Cara Pencegahan Trigeminal Neuralgia yang Perlu Dipahami

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
cara pencegahan trigeminal neuralgia yang perlu dipahami

Halodoc, Jakarta – Trigeminal neuralgia adalah rasa nyeri kronis akibat adanya gangguan pada saraf trigeminal. Saraf itu sendiri adalah saraf yang terletak pada setiap sisi wajah dan berfungsi mengantarkan sensasi dari wajah menuju otak, sekaligus mengontrol sebagian fungsi motorik wajah, seperti mengunyah dan menggigit. Seseorang yang mengidap trigeminal neuralgia biasanya akan merasakan rasa nyeri, seperti ditusuk atau tersengat listrik di wajah bagian bawah.

Rasa nyeri ini berlangsung selama beberapa detik sampai sekitar dua menit dan bisa muncul secara teratur selama beberapa hari hingga bulan. Namun, ada juga sebagian pengidap yang bisa mengalami rasa nyeri hingga ratusan kali dalam satu hari. Rasa nyeri yang diakibatkannya, terkadang sampai mengganggu aktivitas pengidapnya. Karena itu, ketahui cara mencegah trigeminal neuralgia berikut ini.

Penyebab Trigeminal Neuralgia

Penyakit ini terjadi karena adanya gangguan pada fungsi saraf trigeminal. Salah satu kondisi yang diduga bisa menjadi penyebab fungsi sarafnya terganggu adalah ketika saraf tersebut tertekan pembuluh darah di sekitarnya. Tekanan tersebut lah yang akhirnya menyebabkan saraf ini tidak bisa berfungsi dengan baik. Selain itu, gangguan saraf trigeminal juga bisa disebabkan oleh kelainan pada otak akibat luka atau cedera, tumor yang menekan saraf, efek dari menjalani prosedur pembedahan atau pencabutan gigi, trauma saraf wajah, dan stroke.

Sementara itu, beberapa faktor berikut juga bisa meningkatkan seseorang mengalami penyakit ini:

  • Usia. Seiring bertambahnya usia, risiko seseorang mengidap trigeminal neuralgia pun semakin tinggi. Terutama pada orang-orang yang berusia 50 tahun ke atas.

  • Jenis kelamin. Wanita cenderung lebih mudah terkena penyakit ini dibandingkan pria.

  • Genetik. Seseorang yang memiliki anggota keluarga yang mengidap trigeminal neuralgia berisiko lebih besar mengalami penyakit yang sama.

  • Kondisi Kesehatan. Trigeminal neuralgia juga bisa terjadi akibat kelainan yang menyebabkan rusaknya selaput pelindung saraf bernama myelin, seperti pada penyakit multiple sclerosis.

Gejala Trigeminal Neuralgia

Gejala utamanya adalah berupa rasa nyeri yang sangat hebat pada wajah. Rasa nyeri ini bisa, seperti tersengat listrik, ditusuk-tusuk, dan tegang atau kram. Serangan rasa nyeri ini biasanya terjadi sangat singkat, yaitu hanya dalam hitungan detik sampai menit. Namun setelah serangan nyeri hebat mereda, pengidap masih bisa mengalami nyeri ringan atau seperti terbakar. Seiring berjalannya waktu, rasa nyeri ini juga bisa bertambah parah dan semakin sering terjadi.   

Rasa nyeri akibat trigeminal neuralgia bisa muncul pada bagian wajah mana saja, mulai dari mata, dahi, pipi, rahang, gusi, gigi, ataupun bibir. Pengidap biasanya hanya merasakan rasa nyeri di salah satu sisi wajah saja. Namun, tidak menutup kemungkinan rasa nyeri juga bisa muncul di kedua sisi wajah, walaupun hal ini sangat jarang terjadi.

Trigeminal neuralgia juga mengakibatkan pengidap menjadi lebih sensitif terhadap rangsangan kecil, sehingga merasakan sakit yang berlebihan. Beberapa pemicunya adalah berbicara, tersenyum, menyentuh wajah, mencuci muka, menggosok gigi, bercukur, mengunyah, bahkan terkena hembusan angin sekalipun.

Pencegahan Trigeminal Neuralgia

Oleh karena penyakit saraf ini lebih sering terjadi pada orang tua, maka kamu disarankan untuk memberikan lebih banyak perhatian kepada orangtuamu agar mereka dapat terhindar dari penyakit ini. Jaga orang tua sebaik mungkin agar mereka tidak sampai jatuh atau mengalami luka di kepala yang bisa menjadi penyebab trigeminal neuralgia. Saat berkendara pun, kenakan pelindung kepala pada orangtua dan berkendara lah dengan hati-hati.

Nah, itulah cara mencegah trigeminal neuralgia. Kamu juga bisa membicarakan masalah kesehatan yang orangtuamu alami dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat untuk minta saran kesehatan kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Baca juga: