Cara Sederhana Mencegah Penyakit Chagas 

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Cara Sederhana Mencegah Penyakit Chagas 

Halodoc, Jakarta – Penyakit Chagas alias American trypanosomiasis merupakan jenis penyakit yang muncul karena gigitan serangga. Jenis serangga yang menjadi penyebar penyakit ini bernama kissing bug atau Triatomine. Kabar buruknya, serangga ini sering menyerang pada malam hari, sehingga jarang disadari. 

Saat seseorang digigit serangga ini, risiko peningkatan parasit Trypanosoma cruzi penyebab penyakit Chagas akan menjadi lebih tinggi. Jenis penyakit ini disebut menyebar di negara Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Penyakit Chagas paling sering menyerang anak-anak. Meski hingga kini penyakit ini belum ditemukan di Indonesia, tetapi mengetahui cara mencegah penyakit Chagas adalah hal yang penting.

Mencegah Penyakit Chagas 

Penyakit Chagas muncul karena gigitan serangga. Jenis penyakit ini sama sekali tidak boleh diabaikan begitu saja, sebab bisa mengakibatkan gangguan pada jantung. Mengetahui penyebab dan cara mencegah penyakit ini wajib diketahui jika kamu berencana berlibur ke negara-negara tempat penyakit itu ditemukan. 

Gigitan serangga penyebab penyakit Chagas biasanya akan memunculkan gejala dalam waktu yang cukup panjang, yaitu setelah 3 hari hingga 4 bulan. Gejala penyakit ini biasanya berlangsung lama. Beberapa gejala yang muncul adalah bengkak pada bagian tubuh yang diserang, muncul gejala flu, mual muntah dan diare, muncul ruam pada kulit, serta kelopak mata bengkak. 

Pada kasus yang parah, penyakit Chagas bisa menimbulkan peradangan pada otot jantung dan peradangan pada selaput jantung. Sayangnya, hingga kini masih belum ada vaksin khusus yang bisa mencegah penyakit ini. 

Namun, ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan dan mencegah penyakit ini, di antaranya: 

  • Menghindari tempat-tempat yang bisa meningkatkan risiko digigit serangga. 

  • Menggunakan lotion atau obat untuk mencegah gigitan nyamuk. 

  • Memasang kelambu di tempat tidur dan menjaga kebersihan kamar. 

  • Memastikan makanan dan tempat penyimpanannya bersih serta terhindar dari penyebab penyakit. 

  • Melakukan pemeriksaan ke dokter secara rutin, terutama jika sedang hamil. 

Secara umum, penyakit chagas disebabkan oleh infeksi parasit Trypanosoma cruzi. Selain melalui gigitan nyamuk, risiko penyakit ini juga meningkat pada beberapa kondisi, seperti menerima transfusi darah atau donor organ dari pengidap, mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri atau tinja pengidap. Risiko penularan penyakit ini juga meningkat pada ibu hamil dan menyusui. 

Penyakit chagas pada ibu hamil dan menyusui bisa menular pada bayi yang disusui atau janin yang tengah dikandung. Kondisi ini sebaiknya tidak diabaikan begitu saja. Penyakit chagas yang tidak ditangani dengan tepat bisa menyebabkan infeksi berkembang kronis dan memperburuk kondisi tubuh. Dalam jangka panjang, penyakit Chagas bisa menyebabkan muncul berbagai komplikasi berbahaya. 

Beberapa jenis komplikasi yang bisa muncul dari penyakit ini adalah gagal jantung, pelebaran usus, serta pelebaran kerongkongan atau esofagus. Jika mengalami gejala menyerupai penyakit ini, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit. Penyakit Chagas yang sudah menimbulkan komplikasi bisa berujung bahaya dan membutuhkan penanganan medis lebih lanjut. 

Cari tahu lebih lanjut seputar penyebab penyakit chagas dan bagaimana cara mencegahnya dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
World Health Organization. Diakses pada 2020. Chagas Disease (American Trypanosomiasis). 
Web MD. Diakses pada 2020. What Is Chagas Disease.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Diseases and Conditions. Chagas Disease. 
Medscape. Diakses pada 2020. Chagas Disease (American Trypanosomiasis).