• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Tepat Mencegah Terjadinya Molluscum Contagiosum
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Tepat Mencegah Terjadinya Molluscum Contagiosum

Cara Tepat Mencegah Terjadinya Molluscum Contagiosum

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 23 Oktober 2020
Cara Tepat Mencegah Terjadinya Molluscum Contagiosum

Halodoc, Jakarta - Pernah dengar penyakit yang bernama molluscum contagiosum? Meski namanya terdengar asing, penyakit ini perlu diwaspadai, lho. Molluscum contagiosum adalah penyakit infeksi virus yang ditandai dengan munculnya bintil di kulit. Bintil tersebut tidak terasa nyeri, tetapi bisa menimbulkan rasa gatal. 

Pada kebanyakan kasus, molluscum contagiosum memang tidak perlu diobati. Bintil-bintil yang muncul umumnya hilang dalam 6-12 bulan. Namun, penyakit ini bisa berlangsung lama dan cukup parah, pada orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Baca juga: Waspadai Penularan Molluscum Contagiosum

Bisakah Mencegah Molluscum Contagiosum?

Sebenarnya, tidak ada cara khusus untuk mencegah molluscum contagiosum. Perlu diketahui bahwa molluscum contagiosum dapat dengan mudah menyebar ke area tubuh lain, bahkan menular ke orang lain.

Oleh karena itu, sebaiknya ketahui cara mencegah penularan penyakit ini, yaitu:

  • Jangan menyentuh, menggaruk, atau memencet bintil yang muncul.
  • Rutin cuci tangan, terutama jika tidak sengaja menyentuh bintil.
  • Pastikan bintil selalu tertutupi dengan pakaian, atau perban bila perlu.
  • Hindari berbagi penggunaan barang pribadi, seperti pakaian, handuk, dan sisir.
  • Jangan berhubungan intim terlebih dahulu, terutama bila terdapat bintil yang tumbuh di kelamin atau area sekitarnya.

Baca juga: Idap Molluscum Contagiosum, Waspadai Komplikasinya

Waspadai Gejala Molluscum Contagiosum

Gejala molluscum contagiosum dapat dikenali dengan melihat munculnya bintil pada permukaan kulit. Bintil tersebut bisa berkumpul di satu area kulit, atau tersebar di beberapa bagian tubuh. Berikut karakteristik bintil yang muncul akibat molluscum contagiosum:

  • Bintil memiliki ukuran yang kecil, seperti biji kacang hijau atau kacang tanah.
  • Bintil dapat muncul di wajah, leher, ketiak, perut, kelamin, dan tungkai.
  • Bintil berwarna seperti warna kulit, putih, atau merah muda.
  • Terdapat titik kecil berwarna putih kekuningan di tengah bintil.
  • Jumlah bintil yang muncul biasanya sekitar 20-30. Namun, pada orang dengan kekebalan tubuh lemah, jumlahnya bisa lebih banyak.
  • Tekstur bintil awalnya keras bila diraba, lalu melunak seiring waktu.
  • Bintil tidak menimbulkan rasa nyeri, tetapi bisa terasa gatal.

Bintil-bintil molluscum contagiosum bisa mengalami peradangan dan pecah, lalu mengeluarkan cairan berwarna putih kekuningan bila digaruk. Jika sudah pecah, kondisi ini bisa menyebabkan infeksi bakteri pada kulit.

Oleh karena itu, sebelum meradang dan pecah, sebaiknya kamu mewaspadai gejala molluscum contagiosum. Jika kamu mendapati bintil dengan karakteristik seperti yang disebutkan tadi, segera download aplikasi Halodoc untuk membicarakannya pada dokter, ya. 

Baca juga: Molluscum Contagiosum Akibat dari HPV, Benarkah?

Penyebab dan Faktor Risiko Molluscum Contagiosum

Penyebab molluscum contagiosum adalah infeksi virus dengan nama yang sama. Virus ini dapat menginfeksi atau menulari seseorang lewat kontak langsung dengan kulit pengidapnya.

Selain kontak langsung, virus penyebab molluscum contagiosum dapat menular lewat penggunaan barang pribadi yang sama dengan pengidapnya, serta lewat hubungan intim.

Virus penyebab molluscum contagiosum dapat menginfeksi area tubuh lain, jika menggaruk bintil lalu menyentuh bagian tubuh lain. Pada kebanyakan kasus, molluscum contagiosum menyerang orang dengan kekebalan tubuh yang lemah, seperti pengidap HIV/AIDS, orang yang menjalani transplantasi organ, atau yang menjalani pengobatan kanker. 

Molluscum contagiosum lebih rentan terjadi pada beberapa kelompok orang, yaitu:

  • Anak-anak usia di bawah 10 tahun.
  • Orang yang tinggal di daerah beriklim tropis.
  • Pengidap dermatitis atopik.
  • Atlet yang melibatkan kontak tubuh, seperti sepakbola dan gulat.

Jika ingin tahu lebih lanjut tentang penyakit molluscum contagiosum, kamu bisa tanyakan pada dokter.

Referensi:
American Academy of Dermatology. Diakses pada 2020. Molluscum Contagiosum.
National Health Service. Diakses pada 2020. Health A to Z. Molluscum Contagiosum.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Diseases & Conditions. Molluscum Contagiosum.
Healthline. Diakses pada 2020. Molluscum Contagiosum.
WebMD. Diakses pada 2020. Skin and Molluscum Contagiosum