• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Menjaga Kesehatan Mental saat Jalani Hybrid Working
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Menjaga Kesehatan Mental saat Jalani Hybrid Working

Cara Menjaga Kesehatan Mental saat Jalani Hybrid Working

4 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 06 Oktober 2022

“Bekerja di dua tempat yang berbeda seperti pada sistem hybrid working juga bisa menguras kondisi mental. Oleh karena itu, ada beberapa tips yang bisa dicoba agar kesehatan mental tetap terjaga.”

Cara Menjaga Kesehatan Mental saat Jalani Hybrid WorkingCara Menjaga Kesehatan Mental saat Jalani Hybrid Working

Halodoc, Jakarta – Pandemi COVID-19 sudah membawa perubahan besar dalam sistem kerja banyak perusahaan. Salah satunya adalah munculnya sistem kerja baru, yaitu hybrid working yang memungkinkan karyawan untuk bekerja di kantor dan bekerja jarak jauh, baik di rumah atau tempat lain.

Banyak orang mengira hybrid working lebih enak daripada bekerja di kantor, karena bisa lebih santai bekerja dan memiliki waktu yang fleksibel. Namun, di balik itu, ada juga tantangannya, termasuk pada kondisi mental. 

Walaupun masih sesekali pergi ke kantor, tapi pekerja yang menjalani hybrid working berisiko untuk kurang bersosialisasi. Selain itu, bagi para pekerja yang sudah berkeluarga, membagi waktu antara mengurus rumah dan anak dengan mengerjakan pekerjaan kantor juga bisa membuat stres. Oleh karena itu, simak cara menjaga kesehatan mental saat menjalani hybrid working di sini.

Tips Menjaga Kesehatan Mental Saat Hybrid Working

Pada dasarnya, kesehatan mental harus menjadi prioritas terlepas dari sistem kerja apa yang dijalani saat ini, baik bekerja di kantor, di rumah, maupun secara hybrid. Pasalnya, kesehatan mental yang terganggu bukan hanya bisa berdampak pada produktivitas kerja, tapi juga

 kesehatan seseorang secara keseluruhan.

Bagi para pekerja yang sedang menjalani hybrid working saat ini, berikut beberapa tips untuk menjaga kondisi mental kamu dan untuk menghindari burn out:

1. Jaga batasan

Salah satu tantangan bagi para pekerja hybrid working adalah sulitnya menjaga batasan antara kehidupan pribadi dengan profesional. Apalagi saat bekerja di rumah. Ada dua kemungkinan yang bisa terjadi. Pertama, pekerja menjadi tidak fokus saat bekerja di rumah, sehingga akibatnya pekerjaan menjadi molor dan malah memakan waktu yang lebih lama untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. 

Penelitian menunjukkan bahwa para pekerja jarak jauh bekerja rata-rata empat jam lebih banyak per minggu, daripada rekan kerja mereka yang bekerja di kantor. Waktu ekstra yang dihabiskan untuk bekerja tersebut berarti ada aktivitas dan hubungan lain yang penting yang jadi diabaikan. 

Kemungkinan kedua adalah pekerja menjadi tidak bisa sepenuhnya terlepas dari pekerjaan dan bisa bekerja kapan saja, termasuk pada waktu-waktu pribadi, seperti waktu bersama keluarga, dan lain-lain.

Oleh karena itu, penting bagi para pekerja hybrid working untuk menjaga batasan secara jelas antara kehidupan pribadi dan profesional. Ketika sedang bekerja di rumah, cobalah untuk mengenakan pakaian kerja lalu masuk ke ruang kerja, lalu tutup pintu dan fokuslah bekerja sampai jam kerja selesai. Namun, setelah jam kerja selesai, berusahalah untuk disiplin dengan tidak menerima panggilan kantor atau membuka email. 

2. Jadikan istirahat sebagai prioritas

Tanpa rekan kerja yang bisa diajak makan siang atau rehat kopi, banyak orang yang menjalani hybrid working tanpa sadar duduk di depan komputer lebih lama dan lebih sulit berhenti untuk beristirahat. Padahal,  bekerja dalam waktu lama bisa menguras kondisi mental. 

Istirahat saat bekerja penting untuk mengistirahatkan dan menyegarkan kembali otak kita, serta mengurangi penumpukan stres sepanjang hari. Penelitian menunjukkan bahwa istirahat juga dapat meningkatkan mood seseorang dan mengurangi kelelahan. 

Jadi, pastikan kamu meluangkan waktu untuk beristirahat saat menjalani hybrid working untuk menjaga kondisi mental kamu. Latihan fisik seperti berjalan dan melakukan peregangan, sangat berguna dalam mengurangi ketegangan fisik akibat duduk dalam waktu lama. Sebaiknya menjauhlah dari meja kerja saat beristirahat.

3. Luangkan waktu untuk bersosialisasi

Kesepian dan isolasi bisa memberikan dampak yang besar pada kondisi mental kita. Seperti yang sudah diketahui, kedua hal itu menjadi tantangan besar bagi banyak pekerja selama awal pandemi lalu. Nah, saat kamu sudah beralih ke hybrid working, kamu bisa memanfaatkan waktu kerja yang fleksibel untuk menjaga koneksi dengan rekan kerja lainnya. 

Kamu mungkin bisa membuat janji dengan teman-teman kantor untuk bekerja di kantor pada hari-hari tertentu, agar bisa bekerja dan makan siang bersama-sama. 

4. Disiplin melakukan gaya hidup sehat

Gaya hidup sehat seperti olahraga teratur, mengonsumsi makanan sehat, menyeimbangkan kehidupan pribadi dan pekerjaan, serta menghindari hal-hal negatif seperti alkohol dan obat-obatan, tidak hanya memberi manfaat signifikan pada kesehatan fisik, tapi juga kondisi mental. Jadi, usahakanlah untuk tetap disiplin melakukan gaya hidup sehat tersebut.

Itulah cara menjaga kondisi mental saat menjalani hybrid working. Bila kamu merasa mulai mengalami tanda-tanda depresi, coba temui saja psikolog atau psikiater untuk mendapatkan perawatan. Kamu bisa berobat ke ahlinya dengan dengan buat janji medis di rumah sakit pilihan melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download Halodoc sekarang juga di Apps Store dan Google Play.

Referensi:
Boston University. Diakses pada 2022. Well-Being Tips for Remote and Hybrid Work.
Mind. Diakses pada 2022. Creating a mentally healthy hybrid workplace