Cara Mengatur Porsi Olahraga Agar Aman

porsi olahraga yang aman

Halodoc, Jakarta – Olahraga memang baik untuk tubuh, bahkan mampu memperbaiki suasana hati, meningkatkan sistem imun, dan menjaga berat badan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Swedia dan Amerika Serikat, orang-orang yang latihan fisik secara seimbang (30 menit sehari dan 5 kali seminggu), punya harapan hidup sekitar 3,5-4,5 tahun lebih panjang dibandingkan dengan mereka yang sama sekali tidak berolahraga.

Walau begitu, bukan rahasia lagi jika banyak di antara kamu yang tidak suka atau tidak sempat menghabiskan waktu untuk berolahraga. Untungnya, waktu ideal atau waktu yang tepat dibutuhkan melatih fisik tidak sebanyak yang diduga selama ini. Berikut cara mengatur waktu olahraga yang patut untuk kamu ketahui.

Cukup 15 Menit Per Hari

Dalam hasil penelitian yang dilakukan oleh Institut Riset Kesehatan Nasional Taiwan terhadap 400 ribu orang selama 8 tahun, mereka yang hanya melakukan latihan fisik selama 15 menit per hari punya harapan hidup 3 tahun lebih panjang dibandingkan dengan yang tidak berolahraga sama sekali.

Olahraga tidak harus pergi ke gym atau lapangan olahraga, tapi bisa di mana pun. Jalan cepat, menari, atau membersihkan rumah juga sudah terhitung sebagai olahraga. Asal tidak berlebihan, dan jangan lupa untuk beristirahat sebelum kamu ambruk karena kelelahan. Kuncinya adalah menemukan kegiatan fisik yang kamu sukai, sehingga kamu melakukannya secara rutin.

Olahraga Seimbang

Beberapa orang ada yang lebih suka olahraga yang intensif. Namun, kamu tetap harus melakukannya secara seimbang. Sebab, berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa olahraga di luar batas wajar sangat berisiko. Misalnya, joging berlebihan bisa membebani fungsi jantung yang akhirnya bakal mengalahkan manfaat dari berolahraga itu sendiri.

Ada alasan fisiologis mengapa olahraga tidak boleh berlebihan. Pertama, kamu harus mengistirahatkan tubuhmu agar bisa menjadi lebih kuat. “Istirahat” sebenarnya merupakan waktu bagi tubuhmu untuk memperbaiki serat-serat otot yang sudah rusak saat berolahraga. Caranya adalah dengan menyatukannya kembali serat-serat itu menjadi otot yang lebih kuat dari sebelumnya.

Jika kamu berolahraga secara berlebihan, tubuhmu jadi enggak punya waktu untuk memperbaiki otot ini, sehingga dapat memicu cedera. Olahraga di luar batas wajar juga dapat menyebabkan kelelahan dan membuatmu lebih mudah keseleo, jatuh, atau bahkan kelelahan mental.

Jangan Sampai Overtraining

Olahraga yang dilakukan terlalu lama justru dapat memberikan kamu dampak negatif. Dampaknya justru dapat memberi stres pada tubuh kamu dan bahkan dapat menyebabkan overtraining. Dampak overtraining dapat menyebabkan kamu mengalami kelelahan yang berkepanjangan, cedera otot dan sendi, kehilangan motivasi, mudah marah, membuat kualitas tidur menjadi buruk, berkurangnya nafsu makan, mengubah fungsi kekebalan tubuh dan hormon, serta dapat menurunkan kepadatan tulang.

Untuk mencegah risiko overtraining, sebaiknya kamu menambahkan sesi olahraga kardio daripada olahraga untuk memperkuat bagian otot tertentu, demi mencapai durasi olahraga 60-90 menit. Maka dari itu, penting untuk mengetahui porsi olahraga yang tepat untuk tubuh kamu. Namun, kamu juga harus konsisten dalam berolahraga.

Terapkan kebiasaan olahraga secara bertahap, jangan langsung mulai dengan latihan fisik berat karena baru pertama kali memulai membiasakan diri. Intinya, bukanlah seberapa berat olahraga yang kamu lakukan, tetapi bagaimana kamu melakukannya secara seimbang.

Apabila kamu terlanjur mengalami overtraining atau ingin menerapkan olahraga yang seimbang, sebaiknya kamu mendapatkan saran dari dokter melalui diskusi di aplikasi Halodoc. Diskusi dengan dokter menjadi lebih praktis melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa memilih via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana pun. Yuk, segera download aplikasinya sekarang!

Baca juga: