• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 6 Cara Menghilangkan Bau Badan Secara Alami

6 Cara Menghilangkan Bau Badan Secara Alami

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Bau badan bisa membuat siapa saja merasa tidak nyaman. Karenanya, orang rela melakukan apa saja untuk mengatasi kondisi ini. Menghilangkan bau badan seringnya dilakukan dengan rutin menggunakan deodoran. Cara ini disebut cukup ampuh. Namun, sebenarnya adakah cara alami yang bisa dilakukan untuk menghilangkan bau badan? Jawabannya ada. 

Munculnya bau badan berkaitan dengan keluarnya keringat setelah melakukan aktivitas fisik. Sebenarnya, keringat yang keluar dari tubuh tidak mengeluarkan bau dan tidak menyebabkan ketiak berbau menyengat. Namun, ada kondisi tersebut yang mengakibatkan bakteri muncul yang akhirnya memicu bau tidak sedap pada ketiak atau dikenal dengan istilah bau badan. 

Baca juga: Hilangkan Bau Badan dengan Makanan Ini

Mengatasi Bau Badan 

Meskipun tidak berbahaya, tetapi bau badan sering menyebabkan seseorang kehilangan rasa percaya diri, bahkan merasa minder. Namun jangan khawatir, nyatanya ada berbagai cara sederhana yang bisa diterapkan untuk mengatasi bau badan secara alami, di antaranya: 

  • Mandi Secara Teratur 

Menjaga badan tetap bersih menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah bau badan menyerang. Untuk menghindari kondisi tersebut, biasakan untuk rutin mandi setidaknya satu hingga dua kali dalam sehari. Mandilah dengan bersih dan pastikan untuk membersihkan daerah rawan keringat yang bisa menimbulkan bau badan, seperti ketiak. 

  • Pilih Sabun yang Tepat

Memilih jenis sabun yang digunakan untuk mandi juga bisa menjadi salah satu cara mengatasi dan mencegah bau badan. Untuk mengatasi masalah bau badan, kamu bisa mencoba menggunakan sabun mandi yang mencantumkan label antibakteri. Jenis sabun yang satu ini disebut bisa membantu mengendalikan bakteri penyebab bau badan, sehingga bau badan juga akan berkurang.

Baca juga: Jangan Minder, Ini 6 Cara Menghilangkan Bau Badan

  • Mengeringkan Badan setelah Mandi 

Setelah mandi, pastikan untuk mengeringkan badan dengan benar, terutama area yang bisa menghasilkan keringat. Mengeringkan tubuh dengan benar akan membuat bakteri penyebab bau badan susah berkembang biak. Gunakan handuk yang tepat untuk menghindari masalah yang mungkin muncul di kulit dan hindari kebiasaan berbagi handuk sekalipun dengan anggota keluarga. 

  • Gunakan Deodoran 

Apakah deodoran bisa membantu mengatasi masalah bau ketiak? Jawabannya bisa. Deodoran bekerja dengan cara membunuh bakteri dan mencegah pertumbuhannya. Karena itu, tidak ada lagi penyebab bau badan bisa muncul. Meski begitu, penggunaan deodoran tidak bisa menghentikan keluarnya keringat dari tubuh. Artinya, masih ada kemungkinan bau badan bisa muncul.

  • Pakaian yang Tepat 

Salah memilih pakaian juga bisa menyebabkan keringat “terperangkap” dan memicu keluarnya bau tidak sedap. Maka dari itu, pastikan untuk memilih jenis pakaian yang terbuat dari bahan nyaman dan tidak menyebabkan keringat keluar secara berlebihan. Selain itu, pastikan untuk mengganti pakaian setiap hari untuk mengurangi risiko munculnya bau badan.

  • Perhatikan Asupan Makanan 

Selain penggunaan deodoran secara rutin, kamu juga bisa mencegah bau ketiak dengan rutin mengosumsi makanan sehat dan menghindari makanan yang bisa memicu bau badan. Selain itu, selalu membersihkan tubuh dan menggunakan produk yang sesuai dengan kebutuhan kulit juga bisa mencegah munculnya bakteri pemicu bau ketiak.

Baca juga: Bukan dengan Parfum, Ini Cara Jitu Hilangkan Bau Badan

Punya masalah kesehatan dan butuh saran dokter segera? Pakai aplikasi Halodoc saja. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Why Do I Have Smelly Armpits?
MayoClinic. Diakses pada 2020. Sweating and body odor.
Healthline. Diakses pada 2020. Benefits and Risks of Deodorants vs. Antiperspirants.