• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Merawat Lansia dengan Penyakit Paru Obstruktif Kronis

Cara Merawat Lansia dengan Penyakit Paru Obstruktif Kronis

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Cara Merawat Lansia dengan Penyakit Paru Obstruktif Kronis

“Penyakit paru obstruktif kronis tidak dapat disembuhkan. Namun, dengan perawatan dan pengobatan yang baik, pengidap dapat meringankan gejala dan memperlambat perkembangan PPOK. Memastikan pengobatan berjalan dengan baik, memenuhi kebutuhan nutrisi, membersihkan ruangan secara berkala, dan membantu pengidap PPOK mengelola stres menjadi perawatan yang bisa dilakukan.”

Halodoc, Jakarta – Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) adalah gangguan kesehatan pada paru akibat peradangan yang terjadi dalam jangka panjang. Ada beberapa jenis gangguan paru yang dapat memicu PPOK, yaitu bronkitis kronis dan emfisema. 

PPOK lebih sering menyerang seseorang dengan usia lanjut yang memiliki kebiasaan merokok. PPOK menyebabkan berbagai gejala pada pengidapnya, seperti batuk yang tidak kunjung membaik, nyeri dada, hingga mengi. 

Bahayanya, PPOK adalah penyakit yang dapat memburuk dan tidak dapat disembuhkan. Namun, perawatan yang dilakukan dengan tepat membuat pengobatan yang dilakukan berjalan dengan baik. Untuk itu, simak cara merawat lansia dengan penyakit paru obstruktif kronis berikut ini.

Baca juga: Bahaya Penyakit Paru Kronis Kambuh saat sedang Bekerja

Kenali Lebih Banyak Mengenai PPOK

Penyakit paru obstruktif kronis terjadi ketika paru-paru dan saluran pernapasan mengalami kerusakan akibat peradangan yang terjadi. Kebanyakan PPOK dialami oleh seseorang yang memasuki usia lanjut serta memiliki kebiasaan merokok. Semakin lama seseorang memiliki kebiasaan merokok, maka akan semakin besar risiko PPOK dialami.

Selain itu, PPOK juga bisa dialami oleh orang-orang yang terpapar polusi udara secara terus menerus dalam waktu yang panjang. Selain itu, penyakit paru seperti emfisema dan bronkitis kronis yang tidak diatasi dengan baik meningkatkan risiko PPOK.

Awalnya, penyakit paru obstruktif kronis tidak menyebabkan gejala apapun pada pengidapnya. Namun, seiring berjalannya waktu dan perburukan kondisi paru, penyakit ini dapat menyebabkan berbagai gejala, seperti:

  • Batuk yang terjadi dalam waktu yang cukup panjang.
  • Batuk disertai dengan lendir yang cukup banyak.
  • Napas menjadi pendek khususnya saat kamu melakukan aktivitas.
  • Mengi. Napas yang berbunyi.
  • Terasa tekanan pada area dada.
  • Lebih sering mengalami demam dan flu.
  • Kuku tangan yang berubah menjadi kebiruan.
  • Kelelahan.
  • Penurunan berat badan secara tiba-tiba.
  • Pembengkakan pada area kaki hingga betis.

Itulah beberapa gejala yang terkait dengan PPOK. Sebaiknya segera lakukan pemeriksaan pada rumah sakit terdekat jika kerabat atau keluarga yang memasuki usia lanjut dengan kebiasaan merokok mengalami gejala tersebut. 

Kamu bisa buat janji di rumah sakit terdekat menggunakan aplikasi Halodoc agar pemeriksaan dapat berjalan dengan baik. Yuk, download Halodoc sekarang juga melalui App Store atau Google Play!

Baca juga: Polusi Udara Memicu Penyakit Paru Kronis pada Karyawan

Lakukan Perawatan pada Lansia dengan Penyakit Paru Obstruktif Kronis

Pengobatan yang dilakukan oleh pengidap PPOK bermanfaat untuk meringankan gejala, mencegah komplikasi, dan memperlambat perkembangan PPOK. Ada beberapa pengobatan yang bisa dijalankan oleh pengidap PPOK, mulai dari terapi oksigen, tindakan bedah jika pengobatan lain yang dijalankan tidak berjalan maksimal, dan melakukan perubahan gaya hidup.

Berikut ini cara yang bisa dilakukan untuk merawat lansia dengan penyakit paru obstruktif kronis, yaitu:

  1. Pastikan Pengidap PPOK Menjalankan Pengobatan

Perawatan pertama yang bisa kamu lakukan pada lansia dengan penyakit paru obstruktif kronis adalah memastikan mereka menjalankan pengobatan dengan baik. Sebaiknya lakukan beberapa tindakan yang dianjurkan oleh dokter. Pastikan juga pengidap PPOK mengonsumsi obat-obatan yang disarankan oleh dokter sebagai perawatan kesehatan paru.

  1. Hindari Pengidap PPOK dari Polusi Udara dan Asap Rokok

Jika sebelumnya lansia dengan penyakit paru obstruktif kronis memiliki kebiasaan merokok, sebaiknya dorong mereka untuk berhenti merokok. Kamu juga perlu memastikan ruangan mereka istirahat atau tinggal bebas dari asap rokok dan polusi udara.

  1. Penuhi Kebutuhan Nutrisi dan Gizi

Pengidap paru obstruktif kronis bisa mengalami penurunan berat badan secara tiba-tiba. Tidak ada salahnya untuk menjaga kesehatan tubuhnya secara menyeluruh kamu persiapkan berbagai jenis makanan sehat untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan gizi mereka. 

Kamu bisa memperbanyak asupan buah dan sayur agar kesehatan paru bisa menjadi lebih baik. Apel, labu, tomat, bluberi, kol merah, dan edamame menjadi sayuran dan buah yang bisa dikonsumsi untuk meningkatkan kesehatan paru. 

Hindari terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung garam tinggi dan kalori. Penuhi juga kebutuhan cairan tubuhnya setiap hari.

  1. Jauhkan Pemicu Stres

Mengalami penyakit yang sulit untuk disembuhkan terkadang membuat lansia mengalami kondisi stres yang cukup berat. Sebaiknya bantu mereka untuk mengelola tingkat stres dengan baik dan pastikan bahwa perawatan serta pengobatan yang dijalankan bisa membuat mereka menjadi lebih baik, sehingga bisa meningkatkan kualitas hidup.

  1. Bersihkan Rumah dan Ruangan Secara Berkala

Jangan lupa untuk membersihkan rumah dan ruangan secara berkala agar terhindar dari debu. Kamu juga perlu pastikan kebutuhan pengidap PPOK mudah dijangkau agar gejala tidak memburuk.

Baca juga: Paru-Paru Bermasalah Kapan Sebaiknya Ke Dokter?

Sebaiknya lakukan perawatan dengan teratur agar kondisi lansia dengan penyakit paru obstruktif kronis dapat membaik. Pengobatan akan lebih maksimal dengan dukungan dari keluarga dan kerabat. 

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg

Referensi:

Mayo Clinic. Diakses pada 2021. COPD.

Web MD. Diakses pada 2021. COPD (Chronic Obstructive Pulmonary Disease).

Healthline. Diakses pada 2021. The 20 Best Foods for Lung Health.

Healthline. Diakses pada 2021. Everything You Need to Know About Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD).