• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Merawat Anak Kucing Tanpa Induknya
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Merawat Anak Kucing Tanpa Induknya

Cara Merawat Anak Kucing Tanpa Induknya

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc : 01 Desember 2021
Cara Merawat Anak Kucing Tanpa Induknya

“Anak kucing tidak dapat bertahan hidup sendiri, harus ada induknya. Namun, bagaimana jika induknya menghilang? Apa saja sih yang bisa kamu lakukan untuk merawatnya? Nah, kamu perlu tahu beberapa langkah untuk merawatnya agar tetap sehat.”

Halodoc, Jakarta – Kamu pasti pernah kan menemui anak kucing yang terus mengeong karena mungkin induknya tidak ada di sekitarnya. Terkadang, kamu ada keinginan untuk merawat anak kucing tanpa induk ini, tetapi tidak tahu cara yang tepat dalam melakukannya. Nah, untuk mengetahui beberapa cara dalam merawat anak kucing ini, baca ulasan berikut!

Berbagai Cara Merawat Anak Kucing Tanpa Induk

Kamu pasti ingin melakukan sesuatu saat melihat anak kucing yang tanpa induk, meski hal ini sangat menantang. Tentu saja manusia tidak dapat menjadi pengganti yang baik terhadap induk kucing dan tentunya tidak bisa sembarangan memberi makanan. Dengan mengasuh anak-anak kucing ini, kamu bisa menjaga kesehatan hewan tersebut untuk tetap hidup dan sehat.

Sebelum melakukan penyelamatan, kamu perlu menunggu sambil memperhatikan untuk beberapa saat. Pastikan apakah benar jika sang induk meninggalkannya atau hanya pergi sebentar untuk mencari makan. Jangan sampai salah langkah karena anak kucing akan lebih baik untuk dirawat oleh induknya dibandingkan oleh manusia.

Lalu, apa saja sih langkah yang bisa dilakukan sebagai cara merawat anak kucing tanpa induk? Berikut hal yang perlu dilakukan:

1. Memberikan Tempat Tinggal yang Hangat

Langkah pertama yang perlu dilakukan untuk merawat anak kucing tersebut adalah dengan membuat tempat khusus dengan menggunakan selimut dan tidak terkena angin. Kamu dapat menutupinya dengan bantal pemanas atau meletakkan botol air panas di dalam selimut dan pastikan tidak terlalu panas. Lakukan semua hal ini hingga usianya mencapai empat hingga enam minggu.

2. Berikan Pengganti Susu Anak Kucing

Sebelum memutuskan untuk merawat anak kucing tersebut, ada baiknya menghubungi tempat penampungan hewan. Hal ini dilakukan agar dapat menemukan kucing induk asuh untuk memastikan kebutuhan susunya terjamin. Apabila memang harus mengasuh sendiri, pastikan membeli pengganti susu kucing yang dirancang khusus untuk anak kucing. Jangan pernah memberikan susu sapi karena dapat menyebabkan gangguan pencernaan.

Perlu diketahui, anak kucing perlu diberi makan terus-menerus agar kebutuhan gizinya terjaga. anak kucing yang baru lahir biasanya menyusu setiap satu hingga dua jam. Nah, ketika memasuki usia 3 hingga 4 minggu, hewan berbulu ini mungkin perlu menyusu antara empat hingga enam kali per harinya.

3. Momen yang Tepat untuk Menyapih

Cara merawat anak kucing tanpa induk lainnya yang bisa dilakukan adalah kamu harus tahu waktu yang tepat untuk menyapih. Kamu perlu mengalihkannya dari botol susu saat usianya memasuki 3 atau 4 minggu. Mulailah menawarkannya susu formula di piring kecil agar ia lebih mudah untuk minum. Jika ia masih enggan, cobalah untuk mengambil beberapa tetes susu tersebut di jari dan jejalkan ke mulutnya.

Setelah sudah mulai agar besar, kamu bisa mengombinasikan susu formula dengan makanan kucing kalengan. Selama usianya belum cukup untuk mengonsumsi makanan kering, pastikan untuk memberikan susu sesuai dengan kebutuhannya agar nutrisinya tercukupi. Ketika kucing memasuki usia 6 atau 7 minggu, barulah pemberian makanan kering bisa dilakukan.

4. Eliminasi dan Latihan Pispot

Anak kucing tidak dapat buang air kecil atau besar sendirian hingga usianya 2-3 minggu. Hingga saat itu, ibunya perlu merangsang dengan metode eliminasi, yaitu menjilati sekitar anus dan alat kelaminnya. Nah, kamu dapat mensimulasikan ini dengan mengambil handuk hangat yang dibasahi dan menggosok dengan hati-hati di sekitar area anal dan genitalnya. Lakukan ini tiap selesai menyusui.

Pada usia 4 minggu, kamu dapat mulai melatih anak kucing untuk menggunakan kotak pasir dengan menempatkannya di dalamnya setiap selesai makan. Pilihlah kotak yang dangkal dengan setiap sisinya yang rendah atau gunakan kotak kardus lalu potong satu sisi agar lebih rendah.

Nah, itulah beberapa cara merawat anak kucing tanpa induk agar tetap sehat dan dapat tumbuh besar seperti sedang dirawat oleh induknya. Dengan melakukan semua hal tersebut, kamu mungkin saja dapat membuat kucing menjadi penurut. Saat kucing sudah dapat buang air di pispot, kamu bisa mencari orang yang ingin memeliharanya.

Kamu juga dapat bertanya langsung pada dokter hewan di Halodoc terkait berbagai cara merawat anak kucing tanpa induk. Cukup dengan download aplikasi Halodoc, kamu bisa berinteraksi langsung melalui smartphone di mana saja dan kapan saja. Jangan ragu lagi, unduh aplikasinya sekarang juga!

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg
Referensi:
Cuteness. Diakses pada 2021. How to Take Care of a Newborn Kitten Without a Mother.
WikiHow. Diakses pada 2021. How to Care for Orphaned Kittens Less Than Three Weeks of Age.