• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Menurunkan Kadar Ureum Tinggi dalam Tubuh
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Menurunkan Kadar Ureum Tinggi dalam Tubuh

Cara Menurunkan Kadar Ureum Tinggi dalam Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 26 November 2021
Cara Menurunkan Kadar Ureum Tinggi dalam Tubuh

“Tingkat kadar ureum merupakan indikator untuk mengetahui kesehatan fungsi ginjal. Untuk menurunkan kadar ureum yang tinggi, bisa dengan membatasi asupan protein, mengonsumsi makanan berserat, hingga mencukupi kebutuhan cairan tubuh. Pada pengidap penyakit ginjal, kondisi ini bisa fatal jika tidak ditangani segera.”

Halodoc, Jakarta – Kadar ureum dalam darah merupakan indikator fungsi ginjal. Ureum diproduksi sebagai produk sampingan di hati ketika protein dimetabolisme. Dengan kata lain, ureum adalah zat sisa dari pemecahan protein dan asam amino di dalam hati. 

Ginjal yang sehat akan menyaring ureum dari tubuh melalui urine. Kadar ureum yang tinggi umumnya menunjukkan bahwa seseorang sedang mengidap penyakit ginjal akut, kronis, atau gagal ginjal. 

Kadar ureum yang tinggi merupakan kondisi serius. Kondisi tersebut bisa berakibat serius bila tak ditangani. Penting juga bagi pengidap penyakit ginjal mengetahui cara menurunkan kadar ureum tinggi dalam tubuh.

Lantas, bagaimana cara menurunkan kadar ureum tinggi dalam tubuh?

Cara Menurunkan Kadar Ureum dalam Tubuh

Kadar ureum, kreatinin, dan kalium yang lebih tinggi umumnya menunjukkan bahwa ginjal sedang tidak berfungsi dengan baik. Berikut ini beberapa cara menurunkan kadar ureum tinggi dalam tubuh:

  1. Batasi Asupan Protein

Menurut sebuah penelitian, makanan protein secara berlebihan dapat meningkatkan kadar ureum dan kreatinin, meski hanya sementara. Daging merah yang dimasak dapat mempengaruhi kadar ureum. Ada baiknya untuk beralih dari daging merah ke sayuran. 

  1. Konsumsi Makanan berserat

Suatu penelitian menunjukkan penurunan kadar ureum dapat terjadi saat pengidap penyakit ginjal mengonsumsi makanan berserat. Hal ini menunjukkan terdapat efek makanan berserat terhadap tingkat ureum. Serat dapat ditemukan dalam banyak makanan, misalnya:

  • Buah-buahan.
  • Sayuran.
  • Biji-bijian utuh.
  • Kacang-kacangan. 
  1. Cukupi Asupan Cairan

Kekurangan asupan cairan bisa menyebabkan tingginya kadar ureum dalam darah. Sebab air dibutuhkan sebagai pembawa zat-zat sisa dari darah, kemudian disaring oleh ginjal menjadi urine. Nah, jika tubuh kekurangan cairan, maka penyaringan zat sisa pada ginjal jadi terhambat. 

Pentingnya Menjaga Kesehatan Ginjal

Cara terbaik untuk mencegah kadar ureum tinggi jika kamu mengidap gagal ginjal stadium akhir, yaitu dengan menjalani perawatan dialisis secara teratur. Hal ini akan membuat limbah tubuh tersaring dari darah.

Kamu juga harus menghindari makanan yang tinggi natrium, fosfor, dan kalium. Konsumsi makanan yang sehat dan berolahraga (dengan anjuran dokter) dapat membantu mencegah tingginya kadar ureum dalam tubuh. 

Kadar ureum tinggi dalam tubuh juga bisa disebabkan oleh penyakit ginjal yang parah dan gagal ginjal. Nah, cobalah untuk terapkan pola  hidup sehat untuk mencegah masalah pada ginjal. Beberapa cara untuk mencegah penyakit ginjal di antaranya:

  • Kendalikan diabetes.
  • Jaga tekanan darah yang sehat.
  • Ambil langkah-langkah untuk menjaga kesehatan jantung.
  • Berhenti merokok.
  • Terapkan pola makan bergizi seimbang dan rutin berolahraga untuk menghindari obesitas.

Gejala Kadar Ureum Tinggi dalam Tubuh

Gejala saat kadar ureum tinggi mirip dengan penyakit ginjal kronis. Hal tersebut terkadang menyebabkan pengidap penyakit ginjal tidak menyadari bahwa mereka juga mengalami kadar ureum tinggi. Oleh karena itu, pengidap penyakit ginjal harus menjalani pemeriksaan darah dan urinalisis secara teratur untuk memastikan ginjal masih bekerja dengan baik. 

Perlu diketahui, gejala kadar ureum tinggi setiap orang bisa bervariasi dan dapat berubah. Bisa saja pada awalnya menunjukkan adanya perbaikan, tapi kemudian memburuk lagi. 

Penyakit ginjal adalah kondisi yang mengancam jiwa, sehingga orang yang mencurigai adanya penyakit ginjal atau kadar ureum tinggi harus segera menemui dokter. Beberapa gejala yang harus diwaspadai antara lain:

  • Sekelompok gejala yang disebut neuropati uremik atau kerusakan saraf akibat gagal ginjal. Neuropati dapat menyebabkan kesemutan, mati rasa, atau sensasi listrik di tubuh, terutama di tangan dan kaki. 
  • Kelemahan, kelelahan, dan kebingungan. Gejala-gejala ini cenderung memburuk dari waktu ke waktu, dan tidak hilang dengan istirahat atau perbaikan nutrisi. 
  • Mual, muntah, dan kehilangan nafsu makan. Beberapa orang mungkin kehilangan berat badan karena masalah ini. 
  • Perubahan dalam tes darah. Sering kali tanda pertama saat kadar ureum tinggi adalah adanya urea dalam darah selama tes darah rutin.
  • Orang dengan kadar ureum tinggi dapat menunjukkan gejala asidosis metabolik, di mana tubuh memproduksi terlalu banyak asam.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Pembengkakan, terutama di sekitar kaki dan pergelangan kaki.
  • Kulit kering dan gatal.
  • Lebih sering buang air kecil, karena ginjal bekerja lebih keras untuk membuang limbang.

Jika kamu mencurigai adanya gejala kadar ureum yang tinggi, sebaiknya segera bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Dokter mungkin akan merujuk agar kamu mendapatkan pemeriksaan khusus. Yuk, segera download aplikasi Halodoc sekarang juga!

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg

Referensi:

WebMD. Diakses pada 2021. What Is a Blood Urea Nitrogen Test?
Healthline. Diakses pada 2021. 8 Home Remedies to Naturally Lower Your Creatinine Levels
Healthline. Diakses pada 2021. What Is Uremia?
Very Well Health. Diakses pada 2021. Understanding Kidney Function Test Results.
Medical News Today. Diakses pada 2021. All you need to know about uremia