• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Tepat Menerapkan Kedisiplinan pada Anak Remaja

Cara Tepat Menerapkan Kedisiplinan pada Anak Remaja

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Saat anak menginjak usia remaja, maka pola asuh orangtua pun kemungkinan akan berubah. Pola asuh orangtua pada remaja akan banyak fokus pada aturan dan konsekuensi. Ini demi meningkatkan kedisiplinan remaja agar mereka mampu bertanggung jawab pada dirinya sendiri. 

Tantangan orangtua adalah, remaja suka menguji batas-batas kemandirian mereka. Jadi, jangan kaget jika anak remaja menjadi pendebat ketika orangtuanya mengatakan hal yang bertentangan dengan mereka. Sering terjadi tarik-menarik antara orangtua dan remaja. Terkadang anak meminta bantuan orangtua, kemudian dia mengatakan tidak membutuhkan bantuan lagi. Dengan penuh kesabaran, orangtua tetap perlu melakukan cara-cara agar anak remaja tetap disiplin.

Jelaskan Maksud dari Setiap Peraturan yang Ditetapkan

Jelaskan apa maksud dan tujuan dari setiap peraturan yang orangtua berikan pada anak. Terkadang peraturan yang dibuat oleh orangtua bisa membuat remaja merasa diisolasi. Karenanya anak mungkin akan merasa dikekang dan tidak dihargai eksistensinya.

Baca juga: 4 Gangguan Psikologis yang Sering Dialami Anak Muda

Buat Konsekuensi yang Sesuai

Semakin alami konsekuensi, maka semakin efektif dalam mencegah perilaku remaja yang tidak dapat diterima. Jika orangtua membuat konsekuensi sesuai dengan perilaku buruknya, itu akan membuat remaja merenungkan kesalahannya. 

Buat Kerjasama

Strategi ini bertujuan untuk membantu remaja memahami perspektif orangtua dan belajar bahwa ia perlu memberi dan menerima. Ini juga dapat membantu remaja semakin paham bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi. Dengan melakukan tindakan yang benar, anak bisa mendapatkan konsekuensi positif. Namun, jika ia melakukan hal yang salah, berarti dia akan menghadapi konsekuensi negatif. 

Misalnya, jika anak ingin orangtua mengantarnya ke sebuah acara, orangtua bisa mengatakan bahwa anak harus mengikuti aturan. Namun, jangan jadikan tindakan ini sebagai imbalan. Beri tahu sebelumnya bahwa orangtua menginginkan adanya kerjasama. 

Baca juga: 5 Tips Membantu Remaja Memahami Konsep Penerimaan Diri

Mengambil Hak Istimewa Anak

Konsekuensi ini harus dilakukan dengan tepat. Jika ayah dan ibu menggunakannya terlalu sering, maka tidak akan berfungsi lagi. Caranya adalah menarik atau mengambil sesuatu yang disukai anak, misalnya gadget, video game, dan pergi bersama teman. Ayah dan ibu harus memberi tahu anak sebelumnya tentang apa yang orangtua rencanakan. Sehingga, ia dapat mempertimbangkan apakah dengan kehilangan hak istimewa, perilakunya itu sepadan. 

Misalnya, jika anak lupa mengerjakan pekerjaan rumah, ayah dan ibu menyita gadget-nya selama sehari penuh. Namun, dalam menerapkan strategi ini, orangtua tidak perlu melakukannya dalam waktu yang lama. Ini supaya konsekuensi lebih efektif. 

Memperkuat Konsekuensi

Apapun konsekuensi yang orangtua pilih, cara ini dapat membantu memperkuatnya. Pertama adalah komunikasi. Penting untuk menjelaskan dengan jelas apa masalah yang terjadi. Beri tahu dia bagaimana dia tidak mentaati aturan yang sudah disetujui. Kemudian, beri tahu pula bahwa orangtua akan menerapkan konsekuensi yang telah disepakati.

Kedua yaitu dengan refleksi diri. Ini untuk mendorong anak untuk memikirkan dan merenungkan perilakunya dan bagaimana itu akan lebih baik di kemudian hari. Orangtua dapat berbicara dengan anak tentang perjanjian yang orangtua miliki, dan apa yang menurutnya harus terjadi sebagai konsekuensi jika melanggarnya. Sering kali remaja menjadi lebih keras dibandingkan orangtuanya. Ini memungkinkan ayah dan ibu untuk menentukan konsekuensi di masa depan lebih adil. 

Baca juga: Mengalami Perundungan di Dunia Maya, Apa Dampaknya?

Aturan menjadi alat penting bagi orangtua dalam mengajarkan kedisiplinan pada remaja. Namun, apapun cara yang dilakukan, orangtua harus menggunakannya sesuai dengan perilaku dan kesalahan yang terjadi. Jika ayah dan ibu memiliki masalah tentang pola asuh yang tepat, bertanyalah pada psikolog melalui aplikasi Halodoc untuk mengetahui penanganan yang tepat. Yuk, segera download aplikasinya di App Store atau Google Play!

Referensi:
Raising Children. Diakses pada 2020. Discipline strategies for teenagers.
Very Well Family. Diakses pada 2020. Grounding as Effective Discipline for Teenagers.