• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Menyusui untuk Ibu Pengidap COVID-19

Cara Menyusui untuk Ibu Pengidap COVID-19

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Cara Menyusui untuk Ibu Pengidap COVID-19

“Menyusui adalah hal yang wajib dilakukan seorang ibu pada bayinya untuk menjaga tumbuh-kembangnya tetap maksimal. Namun, saat ibu didiagnosis COVID-19, tentu hal ini membingungkan. Nah, ada beberapa cara yang perlu diperhatikan ketika menyusui saat mengidap COVID-19.”

Halodoc, Jakarta – Siapa sih yang ingin untuk terserang COVID-19? Tentu hal ini dapat menyusahkan dan bahkan membuat panik, terlebih jika dialami oleh seorang ibu menyusui.

Pasti ibu merasa bingung tentang bagaimana cara untuk menyusui saat alami COVID-19. Perasaan takut untuk menularkan penyakit ini pada anak pasti ada. Nah, inilah pembahasan terkait beberapa cara aman untuk menyusui anak saat mengidap COVID-19!

Cara Aman untuk Menyusui saat Mengidap COVID-19

Menyusui adalah salah satu hal yang perlu dilakukan oleh setiap wanita setelah melahirkan. Hal ini untuk memastikan nutrisi dan perkembangan, serta kesehatan ibu dan bayi. Pemberian ASI eksklusif pada Si Kecil selama 6 bulan pertama. Setelah itu, menyusui terus berlanjut dengan tambahan makanan pendamping ASI hingga usia anak mencapai 2 tahun.

Baca juga: ASI Bisa Cegah COVID-19? Ini Faktanya

Namun, bagaimana jika seorang ibu yang sedang menyusui terkena COVID-19?

Tentu ibu wajar merasa khawatir jika virus corona yang ada di dalam tubuh dapat menular ke bayi saat menyusui. Padahal, perlu adanya pertimbangan penuh bukan hanya terkait risiko dari infeksi virus corona, tetapi juga segala dampak yang buruk jika anak tidak mendapatkan ASI. Mengacu pada WHO, ibu menyusui harus terus melakukannya karena manfaatnya lebih besar daripada potensi untuk tertular.

Pada faktanya, ibu tetap dapat menyusui saat alami COVID-19 karena virus ini sejauh ini diketahui tidak dapat masuk ke dalam ASI. Namun, kekhawatiran justru terjadi saat ibu menularkan virus melalui batuk, bersin, atau berbicara lalu terhirup oleh bayi.

Memang, menyusui sudah terbukti aman sama saat seorang ibu memiliki penyakit virus lainnya, seperti influenza, yang cara penyebarannya mirip dengan COVID-19.

Baca juga: Virus Corona Terdeteksi di ASI, Ketahui Faktanya

Lalu, bagaimana cara aman untuk menyusui saat mengidap COVID-19?

Bayi harus tetap menerima ASI meskipun ibu dinyatakan positif COVID-19. ASI terbilang aman dan sangat penting untuk tumbuh-kembang bayi. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain:

  • Pemberian ASI Langsung: Pastikan untuk selalu mencuci tangan dengan sabun dan air sebelum menggendong bayi dan gunakan masker saat menyusui. Pegang bayi hingga melakukan sentuhan dari kulit ke kulit untuk membantu pelepasan ASI yang lebih banyak.
  • ASI Pompa: Kenakan masker, cuci tangan dengan bersih, dan bersihkan semua bagian dari alat pompa tersebut secermat mungkin. Perah ASI dengan menyesuaikan seberapa sering Si Kecil untuk makan, biasanya 6 hingga 8 kali dalam satu hari penuh. ASI dapat diberikan pada bayi oleh pengasuh yang sehat. Pastikan juga pengasuh untuk mencuci tangan sebelum berinteraksi dengan bayi atau sebelum menyentuh botol.

Jika ibu memutuskan untuk menjaga bayi di kamar yang sama, cobalah untuk selalu menjaga jarak sewajar mungkin. Pastikan untuk selalu menggunakan masker dan cuci tangan setiap kali akan berinteraksi dengan bayi.

Terus lakukan tindakan ini hingga didiagnosis aman dari COVID atau paling tidak 10 hari setelah gejala awal muncul. Lakukan hal ini juga jika dites positif tetapi tidak memiliki gejala.

Baca juga: Bayi Positif Corona, Ketahui 6 Hal Ini

Ibu juga dapat melakukan pemeriksaan terkait COVID-19 pada beberapa rumah sakit atau klinik yang bekerja sama dengan Halodoc. Cukup dengan download aplikasi Halodoc, ibu bisa memilih berbagai jenis tes di lokasi yang terdekat dari rumah. Maka dari itu, unduh segera aplikasinya untuk mendapatkan kemudahan ini!

Referensi:
WHO. Diakses pada 2021. Breastfeeding and COVID-19.
Healthy Children. Diakses pada 2021. Breastfeeding During the COVID-19 Pandemic.