• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Tepat Bilang Tidak pada Anak
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Tepat Bilang Tidak pada Anak

Cara Tepat Bilang Tidak pada Anak

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 23 Mei 2022

“Ada banyak kalimat atau cara melarang anak, bahkan tanpa mengatakan kata tidak atau jangan. Misalnya dengan memberikan pilihan atau menggunakan kalimat yang positif.”

Cara Tepat Bilang Tidak pada Anak

Halodoc, Jakarta – Ayah dan ibu tentu paham bahwa permintaan anak sebenarnya tidak harus selalu dituruti. Caranya dengan berkata secara tegas, dengan begitu anak bisa disiplin. Sayangnya, untuk bilang “tidak” pada anak terkadang bisa jadi tantangan tersendiri bagi orangtua. Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk memiliki keterampilan cara bilang tidak pada anak dengan tepat. 

Mengatakan “tidak” pada anak memang salah salah satu bentuk pola asuh anak untuk membangun disiplin yang paling mudah. Namun sayangnya hal tersebut tidak selalu yang paling efektif. Menurut sebuah penelitian, banyaknya larangan yang diterima anak justru dapat memengaruhi sikapnya di kemudian hari.

Bahkan, kemampuan bahasa anak bisa tidak berkembang jika ia sering menerima kata larangan dibanding kalimat-kalimat yang positif. Lantas, bagaimana cara tepat bilang tidak pada anak?

Cara Bilang Tidak pada Anak

Ada banyak kalimat atau cara melarang anak, bahkan tanpa mengatakan kata “tidak” atau “jangan”. Namun memang diperlukan kreativitas orang tua untuk menyusun kalimat. Berikut ini setidaknya cara bilang tidak pada anak:

1.  Berikan Pemahaman pada Anak

Daripada berteriak marah-marah kepada anak yang sedang mengaduk-aduk dan membuang makanannya, orang tua bisa memberinya pengertian yang benar kepada anak mengapa ia tidak boleh membuang makanan. 

Misalnya seperti, “Makanan bukan untuk dimainkan, sayang, tapi untuk dimasukkan ke dalam mulut dan ditelan.” Jika si kecil melakukan sesuatu yang baik, seperti menghabiskan susunya, berilah pujian kepadanya.

2.  Gunakan Kalimat Larangan yang Positif

Cara bijak lainnya melarang buah hati adalah dengan mengganti kata larangan dengan kalimat yang positif. Misalnya, daripada berkata “Jangan mencoret-coret tembok!”, lebih baik gunakan kalimat “Corat coretnya di kertas aja, yuk.” 

Atau jika ingin melarang anak untuk tidak terlalu banyak makan kerupuk, orangtua bisa mengganti kalimat larangan, “jangan makan kerupuk terus dong!” dengan “makan kerupuknya hanya boleh satu ya, hari ini.”

3. Gunakan Distraksi

Anak biasanya bisa mudah dialihkan dari masalah. Orang tua dapat mengirimkannya dari satu objek, ke objek lainnya. Atau alihkan anak dengan pertanyaan lain. Sementara itu, menjauhlah dari godaan atau sumber masalah. 

4. Hindari Situasi Rumit

Kapanpun ayah dan ibu bisa, jauhkan anak dari situasi di mana orangtua harus mengatakan tidak (misalnya saat ada toko mainan). Sebaiknya pilihlah lingkungan yang aman yang mendorong rasa petualangan dan keingintahuannya. Pilih tempat-tempat di mana anak bebas berkeliaran, tapi tetap aman seperti misalnya taman atau halaman rumah. 

5. Tawarkan Pilihan

Anak-anak biasanya ingin merasa mandiri. Jadi daripada menolak mentah-mentah keinginannya, sebaiknya tawarkan pilihan. Misalnya saat anak ingin makan permen sebelum makan siang, tawarkan dia pilihan antara buah anggur atau apel. Atau izinkan dia memilih jenis permen yang ingin dia makan, dengan syarat jika dia telah menyelesaikan makan siangnya.

Upayakan untuk memberikan pilihan yang dapat diterimanya. Meskipun Si Kecil mungkin tidak sedang dengan pilihan yang orang tua tawarkan, setidaknya pada akhirnya dia akan terbiasa dan belajar menerimanya. 

6. Katakan “Tidak” Jika Terpaksa

Jika berbagai cara yang sudah disebutkan di atas tidak berhasil diterapkan pada anak, maka orangtua harus berkata “tidak”. Kata tersebut tidak boleh diucapkan dengan emosi, namun harus tegas, sehingga anak tahu bahwa kamu benar-benar serius melarang perbuatannya. Pertegas juga keseriusan dengan bahasa tubuh ketika melarang anak.

Itulah yang perlu diketahui mengenai cara bilang tidak pada anak. Seperti yang diketahui, menerapkan pola asuh anak memang hal yang menantang. Jika memerlukan tempat untuk berdiskusi, tanyakan pada psikolog anak melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Baby Center. Diakses pada 2022. Alternatives to “No!” (ages 2 to 4)
Parents. Diakses pada 2022. 10 Ways to Say “No” Without Saying No
Very Well Family. Diakses pada 2022. Saying No to Kids and Actually Mean It