• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Mudah dan Tepat Mengatasi Ruam Popok pada Bayi
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Mudah dan Tepat Mengatasi Ruam Popok pada Bayi

Cara Mudah dan Tepat Mengatasi Ruam Popok pada Bayi

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 06 Juni 2022

“Ruam popok adalah iritasi pada area kulit bayi yang terjadi karena popok terlalu ketat, tidak sering diganti, atau iritasi. Beberapa cara mengatasinya termasuk mengganti popok sesering mungkin, menggunakan salep, atau menggunakan popok kain.”

Cara Mudah dan Tepat Mengatasi Ruam Popok pada BayiCara Mudah dan Tepat Mengatasi Ruam Popok pada Bayi

Halodoc, Jakarta – Ruam popok adalah masalah kulit yang umum dialami bayi. Kondisi ini biasanya ditandai dengan munculnya bercak berwarna kemerahan, kulit kering dan melepuh, serta muncul luka lecet pada pantat, paha, selangkangan, hingga alat kelamin.

Selain itu, tanda lain saat bayi mengalami ruam popok adalah bayi terlihat kesakitan dan kulitnya terasa hangat saat disentuh. Kondisi ini pastinya membuat Si Kecil tidak nyaman dan mudah rewel.

Cara Mengatasi Ruam Popok pada Bayi

Penanganan pertama ketika Si Kecil mengalami ruam popok adalah memastikan kulitnya bersih dan kering. Selanjutnya, ibu bisa melakukan langkah penanganan ruam popok berikut ini.

  • Segera ganti popok Si Kecil saat sudah basah atau terkena feses. Sebaiknya, ibu tidak menunda untuk mengganti popoknya.
  • Cuci tangan dengan sabun sampai bersih sebelum mengganti popok Si Kecil.
  • Bersihkan area yang tertutup popok dengan air. Jika memang diperlukan, gunakan sabun khusus bayi untuk membersihkan kulit bayi setelah BAB. Jika ibu hendak menggunakan tisu basah, pilih yang tidak mengandung alkohol maupun pewangi.
  • Segera keringkan area yang tertutup popok dengan menggunakan kain berbahan lembut.
  • Oleskan salep atau krim yang mengandung zinc oxide pada bagian yang mengalami ruam popok. Ibu bisa menggunakan berbagai produk salep atau krim ruam popok, tetapi sebaiknya tanyakan dulu pada dokter. 
  • Tunggu hingga krim atau salep kering sepenuhnya sebelum ibu memakaikan popok baru pada Si Kecil.

Biasanya, ruam popok akan sembuh selama beberapa hari. Apabila ruam popok belum membaik meski ibu sudah menggunakan obat salep atau krim, ibu bisa segera membawa Si Kecil ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis langsung dari dokter ahli kulit. Buat rumah sakit sekarang lebih mudah dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Ibu hanya perlu download aplikasi Halodoc di ponsel melalui Play Store dan App Store. 

Supaya ruam popok lebih cepat sembuh, coba lakukan beberapa langkah perawatan berikut: 

  • Hindari menggosok kulit Si Kecil yang sedang lecet atau luka.
  • Sebaiknya, hentikan penggunaan popok sekali pakai untuk beberapa waktu. Hal ini bisa membantu bagian tubuh yang mengalami ruam popok lebih cepat kering, sehingga bisa sembuh lebih cepat.
  • Memilih popok sekali pakai satu ukuran lebih besar, sehingga tidak terlalu ketat.
  • Tidak membiarkan Si Kecil memakai popok terlalu lama. Gantilah setidaknya setiap 3-4 jam sekali atau apabila popok sudah terasa penuh.

Mengenali Berbagai Penyebab Ruam Popok

Ruam popok memang kerap terjadi pada bayi baru lahir maupun balita yang masih memakai popok sekali pakai. Penyebab ruam popok sendiri sangat beragam, di antaranya: 

  1. Popok Lembap

Jarang mengganti popok dapat membuat bayi mengalami ruam popok. Sebab, urine yang bercampur dengan tinja pada popok dapat mengakibatkan iritasi dan infeksi bakteri pada kulit bayi. 

  1. Popok Terlalu Ketat

Memakai popok yang terlalu ketat membuat kulit bayi menjadi mudah lecet dan ruam. Ini karena iritasi yang disebabkan oleh gesekan secara terus-menerus. 

  1. Infeksi Jamur dan Bakteri

Area pantat, selangkangan, paha, dan alat kelamin yang sering bersentuhan dengan popok memiliki kondisi yang hangat dan lembap. Kondisi ini tentu membuat area tersebut lebih rentan mengalami infeksi jamur atau bakteri.

  1. Kulit yang Sensitif

Bayi dengan kulit sensitif dan memiliki masalah kulit, seperti dermatitis atopik atau eksim, akan lebih rentan mengalami ruam popok.

Jadi, apabila Si Kecil juga menggunakan popok sekali pakai, pastikan ibu menggantinya secara rutin, ya!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Diseases & Conditions. Diaper Rash. 
Seattle Children’s. Diakses pada 2022. Conditions. Diaper Rash. 
American Academy of Dermatology. Diakses pada 2022. Diaper Rash: How to Treat.
Baby Center. Diakses pada 2022. Diaper Rash. 
WebMD. Diakses pada 2022. Understanding Diaper Rash — the Basics.