Cara Mengobati Ataksia Friedreich yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Ataksia Friedreich

Halodoc, Jakarta - Pernah mendengar istilah ataksia Friedreich sebelumnya? Penyakit ini akan ditandai dengan adanya masalah pada koordinasi gerak tubuh, kesulitan dalam berbicara, adanya kelemahan pada otot, serta masalah pada organ jantung. Penyakit yang satu ini tergolong penyakit yang jarang terjadi. Namun, adakah langkah pengobatan yang dapat dilakukan?

Baca juga: Benarkah Ataksia Friedreich Penyakit Genetik?

Cara Mengobati Ataksia Friedreich yang Perlu Diketahui

Penyakit ataksia Friedreich merupakan penyakit berbahaya yang tidak bisa disembuhkan. Parahnya lagi, pengidap yang mengalami sejumlah gejala akan semakin parah dari waktu ke waktu. Jika gejala seperti kelemahan otot muncul, kondisi ini biasanya akan menyerang area kaki. Dalam hal ini, pengidap akan membutuhkan tongkat dan kursi roda untuk bergerak.

Penyakit ataksia Friedreich merupakan salah satu penyakit berbahaya yang membutuhkan pertolongan segera. Jika ataksia Friedreich muncul dan memengaruhi organ jantung, kehilangan nyawa menjadi komplikasi paling parah yang tidak bisa dihindari. Sejauh ini, pengobatan dilakukan dengan terapi antioksidan guna mengendalikan gejala yang muncul.

Beberapa langkah pengobatan yang akan dijalani oleh pengidap penyakit ataksia Friedreich, yaitu:

  • Proses pelatihan agar pengidap terhindar dari cacat fisik akibat cedera atau penyakit yang dialami. Hal ini disebut dengan fisioterapi.

  • Proses pelatihan yang dilakukan agar pengidap kondisi medis tertentu dapat melakukan aktivitas sehari-hari. Hal ini disebut dengan terapi okupasi yang bertujuan untuk meningkatkan kemandirian masing-masing peserta.

  • Terapi hormon insulin yang dilakukan guna mengatasi diabetes terkait ataksia Friedreich.

  • Pengidap yang mengalami kelainan dalam berbicara, atau berbahasa, pengobatan dilakukan dengan terapi wicara, agar pengidap dapat berinteraksi secara wajar.

  • Bimbingan konseling yang didukung dengan obat antidepresan guna mengatasi depresi yang muncul akibat penyakit ataksia Friedreich.

Dokter saraf, dokter ahli genetik, dan dokter fisioterapi akan dikerahkan untuk melakukan pemantauan pada saraf, otot dan tulang, jantung, serta organ lain yang terkena. Para ahli diperlukan karena penyakit yang satu ini merupakan penyakit progresif yang dapat membahayakan nyawa pengidapnya.

Baca juga: Waspada, Ini Gejala Ataksia Friedreich

Gejala Apa yang Akan Dialami oleh Pengidap Ataksia Friedreich?

Gejala awal akan dialami oleh pengidapnya sebelum mereka genap berusia 20 tahun. Bahkan, gejala awal bisa saja muncul saat mereka sudah memasuki usia 50 tahun. Gejala awal yang akan dialami oleh pengidap, antara lain:

  • Adanya penurunan kemampuan dalam berbahasa.

  • Adanya ketidakstabilan koordinasi gerak saat berjalan.

  • Adanya kelemahan pada otot.

  • Adanya gangguan penglihatan.

  • Adanya gangguan pendengaran.

  • Adanya penebalan jaringan otot pada organ jantung.

Pada tahap awal, gangguan koordinasi gerak akan tampak pagi organ kaki. Namun, ketika pengidap sudah memasuki dalam tahap lanjut, mereka akan mengalami gangguan koordinasi gerak pada organ tangan. Kondisi ini akan ditandai dengan tremor pada tangan yang menjalar pada otot lengan, badan, dan wajah. Kelemahan yang muncul pada otot tangan biasanya akan muncul setelah terjadinya kelumpuhan pada kaki.

Baca juga: Ini Diagnosis Ataksia Friedreich

Ketika penyakit ataksia Friedreich telah memasuki stadium akhir, pengidap akan mengalami gangguan saraf pada area wajah. Hal ini akan menyebabkan pengidapnya kesulitan dalam berbicara. Gangguan saraf pada wajah juga akan membuat pengidapnya tersedak saat berbicara. Karena komplikasi kehilangan nyawa pada penyakit ini tidak bisa dihindari, segera diskusikan dengan dokter di aplikasi Halodoc jika sejumlah gejalanya muncul.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Friedreich's Ataxia.
Brain Foundation. Diakses pada 2019. Friedreich's Ataxia.