabkan oleh obat-obatan, alkohol, atau zat lain yang dikonsumsi.

Lantas, Apa yang Menyebabkan Seseorang Bersikap Apatis?

Sebenarnya, sikap apatis disebabkan karena adanya masalah dengan area di depan otak yang mengendalikan emosi, tujuan, dan perilaku. Nah, hal ini seringkali menjadi salah satu gejala pertama penyakit Alzheimer dan bentuk lain dari demensia yang merusak otak. Apatis juga bisa menjadi gejala gangguan otak lainnya, seperti cedera otak, depresi, skizofrenia dan penyakit Huntington. 

Kendati demikian, dokter paling sering melihat sikap apatis pada orang yang mengidap demensia, depresi, atau stroke. Meski demikian, apatis juga bisa dialami oleh seseorang yang sehat dan tidak memiliki kondisi medis. 

Baca juga: Tak Peduli Perasaan Orang Lain Jadi Tanda Antisosial?

Jika tips-tips di atas kurang membantu, kamu bisa menghubungi dokter maupun psikolog melalui aplikasi Halodoc untuk membantu kendala yang kamu alami. Dokter yang ahli di bidangnya akan siap menjawab segala pertanyaan kamu. Jangan tunda untuk menghubungi dokter karena sikap apatis bisa sangat memengaruhi kehidupan pengidapnya. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg
Referensi:
WebMD. Diakses pada 2021. Apathy.
Psychology Today. Diakses pada 2021. The Curse of Apathy: Sources and Solutions.
Healthline. Diakses pada 2021. What You Should Know About Apathy.