• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Meningkatkan Kualitas Hidup untuk Pengidap Anosmia

Cara Meningkatkan Kualitas Hidup untuk Pengidap Anosmia

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Cara Meningkatkan Kualitas Hidup untuk Pengidap Anosmia

Halodoc, Jakarta – Orang yang mengidap anosmia, terutama yang bersifat permanen, mungkin akan kesulitan untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Namun bukan berarti tidak bisa. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memudahkan dan meningkatkan kualitas hidup pengidap anosmia. Hal ini juga penting untuk mencegah risiko bahaya yang mengancam. 

Sebab, kehilangan kemampuan mencium aroma bisa menempatkan pengidap anosmia dalam bahaya, seperti terjebak kebakaran, keracunan makanan, hingga mengirup zat beracun yang bisa merusak tubuh. Selain itu, pada beberapa hal indera penciuman adalah hal yang penting untuk dilibatkan. 

Baca juga: Kisah Cinta Tak Indah Karena Anosmia, Bisakah?

Berdamai dengan Anosmia 

Anosmia menyebabkan pengidanya kehilangan kemampuan untuk mengenali bau atau aroma yang ada di sekitarnya. Pada beberapa kasus, anosmia bisa muncul sebagai gejala penyakit, seperti flu. Jika itu yang terjadi, kemampuan mencium aroma biasanya akan kembali normal saat flu hilang. Namun, anosmia juga bisa berlangsung lama, bahkan permanen. 

Anosmia yang bertahan dalam jangka panjang dan harus segera mendapat penangan medis. Anosmia juga bisa disebabkan oleh masalah pada dinding dalam hidung, seperti iritasi akibat penumpukan lendir, penyumbatan rongga hidung, atau kerusakan pada saraf penciuman. 

Baca juga: Tidak Dapat Mencium Bau, Ini Gejala dari Anosmia

Tidak bisa mencium aroma bisa berdampak pada kualitas hidup pengidap anosmia, bahkan bisa menempatkannya dalam bahaya. Maka dari itu, ada berbagai penyesuaian yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup pengidap penyakit ini, di antaranya: 

1.Label Makanan 

Salah satu bahaya yang bisa terjadi adalah keracunan makanan. Sebab, orang dengan gangguan ini mungkin tidak akan bisa membedakan mana makanan yang sudah basi dan sebaiknya tidak dikonsumsi. Pengidap anosmia juga mungkin saja salah mengonsumsi makanan, misalnya makanan untuk hewan peliharaan. Maka dari itu, penting untuk membuat label makanan berisi informasi, seperti kandungan makanan, jenis makanan, rasa, hingga tanggal kadaluwarsa. 

2.Pasangan Alarm 

Memasang alarm bisa membantu mencegah pengidap anosmia terjebak kebakaran. Orang dengan gangguan ini rentan terjebak di kebakaran, sebab bau gosong yang mungkin menjadi pemicu dan tanda kebakaran tidak akan bisa tercium. Dengan bantuan alarm, pengidap anosmia bisa segera menyelamatkan diri serta mencari bantuan. 

3.Tanda Bahaya 

Keracunan zat berbahaya atau mengandung racun juga rentan terjadi. Maka dari itu, sebaiknya pasang tanda bahaya pada setiap ruangan atau area yang tidak boleh didatangi. Meski tidak bisa mencium aroma atau bau yang ada, tetapi tubuh pengidap anosmia tetap merespon zat asing dengan cara yang sama. Artinya, saat seorang pengidap anosmia terpapar banyak gas, sangat mungkin ia akan mengalami keracunan gas. 

Baca juga: Inilah yang Terjadi saat Indra Penciuman Hilang

Cari tahu lebih lanjut seputar anosmia dan apa saja bahaya yang bisa muncul serta bagaimana cara mencegahnya dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Web MD. Diakses pada 2020. What Is Anosmia?
NHS UK. Diakses pada 2020. Lost or changed sense of smell.
Healthline. Diakses pada 2020. What Is Anosmia?
MSD Manual. Diakses pada 2020. Anosmia.