• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Begini Cara Mengetahui Potensi Kanker pada Tahi Lalat

Begini Cara Mengetahui Potensi Kanker pada Tahi Lalat

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Kebanyakan orang tentu memiliki tahi lalat di salah satu atau beberapa bagian tubuhnya. Ya, tahi lalat sebenarnya merupakan kondisi kulit yang cukup umum dan biasanya tidak membahayakan sama sekali. Namun pada beberapa kasus yang langka, tahi lalat dapat mengganas menjadi kanker atau melanoma, lho. Lantas, bagaimana cara mengetahui potensi kanker pada tahi lalat?

Melanoma adalah sejenis kanker kulit, yang biasanya muncul sebagai bintik berwarna gelap, menyerupai tahi lalat biasa. Bedanya, bintik gelap yang merupakan kanker itu dapat berkembang dengan sangat cepat pada kulit. Potensi kanker pada tahi lalat dapat dilihat dari beberapa hal. Biasanya tahi lalat yang merupakan gejala kanker muncul di area yang sebelumnya tidak ada tahi lalat, berubah ukuran, bentuk dan warna. Pada beberapa kasus, tahi lalat tanda kanker juga dapat berwarna merah, gatal, dan berdarah.

Baca juga: Ini 4 Tanda Awal Melanoma

Cara Mendeteksi Kanker pada Tahi Lalat

Beberapa ciri tahi lalat abnormal yang merupakan tanda kanker telah disebutkan tadi. Untuk mendeteksinya pada tahi lalat kamu, lakukan pemeriksaan kulit mandiri secara berkala. Periksa kulit kamu setiap beberapa bulan sekali, untuk melihat adanya tanda tahi lalat yang baru muncul, atau apakah ada perubahan pada tahi lalat yang sudah ada. 

Tanda tahi lalat yang bersifat kanker adalah pertumbuhan baru yang dapat muncul di bagian tubuh manapun, tetapi paling sering muncul pada punggung, kaki, tangan dan wajah. Beberapa tanda tahi lalat mencurigakan yang harus kamu perhatikan adalah:

  • Satu tahi lalat yang punya 2 atau lebih warna berbeda.
  • Pinggiran tahi lalat yang tidak rata atau ujungnya bergerigi.
  • Tahi lalat berdarah, gatal, merah, bengkak, atau berkerak.
  • Tahi lalat membesar dengan cepat.

Jika kamu menemukan tahi lalat dengan ciri seperti itu, segera download aplikasi Halodoc untuk membicarakannya pada dokter lewat chat, atau buat janji temu dengan dokter spesialis kulit di rumah sakit. Dokter kulit biasanya akan melakukan berbagai pemeriksaan untuk memastikan diagnosis, apakah tahi lalat kamu bersifat kanker atau tidak.

Baca juga: Sering Berjemur Bisa Kena Melanoma

Kalau didiagnosis dan diatasi pada tahap awal, operasi pengangkatan melanoma biasanya dapat berhasil. Operasi umumnya digunakan sebagai perawatan utama untuk melanoma. Setelah operasi, kamu akan memerlukan perawatan lanjutan yang tepat untuk mencegah kembalinya melanoma. Penting untuk mengikuti petunjuk dokter dari awal hingga akhir pengobatan.

Bisakah Tahi Lalat Tanda Kanker Dicegah?

Jika kamu baru saja menjalani pengangkatan tahi lalat atau memiliki kulit berwarna terang yang rentan terhadap pertumbuhan tahi lalat, kamu perlu melakukan langkah pencegahan ekstra untuk melindungi kulit dari matahari. Sebab, perlindungan dari matahari adalah cara yang paling baik dan mudah untuk mencegah kanker kulit. 

Berikut beberapa tips untuk membantu kamu dengan kulit berwarna terang atau memiliki banyak tahi lalat yang seringkali berisiko tinggi terhadap kanker kulit. Jika kamu memiliki banyak tahi lalat, hindari berada di bawah sinar matahari terlalu lama, dengan cara:

  • Berteduh di bawah naungan bayangan di antara pukul 11 pagi – 3 sore.
  • Menggunakan pakaian pelindung UV, topi dan kacamata hitam.
  • Menggunakan tabir surya dengan minimum SPF 15 dan menggunakan ulang setiap 2-3 jam, setelah berenang atau berkeringat.
  • Menghindari penggunaan lampu matahari atau sunbed yang menghasilkan sinar UV.

Baca juga: Rajin Pakai Sunscreen Bisa Cegah Kena Melanoma

Kalau tahi lalat kamu telah ada sejak lahir dan tidak berubah, jangan khawatir. Hal yang perlu kamu ingat adalah selalu perhatikan perubahan pada kulit dan lindungi kulit dari sinar matahari. Jangan lupa juga untuk selalu menjaga kebersihan kulit, menerapkan gaya hidup sehat, dan banyak minum air putih, agar kulit tetap sehat, ya.

Referensi:
American Cancer Society. Diakses pada 2020. Signs and Symptoms of Melanoma Skin Cancer.
Verywell Health. Diakses pada 2020. How Can You Tell If It's a Mole or Skin Cancer?
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Melanoma.